Halo Inversi! Suasana seru dan penuh semangat mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini di Bekasi. Sebanyak 2.000 siswa SMA dan SMK dari Kota dan Kabupaten Bekasi tumpah ruah di Go! Wet Waterpark, Grand Wisata, untuk ikut dalam Festival Olahraga Tradisional 2025 yang digelar oleh Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS).
Bukan sekadar ajang bermain atau olahraga, festival ini jadi wadah keren buat para pelajar menyalurkan energi positif, sportivitas, dan kreativitas di tengah suasana kebersamaan lintas sekolah.
Semangat Kolaborasi dan Kreativitas Anak Muda
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Jawa Barat, Rina Parlina, yang hadir langsung di lokasi, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya perayaan semata, tetapi juga bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan kreativitas siswa.
“Festival ini dibuat supaya siswa-siswa di Bekasi bisa lebih aktif, kreatif, dan mempererat persahabatan antar sekolah. Anak-anak kita perlu ruang positif untuk berekspresi, dan olahraga tradisional adalah cara seru untuk itu,” ujar Rina.
Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IGORNAS sebagai penyelenggara serta Go! Wet Waterparksebagai sponsor utama.
“Terima kasih kepada pihak IGORNAS yang sudah menyiapkan acara ini dengan baik. Juga kepada Go! Wet yang sudah memfasilitasi anak-anak agar bisa berkreasi di ruang terbuka,” tambahnya.
Ajang Prestasi dan Apresiasi
Selain lomba olahraga tradisional, momentum ini juga dijadikan ajang pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi dari Kota dan Kabupaten Bekasi.
Rina mengungkapkan rasa bangganya karena ada 1.481 siswa berprestasi dari wilayah KCD III yang berhasil menorehkan prestasi, mulai dari tingkat internasional hingga kabupaten/kota.
“Kami bangga sekali karena banyak siswa Bekasi yang berprestasi di berbagai bidang. Ini bukti kalau generasi muda Bekasi luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini memacu kreativitas dan memperkuat persahabatan antar sekolah,” tuturnya.
Ketua IGORNAS Kota Bekasi sekaligus Ketua Panitia, Abdul Hakim, menjelaskan bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan semuanya berbasis olahraga tradisional beregu, seperti tarik tambang, estafet bendera, estafet balok, dan terompah panjang.
Menurutnya, lomba seperti ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi juga tentang kerja sama dan semangat tim. “Olahraga tradisional itu ngelatih kekompakan dan kebersamaan. Kita pengin anak-anak sekolah paham bahwa olahraga bukan cuma tentang fisik, tapi juga karakter,” jelasnya.
Hadiah untuk OSIS dan MPK
Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyiapkan hadiah uang pembinaan untuk para pemenang. Menariknya, hadiah tersebut disalurkan untuk mendukung kegiatan OSIS dan MPK di masing-masing sekolah.
“Juara satu dapat Rp3 juta, juara dua Rp2 juta, dan juara tiga Rp1 juta. Harapannya dana ini bisa dipakai untuk kegiatan positif di sekolah,” ujar Abdul Hakim.
Melalui festival ini, IGORNAS berharap agar olahraga tradisional bisa terus dilestarikan di sekolah-sekolah. “Olahraga tradisional adalah warisan budaya kita. Dengan kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan rasa bangga sekaligus menjaga semangat kebersamaan di kalangan pelajar,” tutup Abdul Hakim.
Festival yang berlangsung meriah ini bukan hanya jadi ajang nostalgia permainan tempo dulu, tapi juga pengingat bahwa semangat gotong royong dan sportivitas masih hidup di hati generasi muda Bekasi.