Inversi SMK Negeri 6 Kendari mencatatkan berbagai capaian prestasi sepanjang tahun 2025, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Prestasi tersebut diraih mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional, meskipun sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran. Capaian ini menunjukkan komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik secara berkelanjutan.
Kepala SMKN 6 Kendari, Sitti Ma’wa Rohani, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang konsisten terhadap minat dan bakat siswa. Pembinaan dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler, kompetisi kejuruan, serta penanaman karakter disiplin yang menjadi prioritas sekolah.
“Alhamdulillah, pada tahun 2025 SMK Negeri 6 Kendari berhasil meraih sejumlah prestasi, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Ini merupakan hasil kerja keras siswa, guru pembimbing, dan seluruh warga sekolah,” ujar Sitti Ma’wa Rohani kepada telisik.id, Rabu (7/1/2026).
Di tingkat provinsi, siswa SMKN 6 Kendari mencatatkan prestasi melalui cabang olahraga futsal dan bola voli putri yang berhasil meraih juara dalam kompetisi antar SMA dan SMK. Selain itu, prestasi juga diraih pada bidang seni dan kreativitas siswa yang mampu bersaing hingga tingkat kota dan provinsi.
Sementara itu, di tingkat nasional, SMKN 6 Kendari mengirimkan dua siswa dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) untuk mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Kedua siswa tersebut berhasil mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara setelah meraih juara pertama pada seleksi tingkat provinsi.
“Memang baru jurusan RPL yang dapat mengikuti LKS. Dengan fasilitas yang masih terbatas dibandingkan sekolah-sekolah di Pulau Jawa, kami fokus pada penguatan keterampilan teknis dan mental siswa. Bisa melaju hingga tingkat nasional sudah menjadi kebanggaan tersendiri,” jelasnya.
Meskipun belum berhasil menembus sepuluh besar nasional, pengalaman mengikuti LKS dinilai sebagai modal penting bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing. Ke depan, pihak sekolah menargetkan partisipasi pada lebih banyak kategori lomba, khususnya pada jurusan RPL.
Selain capaian prestasi, SMKN 6 Kendari juga memberikan perhatian serius pada pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik. Menurut Sitti Ma’wa Rohani, tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini adalah membentuk karakter generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja.
“Karakter menjadi tantangan utama. Pola pikir dan kebiasaan siswa saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter siswa,” tegasnya.
Sebagai upaya konkret, sekolah menerapkan kebijakan disiplin yang ketat, khususnya terkait waktu kehadiran. Jam masuk sekolah ditetapkan mulai pukul 06.30 hingga 07.05 WITA. Siswa yang datang terlambat tetap diperbolehkan mengikuti pembelajaran, namun akan mendapatkan pembinaan. Apabila pelanggaran terjadi secara berulang, pihak sekolah akan memanggil orang tua untuk melakukan pembinaan bersama.
Kebijakan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri, khususnya sektor pertambangan yang menuntut kedisiplinan tinggi dan ketepatan waktu. “Di dunia kerja, terutama pertambangan, jam enam pagi itu sudah harus siap bekerja, bukan sekadar hadir. Karena itu, disiplin harus dibentuk sejak di bangku sekolah,” ujarnya.
Di sisi lain, SMKN 6 Kendari juga aktif mendukung program penyiapan tenaga kerja ke luar negeri yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada tahun 2025, dari 11 SMK se-Sulawesi Tenggara yang mengusulkan program tersebut ke kementerian terkait, hanya SMKN 6 Kendari yang dinyatakan lolos.
Sebanyak 11 siswa telah mengikuti pelatihan intensif selama kurang lebih tiga bulan dan menjalani tes kompetensi di Makassar. Saat ini, sekolah masih menunggu hasil kelulusan serta sertifikasi sebagai syarat penempatan kerja, termasuk peluang bekerja di Jepang.
“Program ini kami siapkan secara serius, mulai dari pemetaan minat siswa, pelatihan kompetensi, hingga kerja sama dengan BP3MI dan Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Sitti Ma’wa Rohani.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar lulusan SMKN 6 Kendari memilih untuk langsung bekerja sambil melanjutkan pendidikan tinggi secara daring, sebagaimana yang telah dilakukan sejumlah alumni.
Meski mencatatkan berbagai capaian positif, pihak sekolah mengakui masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana hampir di seluruh jurusan. Kebutuhan mendesak meliputi komputer, laboratorium Analisis Pengujian Laboratorium (APL), serta peralatan praktik pertambangan yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
“Kami masih memiliki banyak keterbatasan. Mudah-mudahan ke depan ada dukungan anggaran dan bantuan dari pemerintah agar fasilitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya.