By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Profil dan Biodata Mike Tyson Jadi Korban Hoax, Heboh Dikabarkan Meninggal Dunia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Profil dan Biodata Mike Tyson Jadi Korban Hoax, Heboh Dikabarkan Meninggal Dunia

Terkini

Profil dan Biodata Mike Tyson Jadi Korban Hoax, Heboh Dikabarkan Meninggal Dunia

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
8 Min Read
SHARE

Bangkit dari perundungan

Dilansir dari laman Biography dan Britannica, Mike Tyson merupakan juara tinju kelas berat termuda di dunia pada tahun 1986, kala itu usianya baru menginjak 20 tahun.

Sering menjadi sasaran perundungan, Michael Gerard Tyson memiliki tubuh kecil dan pemalu. Untuk mengatasi hal ini, ia mulai mengembangkan gaya pertarungan jalanan bersama gengnya. Namun aktivitas ini malah mendapatkan masalah.

Pria kelahiran 30 Juni 1966 di Brooklyn, New York, Mike Tyson sering berlalu lalang di kantor polisi karena aktivitas kriminal kecilnya. Saat usianya 13 tahun, ia telah ditangkap lebih dari 30 kali.

Perilaku buruk Mike Tyson membawanya ke Tryon School for Boys, di bagian utara New York, sebuah sekolah reformasi di bagian utara New York. Disinilah awal dari sebuah perubahan besar baginya.

Di sekolah itu, Mike bertemu dengan konselor Bobby Stewart, seorang juara tinju amatir. Pertemuan ini membuat Mike ingin belajar tinju, namun Stewart memiliki syarat agar Tyson terhindar dari masalah dan belajar lebih keras di sekolah.

Baca juga: Profil dan Biodata Taylor Swift yang Bakal Jadi Mata Kuliah Resmi di Harvard

Mike bukanlah siswa yang cerdas, namun ia berhasil meningkatkan kemampuan membacanya dalam hitungan bulan. Ia juga bertekad untuk mempelajari semua tentang tinju. Sering kali turun dari tempat tidur setelah jam malam untuk berlatih pukulan-pukulannya.

Setelah melihat potensi yang dimiliki Mike atas ajarannya, Bobby Stewart mengarahkannya kepada manajer tinju legendaris Constantine “Cus” D’Amato, yang memiliki gym di Catskill, New York.

D’Amato dikenal karena menaruh minat pribadi pada petarung yang menjanjikan. Ia juga telah menangani karir beberapa petinju sukses, termasuk Patterson dan Jose Torres.

Baca Juga :

Film Thailand, How To Make Millions Before Grandma Dies Meraih Kesuksesan di Indonesia
SEA Games 2025: Timnas Putri Indonesia Takluk 0-8 dari Thailand pada Laga Pembuka

Hubungan antara D’Amato dan Mike lebih dari sekedar hubungan seorang pelatih profesional dan petinju, mereka seperti memiliki hubungan ayah dan anak. Pasalnya, Mike kecil kehilangan sosok ayahnya yang pergi meninggalkan keluarga kecilnya.

Sekitar usia 20 tahun, Mike mengikuti uji coba Olimpiade 1984. Namun penampilannya tidak membuahkan kesuksesan besar, ia gagal masuk tim olimpiade setelah kalah dari Tillman, peraih medali emas.

Setelah kegagalan tersebut, D’Amato memutuskan sudah waktunya petarungnya ini menjadi profesional. Sang pelatih menyusun rencana permainan yang akan mematahkan gelar juara kelas berat bagi Mike sebelum berusia 21 tahun.

Previous Page12345Next Page

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Bambang Susantono: 50 Investor Asing Serius Bolak Balik Minat Proyek IKN
Next Article Dukung Rakyat Palestina, Houthi Semakin Gila Menyerang Israel Pakai Rudal Balistik
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index