By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Terlibat Tugas Sejarah dan Negara, Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko Ngaku Berkawan dengan Prabowo Subianto 
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Terlibat Tugas Sejarah dan Negara, Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko Ngaku Berkawan dengan Prabowo Subianto 

Terkini

Terlibat Tugas Sejarah dan Negara, Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko Ngaku Berkawan dengan Prabowo Subianto 

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko mengaku bahwa dirinya berkawan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto karena ada tugas sejarah yang harus dijalankan bersama.

Contents
Berkawan Karena Tugas SejarahPrabowo dan Budiman Lawan Politik di Zaman Orde BaruIndonesia Menuju Negara Maju

Hal itu disampaikan oleh Budiman saat diskusi di acara deklarasi Relawan Persatuan Nasional di Deli Serdang, Sumatera Utara

Budiman mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai dendam dengan Prabowo Subianto yang dulu adalah aparat saat dirinya masih jadi aktivis.

“Jadi setelah saya periksa selama 25 tahun, bahwa saya tidak pernah punya rasa dendam pada lawan-lawan saya maka saya yakin bismillahirrahmanirrahim ini lah jalannya,” kata Budiman.

Berkawan Karena Tugas Sejarah

Budiman menambahkan bahwa dulunya mereka berlawanan akrena tugas sejarah, namun sekarang berkawan juga karena tugas sejarah.

“Dulu kita berlawan karena tugas sejarah, sekarang kita berkawan juga karena tugas sejarah. Terima kasih,” lanjut Budiman.

Prabowo dan Budiman Lawan Politik di Zaman Orde Baru

Diketahui bahwa pria yang juga Menteri Pertahanan (Menhan) ini dengan Budiman merupakan lawan secara politik di zaman Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Saat itu, Budiman merupakan aktivis yang getol mendorong reformasi, sedangkan Prabowo Danjen Kopassus.

Indonesia Menuju Negara Maju

Budiman mengatakan jika dia menemui Prabowo Subianto supaya Indonesia ke depan tidak mengemis ke elit global jadi negara maju.

Baca Juga :

Menpora Soroti Pengamanan Kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Akibat Konflik Kamboja–Thailand
Kasus Polwan Bakar Suami di Mojokerto, Briptu Fadhilatun Nikmah Didampingi Tim Trauma Healing hingga Psikiater

“Demi tugas negara pula, saya harus bertemu dengan Bapak Prabowo Subianto supaya menghadapi tantangan ke depan kita tidak meminta-minta, kita tidak mengemis-ngemis, kita tidak memohon-mohon kepada penguasa-penguasa dunia, ‘mudahkanlah kami untuk Indonesia, mudahkanlah jalan kepada kami untuk jadi negara maju, mudahkanlah kami untuk jalan modern, mudahkanlah kami untuk jadi negara industri maju’, bukan, bukan itu doa dan harapan saya, saya tidak pernah berdoa untuk kemudahan,” kata Budiman Sudjatmiko.

Meski demikian, Budiman tidak mendoakan kemudahan kepada Indonesia menuju negara maju. Namun Budiman mendoakan agar Indonesia jadi negara maju dengan persatuan nasional.

“Untuk itu pula ketika saya perlakuan itu kepada diri saya sendiri, maka untuk negara pun doa saya sama, ‘jangan permudah jalan Indonesia jadi negara maju, hai tuan-tuan global nggak, kami nggak akan mengemis kamu. Jangan permudah kami untuk jadi negara kuat, hai tuan-tuan global, tidak. Tetapi dengan kedaulatan kami, dengan nalar kami dan moral kami, kami memilih untuk menjadi tuan dengan persatuan-persatuan nasional, itulah,” ungkap Budiman.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Biodata Ade Armando, Aktivis Sosmed yang Mundur Karena Cokro TV Bela Ganjar
Next Article Biodata Venna Melinda, Resmi Cerai dari Ferry Irawan karena KDRT
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

8 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

9 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index