By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Program Magang Nasional Terancam Sepi Mitra, Ini Penyebabnya
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Program Magang Nasional Terancam Sepi Mitra, Ini Penyebabnya

Terkini

Program Magang Nasional Terancam Sepi Mitra, Ini Penyebabnya

Jack
By
Jack
2 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi Magang. (Foto: Freepik)
SHARE

INVERSI.ID – Guru Besar Hukum Ketenagakerjaan dari Universitas Krisnadwipayana, Payaman Simanjuntak, menilai rencana pembagian beban biaya uang saku peserta Program Magang Nasional antara pemerintah dan perusahaan berpotensi mengurangi minat dunia usaha untuk terlibat.

Menurut Payaman, selama ini partisipasi perusahaan, khususnya dari sektor menengah hingga besar, sudah cukup terbatas meskipun pemerintah sebelumnya menanggung penuh uang saku peserta magang melalui anggaran negara.

“Bila sekarang pemerintah menghimbau perusahaan ikut membayar 20-30 persen uang saku peserta magang, tentu wajar saja. Cuman maksudnya perlu jelas, apakah sebagai tambahan bagi peserta magang atau untuk mengurangi beban pemerintah?” ujar Payaman kepada di Jakarta, Rabu (29/4).

Dalam tahap pertama Program Magang Nasional, uang saku peserta yang nilainya setara dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK) atau upah minimum provinsi (UMP) sepenuhnya dibiayai melalui APBN.

Payaman menjelaskan bahwa pada pelaksanaan awal program tersebut, perusahaan mitra hanya diminta memberikan bantuan berupa biaya transportasi dan uang makan bagi peserta magang.

“Sebab, program magang yang dilakukan dulu itu memang meminta perusahaan memberikan sekadar uang pengganti transpor dan uang makan bagi peserta magang,” jelasnya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto meminta perusahaan mulai menanggung sekitar 20 hingga 30 persen uang saku peserta magang pada tahap kedua program.

“Kami minta mereka (perusahaan) sharing (beban uang saku). Ya, 20-30 persen ditanggung korporasi,” ujar Airlangga saat menghadiri acara Jakarta Globe Insight di Jakarta, Selasa (29/4).

Ia mengatakan skema burden sharing perlu diterapkan karena pada tahap pertama seluruh uang saku peserta masih sepenuhnya dibayarkan pemerintah.

Baca Juga :

Kolaborasi Sepakbola Indonesia, Erick Thohir Luncurkan Motor Gesits Garuda Limited Edition
Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar Hujan, Status Masih Siaga

“Burden sharing harus kita dorong. Kalau kemarin kan 100 persen dibayar pemerintah,” katanya.

Di sisi lain, Yassierli sebelumnya telah menutup pelaksanaan Program Magang Nasional 2025 Tahap I yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga April 2026.

Data program menunjukkan sebanyak 16.112 peserta dinyatakan lolos seleksi, terdiri dari 14.952 peserta tahap 1A dan 1.160 peserta tahap 1B. Namun jumlah peserta aktif kemudian berkurang menjadi 11.949 orang.

Peserta yang menyelesaikan program selama enam bulan akan memperoleh sertifikat magang. Sementara peserta yang mengikuti program lebih dari tiga bulan namun belum mencapai enam bulan akan mendapatkan surat keterangan.

Yassierli mengatakan pemerintah saat ini masih mengkaji kemungkinan keterlibatan perusahaan dalam kontribusi uang saku peserta, terutama karena perusahaan juga memberikan pembinaan selama program berlangsung.

“Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tidak dominan,” ujar dia.

Program Magang Nasional tahap kedua sendiri direncanakan akan dibuka untuk sekitar 150 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:MagangProgram Magang
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tim Panjat Tebing Indonesia Bawa Modal Positif ke World Cup Usai Bersinar di Sanya 2026
Next Article Atlet Panjat Tebing Indonesia Bidik Olimpiade 2028 Usai Raih Perak di China
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

14 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

16 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index