INVERSI.ID – Di tengah krisis regenerasi petani dan tantangan global ketahanan pangan, Indonesia menawarkan secercah harapan lewat program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS). Program yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) RI ini membuka ruang bagi anak-anak muda di pedesaan untuk menjadi pionir pertanian modern, inovatif, dan berkelanjutan.
Keberhasilan program YESS bahkan menarik perhatian dunia. Dalam forum internasional South-South and Triangular Cooperation (SSTC) 2025, delegasi dari lima negara — India, Gambia, Kenya, Rwanda, dan Papua Nugini — datang ke Indonesia untuk belajar langsung dari lapangan, termasuk mengunjungi lokasi binaan program YESS.
Menteri Pertanian: Anak Muda Adalah Masa Depan Indonesia Emas
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan optimismenya bahwa generasi muda saat ini adalah fondasi Indonesia di masa depan.
“Dua puluh tahun ke depan, merekalah yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih hebat dari kita,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (23/4/2025).
Dari Petani Tradisional ke Wirausaha Modern
Program YESS merupakan hasil kerja sama antara Kementan dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Sejak diluncurkan lima tahun lalu, program ini telah menjangkau lebih dari 309.000 pemuda pedesaan, dengan 75.158 di antaranya berhasil mengembangkan usaha pertanian secara mandiri. Lebih dari 43.000 peserta juga mencatat peningkatan pendapatan yang signifikan.
Menurut Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Muhammad Amin, program YESS telah mengubah paradigma anak muda di desa. Mereka kini tak hanya menjadi petani, tapi juga wirausaha, inovator, dan agen perubahan.
“Ini bukan sekadar pengakuan untuk institusi, tapi juga bukti nyata bahwa pemuda desa bisa jadi motor kemajuan,” ucap Amin.
Ia juga menyoroti peran penting pendidikan vokasi, seperti yang dilakukan Polbangtan Bogor, dalam menyiapkan tenaga kerja terampil. Dari target awal 11.000 lulusan pendidikan vokasi (TVET), kini sudah 11.436 lulusan berhasil diserap di sektor pertanian.
Pendampingan Total, Bukan Sekadar Pelatihan
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan program YESS terletak pada pendekatannya yang menyeluruh. Anak muda tidak hanya dibekali modal dan pelatihan, tapi juga mendapat pendampingan intensif dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
“Kalau kita ingin mereka bertahan di pertanian, kita harus hadir bukan hanya sebagai pelatih, tapi sebagai teman seperjalanan,” jelas Idha.
Jadi Inspirasi Internasional
Kisah sukses peserta program YESS menjadi daya tarik tersendiri bagi delegasi internasional. Mereka menyaksikan langsung transformasi anak muda Indonesia, dari pengangguran menjadi pengusaha hortikultura, dari lahan kosong menjadi lahan produktif dengan irigasi tetes rakitan sendiri.
Program YESS membuktikan bahwa pertanian bukanlah profesi masa lalu, tapi masa depan, selama generasi muda diberi ruang dan dukungan untuk tumbuh.***