By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Revolusi Sunyi di Himalaya, Gen Z Siap Ubah Arah Nepal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Revolusi Sunyi di Himalaya, Gen Z Siap Ubah Arah Nepal

Terkini

Revolusi Sunyi di Himalaya, Gen Z Siap Ubah Arah Nepal

Jack
By
Jack
8 months ago
Share
7 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Nepal kini tengah menyaksikan babak baru dalam sejarah politiknya. Bukan karena manuver partai lama atau koalisi klasik, melainkan karena munculnya kekuatan baru yang digerakkan oleh generasi muda. Di tengah rasa frustrasi terhadap stagnasi ekonomi dan krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah, kelompok yang menamakan diri sebagai Gerakan Gen Z mulai mencuri perhatian publik dan media.

Contents
Misi Generasi Baru: Suara Langsung, Ekonomi BangkitGenerasi yang Tak Mau Diam

Gerakan ini dipimpin oleh Miraj Dhungana, sosok muda yang kini jadi sorotan di Kathmandu. Dalam konferensi pers yang digelar kemarin, Dhungana dan kelompoknya mengumumkan langkah berani: membentuk partai politik yang sepenuhnya digerakkan oleh generasi muda Nepal. Namun, mereka menegaskan tidak akan langsung ikut serta dalam pemilu—setidaknya sampai syarat-syarat dasar perjuangan mereka terpenuhi.

Dhungana menekankan bahwa pembentukan partai ini bukan sekadar manuver politik, tetapi langkah strategis untuk menyatukan energi, idealisme, dan kemarahan anak muda yang selama ini terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan nasional.

“Kami akan terus memperjuangkan isu-isu seperti mempromosikan tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, dan pemberantasan korupsi. Kami tidak akan membiarkan pengorbanan generasi muda Gen-Z sia-sia,” ujarnya seperti dikutip dari NDTV, Minggu (19/10/2025).

Misi Generasi Baru: Suara Langsung, Ekonomi Bangkit

Gerakan Gen Z ini membawa dua tuntutan besar yang dinilai bisa mengubah arah politik Nepal: sistem eksekutif yang dipilih secara langsung dan hak suara bagi warga Nepal di luar negeri. Bagi Dhungana, dua hal ini adalah fondasi demokrasi modern yang inklusif dan relevan dengan zaman.

Menurutnya, ribuan warga Nepal yang bekerja di luar negeri telah lama menjadi penopang ekonomi nasional lewat remitansi, namun ironisnya, mereka tak memiliki suara dalam menentukan arah kebijakan negara.

“Sudah saatnya diaspora Nepal ikut menentukan masa depan bangsanya,” tegasnya.

Selain fokus pada isu politik, kelompok ini juga menyoroti mandeknya ekonomi Nepal yang dinilai menjadi akar dari meningkatnya eksodus tenaga kerja muda. Dalam pidatonya, Dhungana menyoroti perlunya kebijakan yang berfokus pada peningkatan produksi dalam negeri dan penciptaan lapangan kerja baru.

“Kita dikelilingi oleh dua negara tetangga yang padat penduduk dengan total populasi tiga miliar jiwa, kita perlu memfokuskan perhatian kita pada peningkatan produksi kita yang menyasar pasar-pasar di sekitar kita,” ujarnya.

Baca Juga :

Berhasil Raih Emas di SEA Games 2023, PSSI Gelar Arak-arakan dari GBK ke Bundaran HI untuk Timnas U-22
Fakta-Fakta Pembunuhan Pengusaha Tembaga Boyolali, Pelaku Teman Dekat Korban

Bagi Dhungana, potensi besar Nepal sering kali terkubur di bawah sistem birokrasi yang lambat, korupsi yang merajalela, dan visi pembangunan yang tidak berkelanjutan. Ia percaya bahwa dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan pariwisata, Nepal bisa menjadi pusat pertumbuhan baru di Asia Selatan.

Ia juga menyerukan kepada pemerintah sementara untuk segera memulai langkah konkret, seperti membuka kembali industri-industri yang sempat berhenti beroperasi dan mendorong investasi pada sektor kreatif dan teknologi. “Nepal butuh arah ekonomi baru yang berani,” katanya.

Generasi yang Tak Mau Diam

Kelahiran partai politik yang diinisiasi Gen Z ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpuasan terhadap pemerintahan tradisional. Bagi banyak anak muda Nepal, sistem politik yang ada terasa usang dan tidak lagi mewakili kepentingan rakyat, terutama generasi muda.

Dhungana menggambarkan langkah ini sebagai gerakan moral dan intelektual, bukan sekadar ambisi politik. Ia menilai bahwa sistem demokrasi Nepal sudah terlalu lama didominasi oleh elit lama yang gagal mengatasi masalah-masalah mendasar seperti pengangguran, ketimpangan, dan korupsi.

“Pembentukan partai politik ini sangat penting untuk menyatukan para pemuda yang terkait dengan gerakan Gen Z,” ujarnya, menegaskan misi kolektif untuk menciptakan wadah politik yang lebih transparan dan terbuka.

Kelompok ini juga mengusulkan pembentukan komite investigasi yang dipimpin langsung oleh warga negara untuk mengawasi pengendalian korupsi dan memastikan transparansi kebijakan publik. Langkah ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga pemerintahan.

Dhungana menegaskan, pembangunan ekonomi Nepal yang stagnan bukan hanya akibat pandemi, tapi juga karena pemerintah gagal mengelola bonus demografi. Banyak pemuda berbakat akhirnya memilih pergi ke luar negeri karena merasa tak ada peluang di dalam negeri.

“Pemerintahan sebelumnya harus bertanggung jawab atas eksodus besar-besaran tenaga muda ini,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya memperkuat sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Nepal. Dengan potensi alam dan budaya yang luar biasa, pariwisata bisa menjadi jalan bagi penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan devisa negara.

Namun bagi Gen Z Nepal, ini bukan sekadar soal ekonomi. Ini tentang keadilan sosial, transparansi, dan masa depan bangsa yang lebih inklusif. Bagi mereka, teknologi dan informasi bukan hanya alat hiburan, tapi sarana membangun kesadaran politik baru.

Kini, kelompok Dhungana tengah mengumpulkan saran publik untuk menentukan nama partai politik mereka. Langkah ini sekaligus menjadi simbol keterbukaan dan partisipasi, dua hal yang mereka yakini sebagai kunci untuk menciptakan gerakan politik yang benar-benar mewakili suara rakyat.

Presiden Nepal, Ramchandra Paudel, sebelumnya telah menetapkan tanggal pemilihan umum baru pada 5 Maret tahun depan, bersamaan dengan pembentukan pemerintahan sementara yang dipimpin mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki, pada 12 September lalu.

Konteks ini membuat gerakan Gen Z semakin relevan. Meski belum akan ikut dalam pemilu mendatang, pesan mereka sudah jelas: masa depan politik Nepal tidak lagi bisa diserahkan sepenuhnya pada generasi lama.

Dhungana dan kelompoknya meyakini bahwa perubahan nyata hanya bisa lahir jika generasi muda berani mengambil peran, bukan sekadar menjadi penonton. Dengan idealisme yang kuat dan keinginan untuk membangun tata kelola yang bersih, mereka berharap bisa menginspirasi gelombang baru kesadaran politik di kalangan pemuda Asia Selatan.

Kini mata publik tertuju pada mereka—apakah ini hanya ledakan sesaat atau awal dari revolusi politik generasi digital di Nepal. Satu hal pasti, bagi Gen Z Nepal, perubahan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban moral untuk menyelamatkan masa depan bangsanya.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:gen zNepal
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ganda Putra MAN 7 Jakarta meraih Juara 1 Bulutangkis Tingkat Provinsi DKI Jakarta pada Kamis, (16/10/.2025) di Jakarta Prestasi Membanggakan, MAN 7 Jakarta Kuasai Bulutangkis Tingkat Provinsi
Next Article Ilustrasi flat-style anak sekolah Gen Z sedang mengemas buket snack dan minuman cup di meja belajar; ada HP menampilkan IG Story “PO Hari Ini”, kemasan zip snack rapi berstiker, pencahayaan natural, warna cerah pastel, komposisi clean Pelajar Cuan dari Modal Rp100 Ribu, Hingga 17+ Ide Bisnis Gampang, Anti Ribet, Ramah Jadwal Sekolah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

9 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

11 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index