By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: RI Bangun Benteng Energi! Storage Minyak Raksasa untuk 90 Hari di Dumai–Cilacap Disiapkan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » RI Bangun Benteng Energi! Storage Minyak Raksasa untuk 90 Hari di Dumai–Cilacap Disiapkan

EkonomiTerkini

RI Bangun Benteng Energi! Storage Minyak Raksasa untuk 90 Hari di Dumai–Cilacap Disiapkan

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 months ago
Share
4 Min Read
(ilustrasi) Strategi besar untuk memperkuat keamanan energi nasional disiapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan rencana pembangunan storage minyak raksasa di sejumlah lokasi vital, mulai dari Sumatera, Dumai hingga Cilacap. (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Pemerintah mulai menjalankan strategi besar untuk memperkuat keamanan energi nasional. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia tengah menyiapkan pembangunan storage minyak raksasa di sejumlah lokasi vital, mulai dari Sumatera, Dumai hingga Cilacap.

Langkah ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Pemerintah ingin mengubah cara Indonesia mengelola cadangan minyak dan energi, dari yang selama ini hanya cukup untuk kebutuhan jangka pendek, menjadi cadangan strategis hingga tiga bulan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menempatkan proyek storage minyak nasional sebagai bagian dari strategi besar memperkuat kedaulatan energi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Saat ini, kapasitas storage minyak nasional masih berada di kisaran lebih dari 20 hari cadangan operasional. Angka ini dinilai belum cukup kuat untuk menghadapi gangguan pasokan global.

Karena itu, pemerintah menargetkan peningkatan bertahap hingga 60 hari, sebelum akhirnya mencapai standar 90 hari cadangan energi strategis.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pembangunan storage minyak akan difokuskan di jalur penting pasokan energi nasional.

Dua lokasi yang menjadi prioritas adalah kawasan sekitar Kilang Dumai di Sumatera dan Kilang Cilacap di Jawa Tengah.

“Dumai dan Cilacap itu jalur penting bagi kilang dalam negeri. Kita akan tentukan lokasi yang paling prioritas untuk dibangun lebih dulu,” kata Yuliot kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (13/3/2026)

Dengan pembangunan storage minyak ini, pemerintah ingin menciptakan sistem cadangan energi yang lebih kuat, sehingga Indonesia tidak lagi berada dalam posisi rentan ketika terjadi gangguan pasokan global.

Baca Juga :

Fadli Zon Ingin Banyak Anak Muda Tertarik Jadi Petani
Indonesia Ajak Jepang Bangun Investasi Dukung MBG

Investor Global Mulai Berebut Masuk

Proyek storage minyak raksasa ini juga mulai menarik perhatian investor internasional. Salah satu yang sedang menjajaki kerja sama adalah konglomerasi energi asal India Essar Group melalui anak usahanya Essar Oil UK Ltd.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan perwakilan Essar bahkan sudah datang langsung melihat potensi kerja sama di kilang Pertamina, termasuk di Kilang Plaju.

“Kemarin mereka sudah berkunjung ke lokasi kilang kami untuk melihat peluang pembangunan storage tambahan,” kata Simon.

Pertamina juga membuka pintu bagi investor lain yang ingin berpartisipasi dalam proyek investasi energi berskala nasional ini.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan pembangunan storage minyak di Sumatra merupakan bagian dari strategi memperkuat infrastruktur energi nasional.

Meski sebagian proyek bisa melibatkan swasta, minyak yang tersimpan nantinya tetap dihitung sebagai cadangan energi nasional.

“Kalau perhitungannya tetap masuk cadangan nasional, walaupun pembangunannya bisa dilakukan oleh swasta,” kata Laode.

Pemerintah kini ingin memutus pola lama pengelolaan energi yang sering disebut sebagai “hand-to-mouth energy supply”, yakni kondisi ketika stok energi hanya cukup untuk kebutuhan jangka pendek. Sebagai gantinya, Indonesia mulai membangun sistem “tabungan energi nasional.”

Dengan jaringan storage minyak raksasa dari Dumai hingga Cilacap, pemerintah berharap Indonesia memiliki benteng energi yang mampu menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan meski dunia menghadapi krisis pasokan minyak.

Dalam konteks geopolitik global yang semakin tidak menentu, pembangunan proyek ini mengindikasikan keamanan energi bukan lagi pilihan—tetapi kebutuhan strategis bagi masa depan Indonesia.

You Might Also Like

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN
Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
TAGGED:CilacapDumaiKementerian ESDMStorage nasional
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Ilustrasi AI-Generated Mengulas Aliran Dana Filantropi George Soros ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia
Next Article Menteri Bahlil Lahadalia Dorong Aliansi Energi Indo-Pasifik untuk Hadapi Krisis Global
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index