By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Mengulas Aliran Dana Filantropi George Soros ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mengulas Aliran Dana Filantropi George Soros ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia

Politik

Mengulas Aliran Dana Filantropi George Soros ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
4 months ago
Share
3 Min Read
Foto : Ilustrasi AI-Generated
Foto : Ilustrasi AI-Generated
SHARE

JAKARTA – Dinamika politik domestik Indonesia kembali diguncang oleh temuan laporan investigasi yang mengungkap keterlibatan pendanaan asing berskala besar dalam operasional sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM di tanah air.

Laporan dari Sunday Guardian Live menyebutkan bahwa Open Society Foundations atau OSF yang merupakan yayasan filantropi milik miliarder kawakan George Soros telah menggelontorkan dana senilai puluhan miliar rupiah.

Fenomena ini memicu perdebatan serius di kalangan pengamat mengenai kedaulatan politik dan potensi intervensi asing melalui jaring-jaring kekuatan sipil.

Berdasarkan dokumen internal yang berhasil dikutip oleh media tersebut, terungkap sebuah skema pendanaan untuk rencana anggaran periode 2026 hingga 2028. Nilai yang tercatat tidak main-main yakni mencapai angka 1,8 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan kurang lebih 30 miliar rupiah.

Aliran dana tersebut disalurkan melalui Kurawal Foundation yang bertindak sebagai jembatan untuk mendanai berbagai gerakan akar rumput dan mobilisasi kepemimpinan muda di Indonesia. Bagi seorang pakar, besaran angka ini bukan sekadar bantuan kemanusiaan melainkan bentuk investasi strategis dalam memengaruhi arah kebijakan sebuah negara berkembang.

Soros melalui jaringan OSF memang dikenal secara global sering masuk ke dalam celah demokrasi negara-negara yang sedang mengalami transisi politik. Dalam dokumen strategis Kurawal 2024 hingga 2029 yang bertajuk Building Bridges, Filling Gaps, terdapat poin-poin yang cukup provokatif dalam penyebutannya terhadap transisi kepemimpinan di Indonesia.

Era kepemimpinan Joko Widodo disebut sebagai dekade pembongkaran demokrasi, sementara era Prabowo Subianto diposisikan dengan narasi yang lebih waspada. Hal ini menunjukkan bahwa ada framing politik tertentu yang ingin dibangun oleh penyedia dana terhadap pemerintahan yang sah.

Data yang terkumpul juga menunjukkan bahwa ini bukan merupakan praktik baru. Secara historis, pendanaan rutin telah mengalir dalam jumlah fantastis. Kurawal Foundation tercatat telah menerima akumulasi dana senilai hampir 100 miliar rupiah sejak tahun 2020. Tidak hanya itu, Yayasan Celios Pencerah Bangsa juga tercatat mendapatkan kucuran dana yang nilainya ditaksir mencapai 45 miliar rupiah.

Jika ditarik kesimpulan dari kacamata kebijakan publik, ketergantungan LSM lokal terhadap dana donor asing dapat mengaburkan objektivitas kritik yang mereka sampaikan, karena agenda yang dijalankan cenderung harus selaras dengan visi penyandang dana.

Baca Juga :

Gaspol! 8 Siswa SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Melaju ke OSN Provinsi: Bukti Sekolah Swasta Juga Bisa Cetak Juara Sains Mendunia!
Peluncuran mobil Mazda 6e yang mulia dijual di Eropa

Melihat fakta bahwa pendanaan ini masih berstatus aktif hingga beberapa tahun ke depan, publik perlu menyadari adanya potensi pengalihan isu atau mobilisasi massa yang dikendalikan oleh kepentingan eksternal.

Di tengah upaya Indonesia untuk memperkuat ekonomi dan posisi geopolitik di kancah global, transparansi dana asing bagi organisasi non pemerintah menjadi hal yang mendesak untuk diawasi.

Kemandirian gerakan masyarakat sipil adalah kunci dari demokrasi yang sehat, namun ketika demokrasi tersebut digerakkan oleh dolar dari luar negeri, maka kedaulatan bangsa taruhannya. Kita harus lebih jeli melihat apakah sebuah narasi kritik murni lahir dari kegelisahan rakyat atau justru merupakan pesanan dari pihak yang ingin melihat stabilitas nasional goyah.

You Might Also Like

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP
Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”
Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah
Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus
TAGGED:AsingGeorge SorosindonesiaKurawal FoundationLembaga Swadaya MasyarakatLSMOpen Society FoundationsYayasan Celios
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Taman Bendera Pusaka Resmi Dibuka, Jakarta Tambah Ruang Terbuka Hijau Modern
Next Article RI Bangun Benteng Energi! Storage Minyak Raksasa untuk 90 Hari di Dumai–Cilacap Disiapkan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
Foto : Apresiasi kepada Polri atas dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : Inversi.id)
MBG

Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”

2 weeks ago
HukumTerkini

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

2 weeks ago
HukumTerkini

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index