By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Rp118 Triliun Subsidi Bocor. Pakar Dukung Menteri ESDM Perketat BBM Demi Melawan Mafia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rp118 Triliun Subsidi Bocor. Pakar Dukung Menteri ESDM Perketat BBM Demi Melawan Mafia

Ekonomi

Rp118 Triliun Subsidi Bocor. Pakar Dukung Menteri ESDM Perketat BBM Demi Melawan Mafia

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 months ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai sistem subsidi energi saat ini masih penuh celah untuk dinikmati kelompok yang tidak berhak. Kebocoran subsidi energi disebut sudah memasuki tahap darurat dengan nilai mencapai Rp118,7 triliun hanya hingga Maret 2026. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA — Kebocoran subsidi energi disebut sudah memasuki tahap darurat. Nilainya bahkan mencapai Rp118,7 triliun hanya hingga Maret 2026. Pakar kebijakan publik mendesak pemerintah segera memperketat aturan distribusi BBM subsidi dan memperkuat pengawasan digital agar uang negara tidak terus dirampok mafia energi.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai sistem subsidi energi saat ini masih penuh celah sehingga banyak dinikmati kelompok yang tidak berhak.

Ia mengibaratkan subsidi BBM seperti air yang dituangkan ke tangki bocor. Tujuannya untuk membantu rakyat, tetapi justru mengalir ke pihak lain.

“Mobil pribadi kelompok menengah atas tetap bisa menikmati harga BBM subsidi. Pelangsir dan pengecer tidak resmi bisa mengambil keuntungan dari selisih harga,” ujar Achmad dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, besarnya angka subsidi yang bocor menjadi bukti bahwa pembenahan sistem distribusi sudah tidak bisa ditunda lagi. Apalagi, data aparat penegak hukum menunjukkan praktik penyelewengan BBM subsidi masih marak terjadi.

Dalam waktu singkat, ratusan pelaku penyalahgunaan BBM subsidi telah ditangkap. Sedikitnya 330 tersangka kasus penyelewengan BBM subsidi diamankan aparat, mulai dari pelangsir hingga mafia distribusi.

Kasus tersebut dinilai memperkuat urgensi kebijakan pengetatan distribusi BBM yang selama ini didorong Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Achmad menegaskan, menambah anggaran subsidi bukan solusi bila kebocoran distribusi tidak ditutup.

“Kebocoran tersebut mencakup desain subsidi berbasis barang, distribusi kuota yang kurang transparan, pengawasan konsumsi yang lemah, hingga komunikasi publik yang sering terlambat,” katanya.

Baca Juga :

Tips Terhidrasi saat Cuaca Panas Esktrem bagi Penderita Diabetes
Biodata dan Profil Sintya Marisca, Pemeran Habibah di Sinetron Amanah Wali 7

Ia mengungkapkan realisasi subsidi dan kompensasi energi hingga Maret 2026 mencapai Rp118,7 triliun atau sekitar 26,6 persen dari total pagu APBN 2026. Angka itu terdiri dari kompensasi Rp66,5 triliun dan subsidi Rp52,5 triliun.

“Ini bukan angka kecil. Ini sinyal bahwa energi bukan lagi sekadar isu harga di pompa bensin, tetapi persoalan ketahanan fiskal negara,” tegasnya.

Achmad juga menyoroti lemahnya transparansi distribusi BBM subsidi yang memicu kepanikan masyarakat di sejumlah daerah. Salah satunya terjadi di Palangka Raya saat warga kesulitan mendapatkan Pertalite.

Situasi diperparah setelah 13 SPBU Pertamina beralih menjadi SPBU Signature sejak 1 Mei 2026 sehingga tidak lagi menjual BBM subsidi.

“Publik tidak hanya membutuhkan stok, tetapi juga kepastian. Tanpa transparansi, antrean akan berubah menjadi kepanikan,” ujarnya.

Ia mengingatkan pengurangan kuota Pertalite dan solar subsidi tahun 2026 berpotensi memperburuk kondisi di lapangan jika distribusi tidak diawasi ketat.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu segera memperkuat sistem digital pengawasan BBM subsidi, mulai dari QR code, pencatatan kendaraan, hingga pemantauan distribusi secara real time agar subsidi benar-benar diterima rakyat kecil, bukan mafia.

“Inilah kesalahan umum dalam kebijakan energi: negara sering menghitung subsidi dari atas, sementara masyarakat merasakan dampaknya dari bawah,” pungkas Achmad.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman
TAGGED:Achmad Nur HidayatKevocoran subsidi BBMMafia BBM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article CNG Bisa Hemat APBN Rp130 Triliun, Indonesia Mulai Tinggalkan LPG Impor
Next Article Sejumlah warga menerima bantuan makan bergizi gratis (MBG) di lokasi banjir di RT 05/RW 08, Jalan Jembatan Gantung, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto : ANTARA/Luthfia Miranda Putri) Evaluasi Tata Kelola PSN! Urgensi Operasional Program MBG
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

7 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index