INVERSI.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara akhirnya resmi memberlakukan program sekolah lima hari untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB mulai tahun ajaran baru 2025/2026. Program ini diterapkan secara serentak di sekolah negeri maupun swasta setelah mendapatkan persetujuan Gubernur Sumut melalui Surat Keputusan (SK) yang telah ditandatangani.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, menyatakan kebijakan sekolah lima hari di Sumut ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memberi waktu lebih bagi siswa untuk kegiatan di luar sekolah, seperti pengembangan bakat, karakter, dan interaksi sosial.
“Penerapan sekolah lima hari ini akan dimulai pada 14 Juli 2025 mendatang, serentak untuk semua SMA/K dan SLB, baik negeri maupun swasta. SK Gubernur sudah ditandatangani oleh Bapak Bobby Nasution,” ujar Alexander, Kamis (10/7).
Penerapan Serentak untuk Sekolah Negeri dan Swasta
Alexander menjelaskan bahwa kebijakan ini berlaku untuk seluruh satuan pendidikan pada jenjang yang sudah ditentukan, tanpa membedakan status sekolah negeri atau swasta. Menurutnya, sebagian sekolah swasta bahkan sudah lebih dulu menerapkan sistem sekolah lima hari sebelum kebijakan ini dirilis resmi.
“Jadi sekolah harus menyesuaikan. Selama ini juga, sebelum ada aturan resmi, rata-rata sekolah swasta sudah lebih dulu melaksanakan sekolah lima hari,” ujarnya.
Dengan adanya SK Gubernur, semua sekolah kini diwajibkan mengikuti kebijakan tersebut. Disdik Sumut juga telah mendistribusikan Petunjuk Teknis (Juknis) kepada semua sekolah yang berisi panduan pelaksanaan, termasuk pengaturan jam masuk, durasi belajar, hingga jam pulang siswa.
Tahun Ajaran Baru Dimulai 14 Juli 2025
Tahun ajaran baru 2025/2026 di Sumatera Utara akan dimulai pada Senin, 14 Juli 2025. Pada hari itu pula sistem sekolah lima hari secara resmi diberlakukan.
Alexander menegaskan kembali bahwa pihak sekolah harus mematuhi aturan baru ini dan melakukan penyesuaian jadwal sebaik mungkin.
“Kita sudah sosialisasikan sejak jauh-jauh hari. Jadi di tahun ajaran baru ini semua sekolah harus sudah siap,” katanya.
Menurutnya, kebijakan sekolah lima hari memiliki sejumlah manfaat, seperti memberi waktu dua hari untuk keluarga dan kegiatan sosial siswa, sekaligus memperkuat program pendidikan karakter yang saat ini sedang digencarkan pemerintah daerah.
Alasan Penerapan Sekolah Lima Hari
Disdik Sumut menyebutkan beberapa alasan utama di balik penerapan program sekolah lima hari:
- Efisiensi waktu belajar: Siswa tetap mendapatkan jumlah jam pelajaran yang sama, namun dikonsentrasikan dalam lima hari sekolah.
- Waktu berkualitas dengan keluarga: Dua hari libur memberi ruang lebih besar untuk kebersamaan keluarga dan kegiatan positif di luar sekolah.
- Penguatan pendidikan karakter: Siswa punya waktu untuk mengembangkan keterampilan sosial, spiritual, dan kreatif di luar lingkungan sekolah formal.
- Harmonisasi dengan kebijakan nasional: Program ini sejalan dengan arahan Kemendikbudristek terkait penataan waktu belajar yang efektif.
Aturan Teknis di Sekolah
Dalam Juknis yang telah dikirimkan ke sekolah-sekolah, dijelaskan pengaturan waktu belajar untuk SMA, SMK, dan SLB. Jam masuk sekolah tetap pada pukul 07.00 WIB, sementara jam pulang disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum masing-masing sekolah, rata-rata sekitar pukul 14.00–15.00 WIB.
“Yang penting adalah total jam belajar dalam seminggu tetap terpenuhi sesuai kurikulum nasional,” jelas Alexander.
Selain itu, pihak sekolah juga dianjurkan mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler pada hari sekolah agar siswa tetap aktif, produktif, dan tidak terlalu terbebani pekerjaan rumah yang berlebihan.
Respon Sekolah dan Orang Tua
Sejumlah kepala sekolah menyambut baik kebijakan ini karena memberi kesempatan siswa untuk lebih seimbang antara belajar dan aktivitas nonakademik.
Orang tua juga sebagian besar mendukung, meskipun ada juga yang berharap pihak sekolah dapat memastikan jadwal tidak terlalu padat sehingga anak-anak tidak kelelahan.
“Kami berharap sekolah bisa mengatur jadwal yang ideal. Jangan sampai anak terlalu lelah karena jam belajar dipadatkan,” ungkap salah seorang wali murid SMA Negeri di Medan.
Harapan Pemprov Sumut
Melalui kebijakan ini, Pemprov Sumut berharap kualitas pendidikan semakin meningkat tanpa mengabaikan kesejahteraan psikologis siswa. Gubernur Sumut Bobby Nasution juga berharap sekolah lima hari dapat berjalan lancar dan menjadi kebijakan yang membawa manfaat nyata.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan punya waktu berkualitas dengan keluarganya,” ucap Bobby dalam kesempatan berbeda.
Ke depan, Pemprov Sumut juga akan mengevaluasi pelaksanaan sekolah lima hari secara berkala untuk melihat efektivitas program ini dan menampung masukan dari masyarakat.