INVERSI.ID – Pemerintah Iran memberikan izin bagi kapal-kapal dari sejumlah negara mitra untuk melintasi Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebutkan bahwa kebijakan tersebut berlaku bagi negara-negara yang dianggap memiliki hubungan baik dengan Teheran.
“Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz,” kata Abbas Araghchi seperti disiarkan oleh saluran televisi satelit Lebanon, Al Mayadeen.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak memiliki alasan untuk memberikan akses yang sama kepada kapal-kapal yang berasal dari negara yang dianggap sebagai pihak lawan.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil.
Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini berdampak langsung pada stabilitas jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute vital distribusi energi dunia, khususnya untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke berbagai negara.
Ketegangan yang terus meningkat memicu kondisi blokade de facto di jalur tersebut. Dampaknya, aktivitas ekspor dan produksi minyak di kawasan terganggu, sehingga memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai belahan dunia.