INVERSI.ID – Dokter spesialis kulit dan kelamin R Amanda Sumantri mengingatkan bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang dapat memicu photoaging atau penuaan dini pada kulit. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko kanker kulit.
“Paparan sinar ultraviolet yang mengenai kulit selama bertahun-tahun akan mengubah DNA dalam sel-sel kulit sehingga memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit,” kata dr. R Amanda yang berpraktik di RS Premier Bintaro dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (26/3).
Ia menjelaskan bahwa tanda-tanda penuaan dini umumnya muncul pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, punggung tangan, lengan, kaki, hingga area dada bagian atas.
Gejalanya bisa berupa munculnya pembuluh darah halus menyerupai jaring di area hidung, pipi, dan leher, berkurangnya elastisitas kulit, hingga timbulnya garis halus serta kerutan di sekitar mata dan mulut.
Tak hanya itu, paparan sinar UV juga berpotensi memicu berbagai masalah kulit lain, seperti keratosis aktinik yang ditandai bercak merah kasar dan bersisik, perubahan pigmen seperti melasma, bintik penuaan, hingga munculnya bercak putih pada lengan, kaki, dan punggung tangan.
Menurut Amanda, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan warna kulit menjadi tidak merata, tekstur kulit berubah, serta memicu penipisan lapisan kulit.
Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan penggunaan tabir surya dengan SPF tinggi dan tahan air setiap hari, khususnya pada area kulit yang terbuka. Penggunaan sunscreen juga perlu diulang setiap dua jam untuk perlindungan optimal.
Selain itu, perlindungan tambahan seperti mengenakan topi bertepi lebar, kacamata hitam dengan perlindungan UV, serta pakaian berlengan panjang juga dianjurkan saat beraktivitas di luar ruangan.
“Menghindari paparan sinar matahari langsung mulai pukul 10 pagi sampai 4 sore juga dapat membantu mengurangi risiko,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kerusakan DNA pada sel kulit akibat paparan sinar UV tidak bisa sepenuhnya kembali seperti semula. Meski demikian, berbagai metode perawatan medis tetap dapat membantu memperbaiki tampilan kulit yang mengalami penuaan dini.
Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain laser skin rejuvenation untuk merangsang produksi kolagen dan mengurangi kerutan, microdermabrasion untuk mengangkat sel kulit mati, serta chemical peeling guna memperbaiki warna kulit yang tidak merata.
Pilihan lainnya termasuk penggunaan dermal filler untuk menggantikan kolagen yang hilang, serta terapi intense pulsed light (IPL) yang memanfaatkan gelombang cahaya untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dini.
Amanda mengimbau masyarakat agar mulai menjaga kesehatan kulit sejak dini, sehingga risiko penuaan dini maupun gangguan kulit akibat paparan sinar matahari dapat diminimalkan.