By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Waspada Sinar UV, Dokter Ungkap Risiko Penuaan Dini dan Kanker Kulit
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Waspada Sinar UV, Dokter Ungkap Risiko Penuaan Dini dan Kanker Kulit

Kesehatan

Waspada Sinar UV, Dokter Ungkap Risiko Penuaan Dini dan Kanker Kulit

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi -- Penggunaan tabir surya dapat membantu melindungi kulit dari dampak paparan sinar UV matahari. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Dokter spesialis kulit dan kelamin R Amanda Sumantri mengingatkan bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang dapat memicu photoaging atau penuaan dini pada kulit. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko kanker kulit.

“Paparan sinar ultraviolet yang mengenai kulit selama bertahun-tahun akan mengubah DNA dalam sel-sel kulit sehingga memicu penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit,” kata dr. R Amanda yang berpraktik di RS Premier Bintaro dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (26/3).

Ia menjelaskan bahwa tanda-tanda penuaan dini umumnya muncul pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, leher, punggung tangan, lengan, kaki, hingga area dada bagian atas.

Gejalanya bisa berupa munculnya pembuluh darah halus menyerupai jaring di area hidung, pipi, dan leher, berkurangnya elastisitas kulit, hingga timbulnya garis halus serta kerutan di sekitar mata dan mulut.

Tak hanya itu, paparan sinar UV juga berpotensi memicu berbagai masalah kulit lain, seperti keratosis aktinik yang ditandai bercak merah kasar dan bersisik, perubahan pigmen seperti melasma, bintik penuaan, hingga munculnya bercak putih pada lengan, kaki, dan punggung tangan.

Menurut Amanda, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan warna kulit menjadi tidak merata, tekstur kulit berubah, serta memicu penipisan lapisan kulit.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan penggunaan tabir surya dengan SPF tinggi dan tahan air setiap hari, khususnya pada area kulit yang terbuka. Penggunaan sunscreen juga perlu diulang setiap dua jam untuk perlindungan optimal.

Selain itu, perlindungan tambahan seperti mengenakan topi bertepi lebar, kacamata hitam dengan perlindungan UV, serta pakaian berlengan panjang juga dianjurkan saat beraktivitas di luar ruangan.

“Menghindari paparan sinar matahari langsung mulai pukul 10 pagi sampai 4 sore juga dapat membantu mengurangi risiko,” ujarnya.

Baca Juga :

Profil Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal Dunia, Korban Kecelakaan Helikopter
Catatan Penting Erick Thohir Jelang FIFA Matchday Lawan Argentina di GBK, Singgung Kenyamanan Atlet

Ia menambahkan bahwa kerusakan DNA pada sel kulit akibat paparan sinar UV tidak bisa sepenuhnya kembali seperti semula. Meski demikian, berbagai metode perawatan medis tetap dapat membantu memperbaiki tampilan kulit yang mengalami penuaan dini.

Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain laser skin rejuvenation untuk merangsang produksi kolagen dan mengurangi kerutan, microdermabrasion untuk mengangkat sel kulit mati, serta chemical peeling guna memperbaiki warna kulit yang tidak merata.

Pilihan lainnya termasuk penggunaan dermal filler untuk menggantikan kolagen yang hilang, serta terapi intense pulsed light (IPL) yang memanfaatkan gelombang cahaya untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dini.

Amanda mengimbau masyarakat agar mulai menjaga kesehatan kulit sejak dini, sehingga risiko penuaan dini maupun gangguan kulit akibat paparan sinar matahari dapat diminimalkan.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Kesehatan KulitPerawatan Kulit
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Mendiktisaintek Tegaskan SMA Unggul Garuda Bukan Sekolah Elit
Next Article Selat Hormuz Memanas, Iran Batasi Akses Hanya untuk Negara Mitra
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index