By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Shafa Aminy Rifwan, Mojang Jajaka Bogor yang Suarakan Kesehatan Mental Remaja
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Shafa Aminy Rifwan, Mojang Jajaka Bogor yang Suarakan Kesehatan Mental Remaja

Terkini

Shafa Aminy Rifwan, Mojang Jajaka Bogor yang Suarakan Kesehatan Mental Remaja

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
6 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Di tengah riuhnya dunia digital dan budaya instan yang sering bikin generasi muda kehilangan arah, sosok Shafadhiya Aminy Rifwan atau yang akrab disapa Shafa hadir sebagai representasi semangat muda yang nggak cuma aktif, tapi juga punya arah dan misi yang jelas. Gadis berusia 22 tahun ini adalah mahasiswi Psikologi di Universitas Gunadarma yang berhasil menorehkan prestasi sekaligus menunjukkan kepedulian sosialnya lewat berbagai kegiatan.

Contents
Dari Kampus ke Komunitas: Menyemai Empati dan KepemimpinanAdvokasi: Menjadi Suara untuk Ruang Aman RemajaMenyikapi Tantangan dan Dukungan dari Orang TerdekatRefleksi: Jejak Kecil yang Bermakna Besar

Bukan hanya dikenal sebagai bagian dari Mojang Jajaka (Moka) Kota Bogor 2025, Shafa juga aktif di berbagai kegiatan volunteering dan memiliki minat besar terhadap dunia film dokumenter. Baginya, dunia sosial dan seni visual punya hubungan erat: sama-sama bicara soal manusia dan realitas kehidupan.

“Awalnya saya ikut Moka karena ingin menantang diri sendiri dan keluar dari zona nyaman,” ungkap Shafa kepada TIMES Indonesia, Senin (27/10/2025).

Langkah itu menjadi titik awal perjalanan barunya dalam menemukan jati diri, sekaligus wadah untuk berkontribusi lebih luas bagi masyarakat.

Dari Kampus ke Komunitas: Menyemai Empati dan Kepemimpinan

Meski masih berstatus mahasiswi, Shafa punya segudang pengalaman yang mencerminkan semangat kepemimpinan dan kepekaan sosial yang tinggi. Ia adalah Inisiator dan Ketua PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia) Komunitas Kakak Asuh Kota Depok, sebuah komunitas yang fokus membantu anak-anak muda menemukan arah pengembangan diri.

Selain itu, Shafa juga mengantongi Sertifikasi BNSP Analis Senior Rekrutmen dan Seleksi SDM, sebuah pencapaian profesional yang nggak banyak dimiliki mahasiswa seusianya. Dunia psikologi yang ia pelajari di kampus ternyata selaras dengan aktivitasnya di lapangan mengamati, memahami, dan membantu orang lain berkembang.

Minatnya pada film dokumenter juga bukan tanpa alasan. Ia menganggap film bisa jadi medium reflektif untuk memahami isu-isu sosial yang sering diabaikan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental dan karakter generasi muda.

“Buat saya, volunteering dan dokumenter punya benang merah yang sama: empati,” ujar Shafa dalam satu kesempatan.

“Melalui dua hal itu, saya bisa belajar memahami cerita hidup orang lain dan melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas.”

Baca Juga :

Profil dan Biodata Hendry Lie, Pemilik Sriwijaya Air Tersangka Korupsi Timah
Profil dan Biodata Sexy Goath, Ungkap Istrinya Selingkuh dengan Anji

Dari berbagai aktivitas yang dijalaninya, Shafa mulai menemukan fokus advokasinya: isu kesehatan mental dan karakter remaja di Kota Bogor.

Advokasi: Menjadi Suara untuk Ruang Aman Remaja

Fokus utama Shafa kini tertuju pada dua hal penting yang sering kali luput dari perhatian publik kesehatan mental dan penguatan karakter remaja. Ia ingin mendorong anak muda untuk lebih sadar pentingnya memiliki ruang aman tempat mereka bisa berekspresi tanpa takut dihakimi.

“Saya ingin terus berupaya untuk hadir dalam memberikan motivasi dan contoh nyata bahwa setiap anak muda bisa berkontribusi, sekecil apa pun langkahnya,” tutur pemilik akun Instagram @shafadhiyaar itu dengan senyum tulus.

Lewat Moka, Shafa nggak cuma tampil sebagai sosok representatif kota, tapi juga memanfaatkan platform itu untuk menyalurkan nilai-nilai yang ia perjuangkan. Ia percaya, menjadi Mojang Jajaka bukan cuma soal prestise atau tampil di atas panggung, tapi soal bagaimana menginspirasi dan menggerakkan komunitas sekitar.

Ia berharap, advokasinya bisa membantu remaja Bogor memiliki rasa percaya diri, tujuan hidup yang jelas, dan kesadaran sosial yang kuat.

“Banyak anak muda yang sebenarnya punya semangat besar, tapi belum tahu harus mulai dari mana. Saya ingin ada ruang yang memfasilitasi itu,” katanya.

Menurut Shafa, generasi muda sekarang punya potensi luar biasa tapi juga menghadapi tantangan yang unik. Di satu sisi, mereka tumbuh di era yang penuh peluang, tapi di sisi lain, tekanan sosial dan ekspektasi digital sering kali bikin mereka kehilangan arah.


Menyikapi Tantangan dan Dukungan dari Orang Terdekat

Di balik semangat dan segudang aktivitasnya, Shafa juga manusia biasa yang pernah merasa takut gagal. Ia mengakui bahwa perjalanan menuju pencapaian nggak selalu mulus.

Menurutnya, salah satu hambatan terbesar bagi anak muda saat ini adalah rasa takut gagal dan kurangnya ruang aman untuk berproses. Di sinilah Shafa merasa peran Mojang Jajaka penting bukan sekadar ajang pencarian bakat, tapi juga ruang bertumbuh dan belajar bersama.

Dalam prosesnya, dukungan keluarga menjadi fondasi utama. “Orang tua saya selalu mengingatkan untuk melakukan segala hal dengan sepenuh hati,” ujarnya.

“Teman-teman juga banyak membantu dari latihan, doa, sampai hal-hal kecil yang selalu membuat saya bersemangat.”

Bagi Shafa, setiap langkah yang ia ambil bukan hanya soal membangun karier, tapi juga menanamkan makna dalam setiap hal yang dikerjakan. Ia percaya bahwa setiap pencapaian besar selalu lahir dari doa, kerja keras, dan dukungan orang-orang di sekitar.

Kini, Shafa ingin terus menginspirasi generasi muda untuk berani keluar dari zona nyaman, menemukan versi terbaik diri mereka, dan menjadikan empati sebagai kekuatan utama dalam berkarya.

Refleksi: Jejak Kecil yang Bermakna Besar

Perjalanan Shafa bisa dibilang sebagai gambaran nyata generasi muda masa kini — aktif, peduli, dan nggak takut untuk mencoba hal baru. Ia membuktikan bahwa menjadi “berdampak” nggak harus menunggu sukses dulu. Justru, proses berkembang itulah yang menjadi bukti nyata kontribusi.

Melalui Mojang Jajaka, komunitas sosial, dan advokasinya, Shafa sedang menulis kisahnya sendiri tentang arti menjadi muda dan berguna. Kisahnya bukan hanya tentang kemenangan, tapi juga tentang keberanian untuk memulai, jatuh, dan bangkit lagi.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:BogorMojang JajakaShafa Aminy Rifwan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article PSSI Resmi Perkenalkan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia. Selasa, (13/1/2026). (Foto : Inversi/TWH) Era Baru Timnas Indonesia Dimulai, PSSI Resmi Perkenalkan John Herdman sebagai Pelatih Kepala
Next Article Sejumlah atlet National Paralympic Committee (NPC) Kalimatan Selatan memperkuat kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games yang berlangsung 20-26 Januari 2026 di Nakhon Ratchasima, Thailand. (Foto : ANTARA/Pemprov Kalsel) Atlet NPC Kalimantan Selatan Perkuat Kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2026 Thailand
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

11 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

12 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index