JAKARTA — Sidang perceraian antara Na Daehoon dan istrinya (Jule), Julia Prastini atau Jule, mengalami penundaan setelah pihak Jule tidak hadir tanpa memberikan keterangan pada agenda sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 18 November 2025. Sidang yang seharusnya berfokus pada mediasi ini merupakan tahap awal yang wajib dijalani sebelum memasuki pemeriksaan pokok perkara, sehingga ketidakhadiran Jule membuat hakim memutuskan penjadwalan ulang ke tanggal 2 Desember 2025. Kuasa hukum Na Daehoon, Rio Rahmat Effendi, menyatakan bahwa pihaknya tidak menerima informasi maupun alasan resmi mengenai ketidakhadiran Jule, dan situasi tersebut menimbulkan kebingungan sekaligus tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di pihak termohon.
Ketidakhadiran Jule tanpa alasan resmi membuka ruang spekulasi di publik. Ada kemungkinan bahwa pihak termohon sedang menyiapkan strategi hukum, mempertimbangkan kembali posisi dalam mediasi, atau menghadapi kendala pribadi yang belum disampaikan. Namun tanpa keterangan yang jelas, banyak pihak menilai bahwa absennya Jule berpotensi memperlemah posisinya di mata pengadilan karena dianggap tidak kooperatif. Mediasi yang tertunda berarti proses perceraian secara keseluruhan juga tertunda, mengingat tahap ini menjadi peluang bagi pasangan untuk mencapai kesepakatan damai terkait hubungan, hak asuh anak, hingga pembagian harta.
Penundaan sidang juga memberikan dampak signifikan bagi kedua belah pihak. Dari sisi pemohon, Na Daehoon harus menunggu lebih lama dan menanggung tekanan psikologis tambahan karena ketidakpastian proses. Sementara dari sisi termohon, Jule memiliki hak penuh untuk hadir atau tidak hadir dalam mediasi, tetapi ketidakhadiran tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dapat memengaruhi posisi hukumnya pada sidang berikutnya. Jika ketidakhadiran itu terulang, hakim memiliki kewenangan untuk melanjutkan perkara tanpa kehadiran termohon selama pemanggilan dilakukan sesuai prosedur.
Karena melibatkan figur publik, kasus ini menjadi sorotan media dan netizen. Na Daehoon dikenal luas sebagai aktor sekaligus entertainer, sedangkan Jule juga aktif di industri hiburan. Ketidakhadiran Jule tanpa keterangan membuat publik berspekulasi mengenai kondisi hubungan mereka, mulai dari dugaan konflik internal hingga potensi masalah pribadi yang belum terungkap. Di sisi lain, perhatian besar dari media dan masyarakat menambah tekanan bagi keduanya untuk menjaga komunikasi publik, citra diri, serta kehati-hatian dalam aktivitas media sosial. Selebritas yang menjalani proses perceraian selalu berada dalam posisi sulit karena setiap langkah bisa menjadi konsumsi publik dan disalahartikan.
Sidang lanjutan pada 2 Desember 2025 akan menjadi momen penentu bagi masa depan perkara ini. Jika Jule hadir, mediasi dapat berjalan sesuai agenda untuk menentukan apakah masih ada ruang rekonsiliasi atau perceraian harus dilanjutkan ke tahap pemeriksaan pokok perkara. Namun jika Jule kembali tidak hadir, pengadilan mungkin langsung melanjutkan ke agenda pemeriksaan berikutnya tanpa mediasi, bergantung pada pertimbangan hakim. Situasi ini membuat publik menantikan perkembangan terbaru seperti pernyataan resmi dari kedua belah pihak, klarifikasi mengenai absennya Jule, atau kemungkinan perubahan sikap terkait gugatan cerai.
Secara keseluruhan, kasus perceraian Na Daehoon dan Jule menunjukkan betapa kompleksnya proses hukum ketika melibatkan selebritas. Penundaan sidang bukan hanya berdampak pada jalannya perkara, tetapi juga memengaruhi persepsi publik, reputasi, dan kondisi emosional kedua belah pihak. Dengan jadwal sidang berikutnya yang sudah ditentukan, publik kini menunggu apakah proses ini dapat berjalan lebih lancar serta bagaimana masing-masing pihak akan merespons situasi yang semakin menjadi perhatian. Semoga proses hukum ini dapat berlangsung adil dan menghasilkan keputusan yang terbaik bagi kedua belah pihak yang sedang menghadapi masa sulit dalam kehidupan pribadi mereka.