INVERSI.ID — Berdasarkan survei Sun Life Indonesia terbaru, hanya separuh dari Gen-Z yang merasa aman secara finansial, bahkan lebih rendah dibandingkan generasi milenial maupun boomers. Fakta ini menegaskan bahwa generasi muda perlu meningkatkan literasi keuangan, perencanaan keuangan, dan kesadaran akan pentingnya menghadapi tantangan ekonomi sejak dini.
Survei yang dilakukan Sun Life Indonesia ini mengungkap inflasi sebagai faktor utama yang memengaruhi prioritas keuangan masyarakat. Sebanyak 62% responden mengaku lebih fokus pada pengelolaan anggaran harian ketimbang memikirkan tabungan pensiun atau investasi jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat, khususnya generasi muda, cenderung memilih kebutuhan saat ini daripada merancang masa depan yang stabil.
Lebih lanjut, survei juga menunjukkan bahwa Gen-Z menjadi kelompok paling rentan secara finansial. Hanya 49% Gen-Z yang merasa aman dengan kondisi finansial mereka saat ini, jauh lebih rendah dibandingkan milenial (61%) dan boomers (63%). Ditambah lagi, Gen-Z juga tergolong paling konservatif dalam hal berinvestasi, membuat mereka berisiko semakin tertinggal dalam mempersiapkan masa depan.
Inflasi Membayangi Keuangan Generasi Muda
Fenomena inflasi yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu penyebab utama masyarakat Indonesia lebih mementingkan kebutuhan harian. Dalam survei Sun Life, mayoritas responden menyatakan bahwa kenaikan harga barang membuat mereka sulit menyisihkan uang untuk menabung atau berinvestasi.
“Kami melihat kecenderungan masyarakat, khususnya generasi muda, lebih reaktif terhadap situasi ekonomi. Mereka memilih memastikan kebutuhan sehari-hari terpenuhi terlebih dahulu ketimbang mengalokasikan dana untuk masa depan,” ungkap Kah Jing Lee, perwakilan Sun Life Indonesia.
Padahal, menurut Kah Jing Lee, inflasi justru membuat perencanaan keuangan jangka panjang menjadi semakin penting. Tanpa tabungan atau investasi, daya beli masyarakat akan terus tergerus, sehingga menimbulkan risiko besar bagi keamanan finansial mereka di masa depan.
Gen-Z: Kelompok Rentan dan Konservatif
Hasil survei Sun Life menunjukkan bahwa Gen-Z memiliki tingkat rasa aman finansial paling rendah. Generasi yang lahir pada akhir 1990-an hingga awal 2010-an ini dinilai lebih konservatif dalam memilih instrumen keuangan dan belum berani mengambil risiko investasi.
Hanya sekitar separuh Gen-Z yang merasa kondisi keuangan mereka saat ini cukup aman, bahkan jauh lebih rendah dari generasi-generasi sebelumnya. Banyak dari mereka masih bergantung pada orang tua untuk pembiayaan kebutuhan pokok hingga pendidikan.
“Salah satu faktor yang membuat Gen-Z rentan adalah literasi keuangan yang masih rendah. Mereka belum memahami pentingnya mempersiapkan masa depan sejak muda,” tambah Kah Jing Lee.
Selain itu, perilaku konsumtif yang cukup tinggi di kalangan Gen-Z juga menjadi tantangan tersendiri. Budaya YOLO (You Only Live Once) sering membuat mereka lebih memilih memenuhi gaya hidup saat ini daripada menyusun rencana jangka panjang.
Pentingnya Perencanaan Keuangan Sejak Dini
Survei Sun Life Indonesia ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perencanaan keuangan yang matang sangat penting untuk mencapai stabilitas finansial. Dengan perencanaan yang tepat, generasi muda dapat tetap memenuhi kebutuhan harian tanpa melupakan persiapan masa depan.
Sun Life merekomendasikan penggunaan jasa penasihat keuangan profesional untuk membantu masyarakat, terutama Gen-Z, membuat strategi keuangan yang realistis dan sesuai dengan kondisi mereka. Dengan begitu, mereka dapat memahami cara mengelola pendapatan, mengatur prioritas pengeluaran, serta memilih instrumen investasi yang tepat.
Selain itu, penting juga bagi Gen-Z untuk meningkatkan literasi keuangan melalui pendidikan formal, seminar, hingga membaca buku dan artikel tentang pengelolaan keuangan. Hal ini dapat membantu mereka lebih percaya diri dalam mengambil keputusan finansial.
Tips Perencanaan Keuangan untuk Gen-Z
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan Gen-Z untuk memperbaiki kondisi keuangannya:
- Buat anggaran bulanan. Catat pemasukan dan pengeluaran untuk mengetahui ke mana saja uang Anda pergi.
- Sisihkan tabungan di awal. Jangan menunggu sisa di akhir bulan. Disiplinkan minimal 10–20% penghasilan untuk tabungan.
- Pelajari investasi. Mulai dari instrumen berisiko rendah seperti deposito atau reksa dana pasar uang.
- Siapkan dana darurat. Idealnya 3–6 kali pengeluaran bulanan untuk menghadapi situasi tak terduga.
- Kendalikan gaya hidup. Bedakan kebutuhan dengan keinginan, jangan mudah terbujuk tren.
Peran Penasihat Keuangan
Kah Jing Lee menegaskan bahwa masyarakat perlu lebih mengenal peran penasihat keuangan profesional. Dengan bantuan ahli, masyarakat bisa memiliki strategi yang tepat dan realistis sesuai dengan kemampuan serta tujuan mereka.
“Penasihat keuangan dapat membantu klien memetakan prioritas, menghitung risiko, dan memastikan dana yang ada dikelola dengan optimal. Kami berharap generasi muda semakin terbuka terhadap pentingnya perencanaan keuangan profesional,” pungkas Kah Jing Lee.
Kesimpulan: Saatnya Gen-Z Bangkit Hadapi Tantangan Ekonomi
Survei Sun Life Indonesia memberikan sinyal bahwa generasi muda perlu segera berbenah dalam hal keuangan. Rendahnya rasa aman finansial, kecenderungan konsumtif, serta minimnya literasi keuangan membuat Gen-Z menjadi kelompok paling rentan menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Namun dengan meningkatkan kesadaran, disiplin dalam perencanaan, serta tidak ragu meminta bantuan profesional, Gen-Z tetap memiliki peluang besar untuk menciptakan masa depan finansial yang aman dan stabil.***