INVERSI.ID – Generasi Z di Indonesia dinilai menghadapi tantangan finansial yang lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya.
Pakar perencana keuangan, Erlina Juwita, menyebut tekanan ekonomi yang dialami Gen Z saat ini jauh lebih berat akibat ketidakpastian makroekonomi, tingginya biaya hidup, serta kondisi politik yang kurang stabil.
“Realitas yang dihadapi Gen Z saat ini jauh lebih berat dibanding Milenial atau Baby Boomers. Mereka harus menghadapi harga kebutuhan yang terus naik, kondisi ekonomi yang belum jelas karena situasi politik, dan lainnya,” ujar Erlina, Jumat (4/7).
Menikah Jadi Tantangan Finansial Baru
Dengan kondisi ekonomi yang semakin sulit, keputusan untuk menikah kini menjadi tantangan tersendiri bagi Gen Z. Banyak anak muda terpaksa menunda menikah karena belum siap secara finansial. Menurut Erlina, persiapan keuangan sebelum menikah kini sudah menjadi kebutuhan yang tak bisa ditawar.
Ia menyarankan setidaknya ada empat hal penting yang perlu dipersiapkan secara finansial sebelum melangkah ke jenjang pernikahan: dana darurat keluarga, asuransi kesehatan, asuransi jiwa, serta perencanaan anggaran rumah tangga.
“Yang wajib disiapkan sebelum menikah itu dana darurat, asuransi kesehatan dan jiwa, serta budgeting untuk mengatur pengeluaran. Ini penting supaya kehidupan setelah menikah tidak terbebani masalah finansial,” jelas Erlina.
Komunikasi Jadi Kunci Utama
Selain perencanaan finansial, Erlina menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antar pasangan, terutama soal uang. Banyak pasangan muda merasa tertekan dengan standar biaya pernikahan yang dipaksakan oleh keluarga atau lingkungan sekitar. Hal ini justru bisa menjadi awal masalah finansial rumah tangga.
“Intinya diperbanyak komunikasi dan berbagi kalau ada masalah keuangan. Apalagi kalau ada utang, atau perbedaan visi soal pengelolaan uang, sebaiknya dibicarakan sejak awal. Jangan sampai jadi bom waktu setelah menikah,” kata Founder Cerdas Keuangan itu.
Utamakan Realitas, Bukan Gengsi
Erlina juga mengingatkan para pasangan muda untuk lebih mengedepankan realitas finansial daripada tuntutan sosial. Menurutnya, keberhasilan rumah tangga tidak diukur dari mewahnya pesta pernikahan, tetapi dari seberapa sehat komunikasi dan kesiapan finansial pasangan setelah menikah.
Dengan persiapan yang matang dan komunikasi yang baik, Gen Z bisa menghadapi tantangan ekonomi yang ada sambil membangun rumah tangga yang harmonis dan sehat secara finansial. Jangan sampai gengsi untuk tampil sederhana justru membuat pasangan terjerat utang jangka panjang.
Lebih baik memulai dari kondisi yang realistis sambil bersama-sama memperbaiki keuangan rumah tangga ke depannya. Sikap bijak dalam merencanakan masa depan akan menjadi bekal penting untuk kehidupan keluarga yang lebih sejahtera.
Bagi Gen Z, kesadaran untuk merencanakan keuangan sejak dini juga menjadi bekal penting untuk masa depan. Selain mempersiapkan pernikahan, manajemen keuangan yang baik dapat membantu mereka meraih tujuan lain seperti membeli rumah, membangun karier, hingga menyiapkan dana pensiun.
Jangan ragu untuk belajar, berdiskusi, dan mencari saran dari ahli keuangan jika diperlukan. Masa depan yang cerah dimulai dari langkah kecil yang tepat hari ini.***