INVERSI.ID – Di tengah melonjaknya harga tiket transportasi dan kebutuhan hidup sehari-hari, tren travel low budget atau liburan hemat justru semakin digandrungi anak muda Indonesia. Dengan strategi cerdas dan perencanaan yang matang, liburan tetap bisa menyenangkan tanpa harus menguras isi dompet.
Konsep travel low budget mengusung prinsip jalan-jalan ekonomis namun tetap nyaman dan berkesan. Biasanya, pelaku perjalanan ini memanfaatkan berbagai promo transportasi, memilih akomodasi hemat seperti hostel dan homestay, serta menyantap kuliner lokal yang murah meriah tapi autentik.
Apa Itu Travel Low Budget?
Travel low budget adalah gaya bepergian dengan anggaran minimal, namun tetap memaksimalkan pengalaman perjalanan. Gaya ini tidak mengandalkan kemewahan, melainkan efisiensi dan kreativitas dalam mengatur itinerary.
Menurut Riko (22), seorang mahasiswa asal Semarang, liburan murah bisa tetap seru.
“Dulu saya pikir traveling itu mahal. Ternyata dengan Rp1 juta, saya bisa keliling Yogyakarta 3 hari 2 malam, lengkap dengan kuliner dan wisata alam,” ujarnya.
Siapa yang Menggemari Travel Low Budget?
Tren ini banyak dilakukan oleh kalangan mahasiswa, backpacker, hingga pekerja muda. Mereka mengandalkan media sosial dan platform digital untuk mencari rekomendasi destinasi murah serta promo tiket dan penginapan.
“Banyak yang merasa lebih puas karena bisa eksplorasi maksimal dengan biaya minimal,” ujar Rara Destriana, travel blogger asal Bandung.
Faktor ekonomi pasca pandemi, ditambah budaya digital seperti berbagi cerita traveling di media sosial, mendorong banyak anak muda untuk liburan dengan cara yang lebih realistis secara finansial. Sensasi menantang diri sendiri untuk liburan hemat juga menjadi daya tarik tersendiri.
Destinasi Favorit Traveler Hemat
Beberapa destinasi di Indonesia yang terkenal ramah kantong dan cocok untuk travel low budget antara lain:
1. Yogyakarta
- Banyak tempat wisata gratis atau murah
- Kuliner kaki lima yang lezat
- Penginapan di bawah Rp100 ribu
2. Malang & Batu
- Cocok untuk wisata alam dan keluarga
- Akses mudah dan akomodasi murah
3. Solo & Semarang
- Kota budaya yang kaya sejarah
- Biaya hidup relatif rendah
4. Pulau Weh, Aceh
- Surga tersembunyi bagi penyuka pantai dan snorkeling
5. Bali Utara & Timur
Lebih tenang, alami, dan terjangkau dibanding Bali bagian selatan
Waktu Terbaik untuk Liburan Hemat
Jika ingin mendapatkan harga termurah, hindari musim liburan dan akhir pekan. Waktu terbaik untuk bepergian hemat adalah saat weekday atau low season, seperti Februari–Mei dan September–November. Selain harga lebih miring, tempat wisata juga cenderung lebih sepi.
Tips Liburan Low Budget yang Efektif
Berikut beberapa tips jitu agar liburan tetap seru dan irit:
- Riset sejak dini. Manfaatkan aplikasi seperti Traveloka, Tiket.com, dan Agoda untuk berburu promo.
- Pilih transportasi darat. Gunakan kereta ekonomi atau bus antarkota yang lebih murah.
- Bawa perlengkapan sendiri. Seperti botol minum, camilan, dan perlengkapan mandi.
- Makan di tempat lokal. Hindari restoran besar, pilih warung makan atau street food.
- Gabung komunitas backpacker. Dapatkan informasi destinasi dan tips dari sesama traveler hemat.
Dengan strategi yang tepat, travel low budget bukan hanya solusi hemat, tapi juga cara baru menikmati petualangan yang autentik dan bermakna.***