By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Top Skor Inter, Tapi Pergi: Alasan Roberto Carlos Tinggalkan Italia Demi Timnas Brasil
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Top Skor Inter, Tapi Pergi: Alasan Roberto Carlos Tinggalkan Italia Demi Timnas Brasil

Olahraga

Top Skor Inter, Tapi Pergi: Alasan Roberto Carlos Tinggalkan Italia Demi Timnas Brasil

tony wine
By
tony wine
5 months ago
Share
3 Min Read
Roberto Carlos Pemain Yang Dikenal Memiliki Tendangan Kuat Dengan Kaki Kiri
Roberto Carlos Pemain Yang Dikenal Memiliki Tendangan Kuat Dengan Kaki Kiri
SHARE

Inter Milan, 1996 — Roberto Carlos nyaris menempuh jalan yang berbeda dalam kariernya. Sebelum dikenal sebagai bek kiri legendaris Real Madrid dan Brasil, ia justru pernah menjadi mesin gol Inter Milan—bukan dari lini belakang, melainkan dari posisi sayap kiri.

Didatangkan Inter dari Palmeiras pada 1995, Roberto Carlos berada di bawah asuhan pelatih Inggris Roy Hodgson. Hodgson melihat potensi ofensif luar biasa pada diri Carlos: kecepatan eksplosif, daya jelajah tinggi, serta tembakan kaki kiri yang mematikan. Alih-alih menempatkannya sebagai bek kiri, Hodgson secara konsisten memainkan Carlos sebagai winger kiri.

Keputusan itu berdampak instan. Pada paruh musim 1995/1996, Roberto Carlos justru muncul sebagai top skor sementara Inter Milan, sebuah anomali dalam sepak bola Eropa saat itu. Namun performa individu tersebut menyembunyikan kegelisahan yang lebih besar.

Di balik produktivitas golnya, Roberto Carlos menghadapi dilema strategis terkait masa depannya di Timnas Brasil. Era pertengahan 1990-an merupakan periode emas lini depan Brasil, dengan nama-nama seperti Ronaldo Nazário, Romário, Rivaldo, hingga Ronaldinho bersaing ketat di sektor ofensif. Bermain sebagai winger di level klub dinilai justru mengancam peluangnya untuk mendapatkan tempat reguler di tim nasional.

Sebaliknya, posisi bek kiri di Brasil belum memiliki figur dominan. Roberto Carlos menyadari bahwa kembali ke posisi alaminya bukan hanya soal preferensi teknis, tetapi juga keputusan karier jangka panjang.

Perbedaan pandangan dengan Hodgson tak menemukan titik temu. Hodgson menganggap Carlos lebih efektif di sektor sayap, sementara sang pemain bersikeras ingin dikembangkan sebagai bek kiri. Ketegangan ini berujung pada perpisahan cepat.

Pada musim panas 1996, Roberto Carlos resmi pindah ke Real Madrid. Kepindahan tersebut bukan didorong status atau gaji, melainkan jaminan peran. Di Santiago Bernabéu, Carlos ditempatkan sebagai bek kiri murni—dan dari sanalah sejarah ditulis ulang.

Bersama Real Madrid, Roberto Carlos menjelma menjadi referensi global bek kiri modern: agresif, ofensif, dan menentukan. Ia meraih empat gelar La Liga dan tiga trofi Liga Champions, sekaligus mengamankan posisi inti di Timnas Brasil selama satu dekade. Puncaknya, ia menjadi bagian penting skuad Brasil yang menjuarai Piala Dunia 2002.

Inter Milan, sebaliknya, tercatat sebagai klub yang melepas pemain yang kemudian mendefinisikan ulang peran bek kiri di sepak bola dunia.

Baca Juga :

Libur Panjang Perayaan Waisak, Kemenhub Tingkatkan Pelayanan Transportasi di Darat hingga Udara
Cara Menghindari Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina pada Remaja

Kisah Roberto Carlos menegaskan bahwa dalam sejarah olahraga, keputusan karier tidak selalu ditentukan oleh statistik atau sorotan sesaat. Dalam kasus ini, pemilihan posisi bermain menjadi faktor penentu lahirnya salah satu bek terbaik sepanjang masa.

You Might Also Like

Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Ceko: Bezzecchi Masih Memimpin, Marc Marquez Kian Mengancam
Marc Marquez Tak Terbendung di Brno, Kemenangan Kedua Beruntun Bikin Rival Waspada
Vinicius Junior Bongkar Peran Ancelotti di Balik Kemenangan Brasil atas Haiti
Cunha Selamatkan Ancelotti! Brasil Mengamuk 3-0
Miguel Almiron Jadi Pemain Pertama Kena Aturan Prestianni di Piala Dunia 2026
TAGGED:BrasilInterLegendaRoberto CarlosSepak Bola
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Bukan Soal Jumlah Korban: Ini Alasan Kecelakaan Pesawat Selalu Jadi Perhatian Nasional
Next Article Badai Salju setinggi gedung timbun kota Petropavlovsk-Kamchatsky, Rusia. (Foto : X/LivesandLores) Badai Salju Ekstrem Landa Kamchatka, Kota di Rusia Tertimbun Salju Setinggi Gedung
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Olahraga

Langkah Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026

3 days ago
Olahraga

Alex Marquez Prioritaskan Pemulihan, Absen di Sprint dan Race GP Ceko

3 days ago
Olahraga

Cetak Brace Perdana di Piala Dunia, Cunha Bawa Brasil Makin Percaya Diri

4 days ago
Olahraga

Ronaldinho Dikabarkan Gabung Ravenna FC, Siap Kembali ke Dunia Sepak Bola di Usia 46 Tahun

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index