By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Bukan Soal Jumlah Korban: Ini Alasan Kecelakaan Pesawat Selalu Jadi Perhatian Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bukan Soal Jumlah Korban: Ini Alasan Kecelakaan Pesawat Selalu Jadi Perhatian Nasional

Terkini

Bukan Soal Jumlah Korban: Ini Alasan Kecelakaan Pesawat Selalu Jadi Perhatian Nasional

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
5 months ago
Share
3 Min Read
Operasi SAR Pesawat ATR terkendala cuaca-medan sulit Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. (Foto: Antara/Muchtamir)
SHARE

JAKARTA

Kecelakaan pesawat hampir selalu menjadi peristiwa yang menyedot perhatian besar publik. Setiap kabar jatuhnya pesawat, sekecil apa pun jumlah penumpangnya, langsung memicu rasa cemas, empati, sekaligus rasa ingin tahu yang tinggi di tengah masyarakat. Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT di wilayah Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, menjadi contoh terbaru bagaimana insiden penerbangan segera menjadi perhatian nasional.

Bukan semata karena jumlah korban, melainkan karena penerbangan sipil dikenal sebagai moda transportasi dengan tingkat keselamatan yang sangat ketat. Regulasi internasional, standar operasional berlapis, serta profesionalisme awak dan industri penerbangan membuat kecelakaan pesawat dipersepsikan sebagai peristiwa yang “tidak biasa”. Ketika kecelakaan itu terjadi, publik merasa ada sesuatu yang luar biasa yang perlu dipahami.

Pesawat ATR 42-500 PK-THT diketahui mengangkut 10 orang saat dilaporkan jatuh pada Sabtu (17/1/2026) siang. Dalam perkembangan terbaru, tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah korban kedua, sebuah kabar yang sekaligus membawa harapan dan duka. Proses pencarian dilakukan di medan yang sangat menantang, dengan kabut tebal dan kondisi geografis pegunungan yang ekstrem.

Lebih dari 1.200 personel SAR gabungan dikerahkan untuk menembus sulitnya akses menuju lokasi. Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Mayor Jenderal TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa proses pencarian masih berada dalam masa emas (golden time), yakni tiga hari pertama pascakecelakaan. Pada fase ini, peluang menemukan korban dengan kondisi yang relatif utuh masih terbuka.

“Dalam waktu golden time ini kita berharap keajaiban dan tim SAR bisa menemukan semua korban. Kepastian hanya milik Tuhan, tapi akan kami usahakan,” ujar Syafii, Senin (19/1/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan sisi lain dari kecelakaan penerbangan yang jarang disorot, ketegangan psikologis dan kemanusiaan di balik operasi penyelamatan. Setiap menit menjadi krusial, bukan hanya demi prosedur, tetapi demi keluarga korban yang menunggu kepastian.

Perhatian besar publik terhadap kecelakaan pesawat juga dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat terhadap sistem keselamatan penerbangan. Ketika sistem yang dikenal sangat disiplin itu gagal, publik secara alami mempertanyakan apa yang terjadi, sekaligus berharap ada transparansi dan evaluasi menyeluruh agar tragedi serupa tidak terulang.

Di tengah duka, kerja keras tim SAR menjadi gambaran nyata bahwa negara hadir dalam situasi paling genting. Tragedi ATR 42-500 PK-THT bukan hanya tentang angka korban, tetapi tentang nilai kemanusiaan, profesionalisme, dan harapan —bahwa di balik kabut tebal dan medan sulit, masih ada upaya tanpa henti untuk membawa pulang setiap korban.

Baca Juga :

Puan dan Hasto Sudah Berikan Restu Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta, Benarkah?
Kuliner Nusantara! Dari Dapur Lokal ke Meja Dunia

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:BasarnasGunung BulusaraungKecelakaan ATR 42 500
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters) Ketegangan Greenland Memanas, Uni Eropa Siapkan Opsi Balasan atas Ancaman Tarif Donald Trump
Next Article Roberto Carlos Pemain Yang Dikenal Memiliki Tendangan Kuat Dengan Kaki Kiri Top Skor Inter, Tapi Pergi: Alasan Roberto Carlos Tinggalkan Italia Demi Timnas Brasil
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

21 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index