By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Badai Salju Ekstrem Landa Kamchatka, Kota di Rusia Tertimbun Salju Setinggi Gedung
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Badai Salju Ekstrem Landa Kamchatka, Kota di Rusia Tertimbun Salju Setinggi Gedung

Internasional

Badai Salju Ekstrem Landa Kamchatka, Kota di Rusia Tertimbun Salju Setinggi Gedung

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
6 months ago
Share
5 Min Read
Badai Salju setinggi gedung timbun kota Petropavlovsk-Kamchatsky, Rusia. (Foto : X/LivesandLores)
Badai Salju setinggi gedung timbun kota Petropavlovsk-Kamchatsky, Rusia. (Foto : X/LivesandLores)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Wilayah Kamchatka di Rusia tengah menghadapi salah satu badai salju paling ekstrem dalam sejarah modernnya. Kawasan yang selama ini dikenal terbiasa dengan musim dingin bersalju itu kini mengalami kondisi yang jauh melampaui kebiasaan. Salju turun tanpa henti selama beberapa hari dengan ketebalan yang dilaporkan setara tinggi bangunan, hingga warga setempat menyebut peristiwa ini sebagai kiamat salju. Dampaknya, sejumlah kota lumpuh total dan otoritas setempat terpaksa menetapkan status keadaan darurat.

Badai salju tersebut menimbun wilayah permukiman, jalan utama, serta fasilitas publik di berbagai kota di Kamchatka. Ketebalan salju dilaporkan memecahkan rekor yang pernah tercatat sebelumnya di wilayah itu. Dalam berbagai rekaman video dan foto yang beredar luas di media sosial, terlihat salju mencapai lantai dua apartemen bertingkat, sementara warga berusaha menggali lorong darurat agar dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di ibu kota regional, Petropavlovsk-Kamchatsky. Kota ini praktis terisolasi akibat jalanan tertutup salju tebal. Kendaraan pribadi maupun transportasi umum terkubur, sebagian bahkan hanya menyisakan atap yang terlihat di permukaan. Aktivitas warga terhenti, dan layanan publik mengalami gangguan serius akibat sulitnya mobilitas di tengah tumpukan salju.

Pejabat setempat mengonfirmasi bahwa badai salju tersebut telah menelan korban jiwa. Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa longsoran salju yang jatuh dari atap bangunan. Insiden tersebut terjadi ketika akumulasi salju yang sangat berat menyebabkan struktur atap tidak mampu menahan beban, sehingga runtuh secara tiba tiba. Peristiwa ini menjadi salah satu alasan utama pemerintah daerah meningkatkan status kewaspadaan.

Wali kota Petropavlovsk-Kamchatsky, Yevgeny Belyaev, secara resmi menyatakan keadaan darurat lokal. Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui Telegram, ia menyebut keputusan tersebut diambil menyusul rekomendasi untuk menetapkan situasi darurat akibat longsoran salju dari atap rumah yang menyebabkan korban jiwa. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk mempercepat koordinasi penanganan dan memastikan keselamatan warga.

Sebagai dampak lanjutan, pemerintah setempat menutup sekolah serta sejumlah kegiatan bisnis. Kota tersebut terpaksa beralih ke sistem kerja jarak jauh karena akses fisik yang nyaris tidak memungkinkan. Aparat dan relawan dikerahkan untuk membersihkan jalan utama, membantu evakuasi darurat, serta memastikan warga lanjut usia dan kelompok rentan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

Badai salju ini juga memicu gangguan pada rantai pasok kebutuhan pokok. Media lokal melaporkan adanya keluhan warga karena toko toko kehabisan barang kebutuhan sehari hari seperti roti, susu, dan telur. Distribusi logistik terhambat akibat jalan tertutup salju dan cuaca buruk yang menyulitkan pengiriman pasokan dari luar kota.

Meskipun Kamchatka dikenal sebagai wilayah dengan curah salju tinggi, intensitas badai kali ini dinilai tidak biasa. Kamchatka merupakan sebuah semenanjung di Timur Jauh Rusia yang membentang ke arah Jepang dan kerap mengalami musim dingin ekstrem. Namun, hujan salju yang berlangsung terus menerus dengan ketebalan luar biasa ini telah melumpuhkan kota kota besar di kawasan tersebut dan melampaui pengalaman musim dingin pada tahun tahun sebelumnya.

Para ahli cuaca setempat menyebut bahwa kombinasi tekanan udara rendah dan sistem badai yang stagnan menjadi penyebab utama hujan salju berkepanjangan. Kondisi ini membuat salju terus menumpuk tanpa jeda, sementara suhu rendah menghambat proses pencairan alami. Akibatnya, risiko longsoran salju dari atap bangunan maupun lereng semakin meningkat.

Baca Juga :

Kemendikdasmen Hadirkan Pentas Pelajar 2026, Ribuan Siswa Tunjukkan Bakat Terbaik
Jobstreet Dorong Generasi Muda Kuasai Keterampilan Digital Marketing dan AI

“Saya disarankan untuk menyatakan situasi yang menyebabkan longsoran salju di atap rumah yang mengakibatkan dua kematian sebagai keadaan darurat lokal. Saya mengambil keputusan itu,” kata Yevgeny Belyaev, walikota ibu kota regional Petropavlovsk-Kamchatsky, melalui Telegram.

Pemerintah daerah bersama otoritas darurat Rusia kini berfokus pada upaya pembersihan salju, pengamanan bangunan, serta pemulihan aktivitas dasar. Warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah kecuali untuk keperluan mendesak, serta waspada terhadap potensi runtuhan salju dari atap dan struktur tinggi.

Peristiwa badai salju ekstrem di Kamchatka ini menjadi pengingat akan dampak cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi. Selain menimbulkan korban jiwa dan kerugian material, kejadian ini juga menguji kesiapsiagaan infrastruktur dan sistem tanggap darurat di wilayah dengan kondisi geografis dan iklim yang menantang. Pemerintah setempat berharap cuaca segera membaik agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan aktivitas warga kembali normal.

You Might Also Like

Iran Klaim Serang Pangkalan Militer AS di Tiga Negara Teluk
Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia
Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah
TAGGED:Badai SaljuRUSIASalju
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Roberto Carlos Pemain Yang Dikenal Memiliki Tendangan Kuat Dengan Kaki Kiri Top Skor Inter, Tapi Pergi: Alasan Roberto Carlos Tinggalkan Italia Demi Timnas Brasil
Next Article Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026). (Foto : ANTARA/Imamatul Silfia) Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, Pemerintah Optimistis Penguatan Segera Terjadi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bahlil Selamatkan Harga Sawit, Petani Bisa Lega!

Gaikindo Ketok Palu! B50 Dipastikan Aman, Mesin Diesel Tak Perlu Khawatir

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hendri Satrio Buka Suara soal Teddy Nyetir Mobil Golf saat Dampingi Prabowo dan Modi

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiInternasional

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

2 weeks ago
Internasional

Diduga Ada Bom Perang Dunia II, Operasional Bandara Labuan Malaysia Dihentikan

3 weeks ago
Internasional

Dmitry Peskov Sebut Nuklir Satu-satunya Faktor yang Menahan Perang Global

3 weeks ago
EkonomiInternasionalTerkini

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index