INVERSI.ID – Transformasi pendidikan vokasi di Jambi lagi benar-benar terasa, dan salah satu yang paling mencuri perhatian adalah langkah besar yang diambil SMKN 1 Tanjung Jabung Timur. Sekolah ini baru saja mendapatkan sertifikat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sebuah status yang secara sederhana bisa dibilang bikin sekolah ini punya ruang lebih luas untuk mengembangkan unit usaha dan mengelola bisnis secara mandiri. Bagi siswa, ini bukan cuma soal fasilitas atau branding sekolah, tapi peluang nyata buat belajar menjadi wirausaha dari bangku pendidikan.
Gubernur Jambi, Al Haris, yang hadir langsung ke sekolah itu, memberikan apresiasi penuh. Dalam kunjungannya, ia menegaskan betapa pentingnya peran SMK dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja yang makin kompetitif.
“Saya bangga sekali hari ini hadir di SMK 1 Tanjung Jabung Timur. SMK ini sudah mendapat sertifikat BLUD, artinya sekolah ini mampu membuat usaha sambil melatih anak-anak berwirausaha,” kata Al Haris di Tanjung Jabung Timur, Minggu.
Buat anak-anak muda Jambi khususnya, pengakuan ini bukan hal kecil. Sebab, status BLUD bikin sekolah bisa punya fleksibilitas mengelola keuangan, membuka unit usaha, sampai menciptakan produk khas yang bisa jadi sumber pemasukan. Di satu sisi, siswa nggak cuma belajar teori, tapi benar-benar terjun dalam proses bisnis, mulai dari produksi, manajemen, pemasaran, sampai pelayanan. Ini mirip konsep practice by doing yang jadi standar sekolah vokasi modern.
Jurusan Sesuai Potensi Daerah dan Dampaknya ke Siswa
Menurut Gubernur Al Haris, jurusan-jurusan yang ada di SMKN 1 Tanjung Jabung Timur sudah nyambung banget dengan karakter wilayah pesisir. Sekolah ini punya lini otomotif yang berkembang, di sisi lain juga punya jurusan perikanan dan kelautan yang relevan dengan kehidupan masyarakat di sekitar. Dengan kata lain, sekolah ini nyiapin siswa bukan hanya untuk siap kerja, tapi siap menjawab kebutuhan daerah.
Pemerintah Provinsi Jambi pun berjanji bakal terus mendukung pengembangan sekolah. Dukungan ini bukan sekadar janji manis, tapi jadi bagian dari program peningkatan kualitas pendidikan vokasi yang sudah disusun Pemprov. Pemerintah ingin memastikan SMKN 1 Tanjung Jabung Timur punya fasilitas memadai, tenaga pendidik berkualitas, dan ruang eksplorasi usaha yang bisa mendorong inovasi siswa.
Gubernur Al Haris bahkan sempat mengecek langsung fasilitas bengkel otomotif dan area budidaya lobster serta ikan hias. Dari kunjungan itu, ia menilai fasilitasnya sudah cukup baik untuk mengembangkan potensi siswa. Wilayah pesisir jelas punya kekayaan laut yang besar, dan sekolah ini mencoba menjawab tantangan itu dengan jurusan-jurusan yang relevan.
“Insyaallah kita akan bantu fasilitas lainnya supaya sekolah ini makin unggul dan bisa melahirkan anak-anak berjiwa wirausaha,” ungkapnya.
Kalau dilihat lebih luas, pola pengembangan ini bisa jadi contoh buat sekolah-sekolah vokasi lainnya. Dunia hari ini menuntut siswa punya keterampilan praktis yang langsung bisa dipakai setelah lulus. Dengan model BLUD, sekolah seperti SMKN 1 bisa memadukan pendidikan vokasi dengan praktik bisnis, sehingga skill yang dipelajari siswa langsung diasah lewat pengalaman nyata.
Perluasan Sistem BLUD di SMK Lain
Pemprov Jambi memang sedang mendorong lebih banyak SMK untuk masuk ke sistem BLUD. Saat ini sudah ada empat sekolah yang resmi menerapkan sistem ini: SMKN 4 Kota Jambi, SMKN 1 dan 4 Tanjung Jabung Timur, serta SMKN 5 Merangin. Penetapan itu didasarkan pada Keputusan Gubernur Jambi Nomor 1372, 1373, 1383, dan 1384/KEP.GUB/PRKM-3.3/2024 tentang Penerapan Badan Layanan Umum Daerah Pada Sekolah Menengah Kejuruan.
Langkah ini merupakan bagian dari visi besar Pemprov untuk menghadirkan sekolah yang lebih mandiri, profesional, dan punya orientasi bisnis yang kuat. Dengan kata lain, sekolah yang tergabung dalam BLUD tidak hanya mengejar nilai akademis, tapi juga pengalaman industri dan kemandirian finansial.
Ke depan, pemerintah ingin semua SMK yang dianggap mapan dan punya arah bisnis jelas bisa dijadikan BLUD. Ada beberapa sekolah yang kini sedang dalam tahap pengusulan status, termasuk SMKN 1 dan 2 Kota Jambi serta SMKN 1 Muaro Bungo. Kalau proses ini berjalan mulus, jaringan sekolah vokasi mandiri di Jambi akan makin besar dan berdampak langsung bagi dunia kerja.
Yang bikin model ini menarik adalah kemampuannya membentuk budaya kewirausahaan di lingkungan sekolah. Siswa bukan lagi sekadar menunggu kesempatan kerja, tapi mulai belajar menciptakan peluang sendiri. Dengan unit usaha yang dikelola sekolah, mereka bisa belajar manajemen risiko, strategi pemasaran, inovasi produk, hingga cara beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Pengalaman kayak gini jarang didapat dari sistem pembelajaran konvensional.
Selain itu, adanya sistem BLUD juga membuka peluang kolaborasi dengan industri, komunitas kreatif, sampai UMKM lokal. Sekolah bisa menjalin kerja sama untuk program magang, pelatihan, pengembangan produk, hingga pemasaran bersama. Semua ini bikin ekosistem pendidikan vokasi jadi lebih hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.