By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: SATRIA-1 Jadi Penolong, Internet Darurat Pulihkan Komunikasi di Wilayah Banjir
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » SATRIA-1 Jadi Penolong, Internet Darurat Pulihkan Komunikasi di Wilayah Banjir

Terkini

SATRIA-1 Jadi Penolong, Internet Darurat Pulihkan Komunikasi di Wilayah Banjir

Jack
By
Jack
7 months ago
Share
6 Min Read
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat hadir dalam acara Rocket Week 2025 oleh MyRepublic di Jakarta, Jumat (21/11/2025). (Foto: Kemkomdigi)
SHARE

INVERSI.ID – Ketika bencana melanda, salah satu hal paling krusial yang sering hilang pertama kali adalah akses komunikasi. Mulai dari jaringan seluler yang tumbang, listrik yang padam, sampai akses internet yang mati total. Situasi ini bikin warga di lokasi bencana makin kesulitan mengabari keluarga, mencari bantuan, atau sekadar memastikan kondisi sekitar tetap aman. Di tengah kondisi seperti inilah Kementerian Komunikasi dan Digital bergerak cepat memulihkan layanan komunikasi di wilayah terdampak banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Contents
SATRIA-1 Turun Tangan: Ketika Sinyal Hilang, Satelit yang Menggantikan10 Titik Internet Darurat: Konektivitas Prioritas di Tengah BencanaTeknologi dan Kemanusiaan: Peran Layanan Internet Darurat dalam Penanganan Bencana

Upaya pemulihan ini bukan sekadar perbaikan teknis biasa. Pemerintah menyiagakan 10 titik layanan internet darurat berbasis satelit SATRIA-1, sebuah langkah yang jadi penyelamat konektivitas di saat infrastruktur komunikasi konvensional lumpuh total. Dengan hadirnya layanan satelit, masyarakat kembali bisa terhubung, meski bencana membuat area tersebut sulit dijangkau.

Di berbagai wilayah terdampak banjir bandang, sinyal bukan cuma lemah—di banyak titik, sinyal benar-benar hilang. Situasi ini bikin proses evakuasi, koordinasi petugas, hingga penyebaran informasi resmi berjalan lebih lambat dari seharusnya. Maka, langkah cepat ini jadi salah satu prioritas paling penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran penanganan bencana.

SATRIA-1 Turun Tangan: Ketika Sinyal Hilang, Satelit yang Menggantikan

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa penyediaan akses internet darurat adalah salah satu prioritas utama pemerintah. Ia menekankan peran vital satelit SATRIA-1 sebagai solusi konektivitas saat jalur komunikasi terputus.

“Ketika jaringan komunikasi terputus, SATRIA-1 hadir sebagai penyelamat. Dengan cara ini, warga dapat kembali terhubung meskipun infrastruktur konektivitas sedang mengalami gangguan,” ujar Meutya Hafid melalui keterangan resmi, Minggu.

SATRIA-1 sendiri sudah beroperasi sejak tahun lalu dan memang dirancang untuk menjangkau wilayah 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar. Tapi fungsinya bukan cuma untuk pemerataan digital. Dalam situasi bencana besar seperti ini, kemampuan satelit untuk memberikan koneksi otomatis menjadikannya salah satu elemen paling strategis dalam penanganan krisis.

Selain menyediakan akses, Meutya juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan layanan internet darurat ini untuk memperoleh informasi resmi, bukan sekadar berita simpang siur yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Pemanfaatan SATRIA-1 dalam bencana ini memperlihatkan bagaimana teknologi satelit kini bukan sekadar pelengkap, tapi bagian integral dari mitigasi nasional. Internet darurat berbasis satelit membuat komunikasi antara petugas SAR, BNPB, TNI, Polri, serta relawan tetap berjalan meski sebagian besar infrastruktur rusak.

10 Titik Internet Darurat: Konektivitas Prioritas di Tengah Bencana

Pada Minggu, Tim BAKTI Komdigi bersama BNPB, Tim SAR, dan TNI langsung memobilisasi perangkat satelit ke lokasi pemasangan layanan internet. Gerak cepat ini penting untuk memastikan tidak ada wilayah terdampak yang benar-benar terputus dari komunikasi.

Baca Juga :

Tim Gabungan Bergerak, Penertiban Juru Parkir Liar di Jakarta Diperketat
TNI Klarifikasi Video Viral Cegat Kapal Bantuan di Aceh, Tegaskan Pelaku Bukan Anggota GAM

Ada 10 lokasi prioritas yang dipasang layanan internet SATRIA-1, tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Titik-titik tersebut antara lain:

  1. Bandara Pinangsori/Dr. Fredric Lumban Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara
  2. SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara
  3. Dekat Masjid Baitul Gafur, Kabupaten Aceh Utara, Aceh
  4. Aceh Command Center, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh
  5. Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe, Aceh
  6. Kota Langsa, Aceh
  7. Kabupaten Aceh Timur, Aceh
  8. Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh
  9. Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatra Barat
  10. UPT BNPB Regional Sumatera Barat, Kota Padang, Sumatra Barat

Wilayah-wilayah tersebut dipilih berdasarkan skala dampak, tingkat kerusakan jaringan, serta kebutuhan koordinasi darurat. Upaya ini memastikan bahwa pusat komando, area evakuasi, sekolah yang dijadikan pos pengungsian, hingga titik vital lainnya tetap bisa berkomunikasi.

Di lapangan, internet darurat ini langsung dimanfaatkan untuk mempercepat koordinasi distribusi logistik, pemetaan wilayah terdampak, pengumpulan data korban, sampai keperluan komunikasi pribadi warga yang ingin menghubungi keluarga atau mengabari kondisi mereka.

Dengan adanya titik-titik ini, proses evakuasi pun jadi lebih cepat karena tim SAR dapat mengirimkan laporan situasi secara real-time. Informasi tentang lokasi warga yang membutuhkan pertolongan, kondisi jalan, hingga status debit air sungai bisa diteruskan tanpa hambatan.

Teknologi dan Kemanusiaan: Peran Layanan Internet Darurat dalam Penanganan Bencana

Salah satu tantangan terbesar setiap terjadi bencana alam di Indonesia adalah infrastruktur komunikasi yang rentan rusak. Entah itu karena listrik padam, BTS terendam air, tiang jaringan roboh, atau jalur transportasi yang terputus. Kehadiran SATRIA-1 menjadi jawaban untuk memperkecil celah tersebut.

Dengan layanan internet satelit, Indonesia punya opsi cadangan yang kuat untuk situasi darurat. Teknologi ini bekerja tanpa bergantung pada kabel bawah tanah atau tower seluler yang mudah rusak. Selama perangkat bisa diarahkan ke satelit, koneksi tetap bisa hidup.

Dalam konteks banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar, akses internet darurat ini bukan cuma memudahkan koordinasi pemerintah, tapi juga membuka ruang bagi warga untuk mengakses informasi mengenai cuaca, jalur aman, hingga layanan bantuan.

Langkah Kementerian Komunikasi dan Digital ini menunjukkan bahwa pemulihan komunikasi adalah elemen vital dari respons bencana modern. Bukan hanya soal kabar mengabari keluarga, tapi tentang menggerakkan sistem penyelamatan secara keseluruhan.

Semakin cepat internet pulih, semakin cepat pula semua proses penanganan berjalan—mulai dari pengiriman bantuan, pencarian korban, hingga evaluasi dampak.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:BanjirInternet
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Indonesia Sports Summit 2025: Kemenpora Gaspol Bangun Industri Olahraga Nasional
Next Article Transformasi SMK di Jambi, Dari Kelas ke Dunia Bisnis Lewat BLUD
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

5 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

6 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index