By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Tren ‘Gen Z Stare’ di Tempat Kerja, Ekspresi Jujur atau Tanda Kurang Sopan?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tren ‘Gen Z Stare’ di Tempat Kerja, Ekspresi Jujur atau Tanda Kurang Sopan?

Musik

Tren ‘Gen Z Stare’ di Tempat Kerja, Ekspresi Jujur atau Tanda Kurang Sopan?

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
6 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Belakangan ini dunia maya diramaikan tren baru yang datang dari TikTok: Gen Z Stare. Tren ini menyoroti kebiasaan anak muda Gen Z memberi tatapan kosong, datar, dan tanpa ekspresi ketika berhadapan dengan generasi yang lebih tua, terutama di tempat kerja.

Contents
Awal Mula Tren Gen Z StareKenapa Gen Z Suka Memberi Tatapan Kosong?1. Dampak Isolasi Pandemi COVID-192. Kurangnya Keterampilan SosialDampaknya di Dunia KerjaGen Z: Jujur Atau Jutek?Tips Buat Gen Z Biar Nggak Disalahpahami

Warganet ramai membahas fenomena ini setelah banyak video di TikTok menunjukkan Gen Z di kantor atau toko hanya membalas pertanyaan atau sapaan seniornya dengan tatapan hampa, seolah tanpa emosi. Bagi sebagian orang, ini dianggap cara komunikasi yang jujur dan khas Gen Z. Tapi bagi yang lain, tatapan ini justru terkesan tidak sopan.

Awal Mula Tren Gen Z Stare

Istilah Gen Z Stare pertama kali muncul dari keluhan seorang milenial di TikTok, yang merasa bingung dengan cara Gen Z memandangnya di kantor. Keluhan ini lantas viral, memicu banyak komentar, hingga menjadi tren dengan jutaan views.

Salah satunya adalah Alexis Salter (23), Gen Z asal Ontario, Kanada, yang mengaku kerap melakukan tatapan khas ini ketika bekerja. “Kadang aku cuma lagi mencerna apa yang dia bilang, tapi orang malah mengira aku jutek,” ujar Alexis, dikutip dari CBC pada Rabu (16/7/2025).

Ia menambahkan, ada kalanya tatapan kosong itu sengaja ia lakukan saat ada pelanggan yang bersikap kasar. Jadi buat Alexis, tatapan itu bukan berarti dia tidak peduli, tapi lebih ke cara menunjukkan emosi tanpa banyak bicara.

Gen Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Mereka dikenal sebagai generasi yang sejak kecil sudah akrab dengan teknologi digital, media sosial, dan internet. Dalam dunia kerja, Gen Z mulai mendominasi banyak industri, membawa gaya komunikasi yang dianggap lebih lugas, praktis, bahkan kadang dinilai terlalu blak-blakan.

Namun justru karena itulah, mereka sering disalahpahami oleh generasi lebih tua yang terbiasa dengan basa-basi atau formalitas di tempat kerja.

Kenapa Gen Z Suka Memberi Tatapan Kosong?

Menurut para ahli, ada beberapa alasan kenapa tatapan kosong ini sering muncul di wajah Gen Z saat bekerja.

1. Dampak Isolasi Pandemi COVID-19

Dosen psikologi Shane Rogers dari Universitas Edith Cowan, Australia, mengatakan bahwa banyak Gen Z melewati masa remaja dalam kondisi karantina COVID-19. Masa yang biasanya dipakai untuk belajar bersosialisasi malah dihabiskan di depan layar, baik untuk sekolah daring maupun berbelanja dan berinteraksi secara online.

Baca Juga :

Puasa Ramadhan Bantu Regulasi Emosi dan Mental
Kata-kata Selamat Hari Ibu untuk 22 Desember 2023 Penuh Makna

Hal ini membuat mereka lebih nyaman dengan komunikasi digital daripada tatap muka. Bahkan Barry Garapedian, presiden MAG7 Consulting, menyebut Gen Z sering merasa cemas saat dipaksa merespons spontan secara langsung.

“Mereka butuh waktu untuk memproses respons yang tepat, bukannya langsung menjawab secara natural,” jelas Barry.

2. Kurangnya Keterampilan Sosial

Ahli generasi dari Universitas Negeri San Diego, Jean Twenge, menyebut fenomena Gen Z Stare ini sebagai tanda keterampilan sosial yang kurang terasah. “Gen Z menghabiskan lebih sedikit waktu untuk berinteraksi tatap muka selama masa remaja, padahal itu penting buat belajar komunikasi,” katanya.

Twenge menambahkan, kebiasaan bermedia sosial membuat Gen Z lebih sering berekspresi lewat emoji atau teks singkat, sehingga ketika berhadapan langsung, mereka jadi kikuk.

Senada, peneliti Mark McCrindle memberikan contoh ketika pelanggan generasi lebih tua memesan “susu malt” yang sebenarnya sudah tidak lazim disebut begitu. Gen Z yang tidak familiar justru kebingungan dan menatap kosong.

Dampaknya di Dunia Kerja

Di kantor, fenomena ini bisa memicu salah paham. Banyak manajer yang menganggap Gen Z kurang sopan atau tidak ramah ketika mereka hanya memberi tatapan kosong. Survei terbaru bahkan menunjukkan beberapa perusahaan mulai ragu mempekerjakan anak muda karena dinilai kurang bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik.

McCrindle menambahkan, gap generasi paling terasa ketika Gen Z harus berhadapan dengan klien atau rekan kerja yang lebih tua.

“Mereka butuh waktu lebih banyak untuk membangun kepercayaan diri dalam interaksi langsung,” katanya.

Gen Z: Jujur Atau Jutek?

Bagi Gen Z sendiri, mereka melihat tatapan kosong ini sebagai bentuk kejujuran. Kalau memang sedang tidak tahu cara menjawab atau sedang memproses informasi, mereka tidak berpura-pura tersenyum atau sok ramah.

Namun bagi generasi lebih tua, sikap ini kadang dianggap cuek, dingin, bahkan tidak sopan. Di sinilah pentingnya saling memahami. Generasi lebih tua bisa belajar untuk tidak cepat tersinggung, sementara Gen Z bisa mulai belajar menunjukkan empati lewat bahasa tubuh yang lebih hangat.

Tips Buat Gen Z Biar Nggak Disalahpahami

Buat kamu anak Gen Z, bukan berarti harus berubah jadi orang lain. Tapi ada beberapa cara supaya kamu nggak kelihatan “jutek” di mata senior di kantor:

  • Jangan lupa senyum tipis saat menjawab pertanyaan.
  • Nggak apa-apa bilang jujur: “Sebentar ya, saya pikir dulu.”
  • Latih kontak mata supaya lawan bicara merasa diperhatikan.
  • Gunakan sapaan kecil, seperti “baik, pak/bu” atau “oke, noted.”

Fenomena Gen Z Stare bukan sekadar tren kocak di TikTok, tapi jadi cerminan betapa besarnya perbedaan gaya komunikasi antar generasi. Anak muda zaman sekarang memang punya cara sendiri buat mengekspresikan diri, tapi penting juga buat belajar cara yang lebih efektif dan bisa diterima di dunia kerja.

Sementara itu, generasi lebih tua pun perlu belajar memahami cara pikir anak muda zaman sekarang, yang lebih mengutamakan kejujuran dan spontanitas daripada formalitas. Dengan begitu, kolaborasi di kantor jadi lebih sehat dan minim konflik.

Jadi, buat kamu anak Gen Z, yuk mulai pelan-pelan belajar cara komunikasi yang lebih hangat. Dan buat para senior, jangan buru-buru nge-judge. Siapa tahu tatapan kosong itu cuma tanda mereka lagi mikir keras, bukan jutek.

You Might Also Like

Endah Widiastuti Soroti Pentingnya Proteksi Hak Cipta untuk Musisi Indonesia
Tak Mau Ketinggalan Gen Z, Inul Daratista Siap Beradaptasi dengan Perkembangan Musik
Quinn Salman Nyanyikan Soundtrack Garuda Di Dadaku, Lagu Bersama Sang Garuda Penuh Semangat
Nuansa Retro dan Lirik Menyentuh, Ruth Sahanaya Perkenalkan Single Pelangi
Mocca Ciptakan Momen Tak Terlupakan di Java Jazz Festival 2026, Ajak Penonton Naik Panggung
TAGGED:gen zGen Z Stare
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article for Revenge dan Stand Here Alone Rilis UKYDS: Dua Genre, Satu Rasa
Next Article Mayoritas Pengangguran di Indonesia Anak Muda Usia 15-24 Tahun
1 Comment
  • Pingback: 5 Profesi Kekinian yang Bisa Dikerjakan dari Rumah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Musik

Andien Bawa Lagu Baru dan Kenangan Kirana di Panggung Java Jazz Festival

3 weeks ago
Musik

Bilal Indrajaya Ajak Penonton Bernostalgia lewat Lagu-Lagu The Beatles di Java Jazz 2026

4 weeks ago
Musik

Slank Sioapkan Kejutan di Panggung Java Jazz 2026

4 weeks ago
Musik

Java Jazz Festival 2026 Hadir dengan Venue Baru dan Konsep Lebih Fresh

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index