By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Mayoritas Pengangguran di Indonesia Anak Muda Usia 15-24 Tahun
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mayoritas Pengangguran di Indonesia Anak Muda Usia 15-24 Tahun

Terkini

Mayoritas Pengangguran di Indonesia Anak Muda Usia 15-24 Tahun

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
6 Min Read
Gen Z
SHARE

INVERSI.ID – Masalah pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Lebih miris lagi, data terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pengangguran justru berasal dari kelompok usia muda. Padahal, anak muda sering disebut sebagai bonus demografi yang seharusnya mendorong perekonomian nasional.

Contents
Siapa Saja yang Dihitung Sebagai Pengangguran?Angka Pengangguran Naik Tipis, Tapi yang Bekerja Juga BertambahJumlah Pengangguran Muda Turun, Tapi Belum SignifikanKenapa Anak Muda Masih Jadi yang Paling Banyak Menganggur?1. Kurangnya Keterampilan Siap Kerja2. Pilih-Pilih Pekerjaan3. Minimnya Peluang di Daerah4. Perubahan Dunia KerjaApa Dampaknya Kalau Pengangguran Anak Muda Tinggi?Tips Buat Anak Muda Supaya Nggak Lama Nganggur

Berdasarkan laporan Keadaan Angkatan Kerja Februari 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kamis (17/7/2025), jumlah pengangguran di Indonesia tercatat mencapai 7,28 juta orang. Dari angka itu, mayoritas pengangguran berusia 15-24 tahun dengan jumlah 3,55 juta orang.

Posisi kedua ditempati kelompok usia 25-34 tahun, yakni sebanyak 1,94 juta orang. Sementara pengangguran usia 35-44 tahun tercatat 684 ribu orang, usia 45-54 tahun sebanyak 528 ribu orang, usia 55-64 tahun mencapai 416 ribu orang, dan yang berusia 65 tahun ke atas ada sekitar 160 ribu orang.

Siapa Saja yang Dihitung Sebagai Pengangguran?

Menurut definisi BPS, pengangguran adalah penduduk usia kerja yang:

  • Tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
  • Tidak punya pekerjaan tetapi sedang mempersiapkan usaha baru.
  • Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin dapat kerja.
  • Sudah punya pekerjaan atau usaha, tapi belum mulai bekerja.

Dengan definisi ini, angka pengangguran yang tercatat mencerminkan mereka yang masih aktif ingin bekerja, bukan hanya yang “diam di rumah”.

Angka Pengangguran Naik Tipis, Tapi yang Bekerja Juga Bertambah

Jika dibandingkan Februari 2024, angka pengangguran tahun ini memang sedikit naik. Pada Februari 2024, jumlah pengangguran tercatat 7,19 juta orang, sementara Februari 2025 naik menjadi 7,28 juta orang.

Namun, data positifnya adalah jumlah orang yang bekerja juga ikut meningkat cukup besar. Pada Februari 2024, orang yang bekerja tercatat 142,18 juta, sementara di Februari 2025 menjadi 145,77 juta. Artinya, kesempatan kerja tetap bertambah, meski belum bisa menyerap semua pencari kerja.

Jumlah Pengangguran Muda Turun, Tapi Belum Signifikan

Walaupun mayoritas pengangguran masih didominasi anak muda, tren datanya menunjukkan sedikit perbaikan. Jumlah pengangguran usia 15-24 tahun pada Februari 2025 tercatat 3,55 juta orang, menurun dibanding Februari 2024 yang masih 3,62 juta orang.

Kelompok usia 35-44 tahun juga menunjukkan penurunan, dari 775 ribu orang pada 2024 menjadi 684 ribu orang pada 2025.

Baca Juga :

Gak Perlu Ragu, Ini 3 Alasan Kamu Harus Baca Filosofi Teras
Tips Pola Hidup Sehat Sehari-Hari, Mudah dan Gratis

Sayangnya, untuk kelompok usia lainnya justru mengalami kenaikan. Misalnya:

  • Usia 25-34 tahun naik dari 1,91 juta jadi 1,94 juta.
  • Usia 45-54 tahun naik dari 520 ribu jadi 528 ribu.
  • Usia 55-64 tahun melonjak dari 250 ribu jadi 416 ribu.
  • Usia 65 tahun ke atas juga naik dari 118 ribu jadi 160 ribu.

Kenapa Anak Muda Masih Jadi yang Paling Banyak Menganggur?

Pengangguran.

Fenomena anak muda jadi kelompok paling banyak menganggur bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara berkembang. Ada beberapa faktor yang membuat angka pengangguran di usia muda tetap tinggi, di antaranya:

1. Kurangnya Keterampilan Siap Kerja

Banyak anak muda yang baru lulus sekolah atau kuliah belum punya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Perusahaan sering mencari karyawan yang sudah berpengalaman, sementara fresh graduate butuh tempat untuk belajar.

2. Pilih-Pilih Pekerjaan

Nggak jarang anak muda sekarang lebih memilih untuk “menunggu yang cocok” daripada menerima pekerjaan pertama yang datang. Akhirnya, mereka lebih lama berada di status pencari kerja.

3. Minimnya Peluang di Daerah

Banyak peluang kerja masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Anak muda di daerah yang nggak mau merantau sering kesulitan menemukan pekerjaan yang sesuai.

4. Perubahan Dunia Kerja

Tren kerja digital, freelance, atau gig economy membuat banyak anak muda lebih memilih kerja fleksibel daripada kerja kantoran konvensional. Namun, model kerja ini sering nggak terdata secara resmi sehingga masih dianggap “pengangguran”.

Apa Dampaknya Kalau Pengangguran Anak Muda Tinggi?

Tingginya angka pengangguran anak muda bisa jadi masalah serius kalau dibiarkan. Dampaknya antara lain:

  • Potensi bonus demografi terbuang sia-sia.
  • Angka kemiskinan sulit ditekan.
  • Banyak anak muda rentan pada masalah mental seperti stres dan depresi.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah, sekolah, kampus, hingga perusahaan untuk sama-sama memperbaiki ekosistem kerja supaya bisa memberi lebih banyak ruang bagi generasi muda.

Tips Buat Anak Muda Supaya Nggak Lama Nganggur

Buat kamu yang lagi cari kerja, jangan menyerah dulu. Ada beberapa cara supaya peluangmu lebih besar:

  • Perbanyak skill baru lewat kursus online.
  • Perluas networking, misalnya lewat komunitas atau LinkedIn.
  • Jangan takut ambil pekerjaan pertama buat belajar, walau gaji belum ideal.
  • Coba peluang kerja digital seperti freelance atau usaha kecil-kecilan.

Data BPS jelas menunjukkan bahwa anak muda masih jadi kelompok paling rentan dalam dunia kerja. Meski begitu, tren penurunan pengangguran di usia 15-24 tahun menunjukkan ada perbaikan kecil yang patut diapresiasi.

Sekarang saatnya generasi muda lebih aktif memperbaiki diri, sambil mendorong pemerintah dan industri untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja yang inklusif. Ingat, masa depan ekonomi Indonesia ada di tangan generasi muda. Jangan sampai kesempatan itu hilang hanya karena kita malas bergerak.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Anak MudakerjaPengangguran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tren ‘Gen Z Stare’ di Tempat Kerja, Ekspresi Jujur atau Tanda Kurang Sopan?
Next Article Apa Itu Beasiswa Talent Scouting? Begini Cara Dapatnya!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index