Ada isu serius nih, Brother and Sister, yang lagi jadi sorotan di Kabupaten Pamekasan! Hingga pertengahan tahun 2025 ini, ternyata Kabupaten Pamekasan belum punya Peraturan Daerah (Perda) khusus yang ngatur penyelenggaraan olahraga secara komprehensif. Duh, kok bisa ya?
Kondisi ini langsung jadi perhatian serius para jurnalis olahraga yang tergabung dalam Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan. Mereka melihat bahwa ketiadaan regulasi ini bisa berdampak besar pada masa depan olahraga di Pamekasan.
Ketua SIWO PWI Pamekasan, Zainol Atikurrahman, yang akrab disapa Nunuk, ngedesak banget agar Pemkab Pamekasan segera punya Perda Olahraga.
Menurutnya, absennya regulasi daerah ini bikin arah dan pengembangan olahraga jadi kurang maksimal, baik di bidang pendidikan, masyarakat, maupun prestasi. Pamekasan masih ngandelin beberapa regulasi umum yang belum menyentuh aspek teknis keolahragaan secara spesifik.
“Sampai sekarang, belum ada Perda yang secara khusus mengatur penyelenggaraan olahraga. Regulasi yang digunakan hanya bersandar pada Perda Hiburan dan Rekreasi, Ketertiban Umum, serta Perlindungan Disabilitas.
Ini belum cukup mengakomodasi kebutuhan pengembangan olahraga secara menyeluruh,” terang Zainol pada hari Rabu (16/7/2025). Jelas banget kan, kalau regulasi yang ada sekarang itu nggak nyambung sama kebutuhan olahraga!
Nunuk juga menilai, keberadaan Perda Olahraga ini bakal jadi dasar hukum penting dalam mendorong realisasi berbagai program strategis, termasuk percepatan pembangunan Sport Center di Pamekasan. Bayangin aja, tanpa dasar hukum yang kuat, pembangunan fasilitas olahraga sebesar Sport Center bisa aja jadi mangkrak atau nggak terarah. Ini sih bahaya banget buat masa depan atlet muda!
DPRD Ikut Bersuara: Perda Olahraga Kunci Pembinaan Atlet Jelas!
Dorongan serupa juga datang dari “rumah rakyat,” alias Anggota DPRD Pamekasan, di daerah Tabri.
Dari beliau sendiri menegaskan bahwa Perda Penyelenggaraan Olahraga ini sangat dibutuhkan, apalagi sebagai pijakan hukum dalam pembinaan atlet dan arah kebijakan pembinaan cabang olahraga (cabor).
Yang artinya, ini bukan cuma keinginan SIWO PWI, tapi juga kebutuhan mendesak dari legislator! “Selama ini belum ada kejelasan pembinaan atlet, misalnya soal kelompok usia atau fokus pembinaan tiap cabor.”
“Kalau ada perda, semuanya bisa diatur lebih rinci, dan dampaknya tentu pada peningkatan prestasi atlet,” kata Tabri, mengacu pada hasil lokakarya olahraga di Kecamatan Proppo.
Pernyataan ini menunjukkan gap yang besar dalam pembinaan atlet di Pamekasan saat ini. Tanpa regulasi, pembinaan jadi nggak terstruktur dan nggak fokus.
Tabri mencontohkan keberhasilan tim futsal Pamekasan yang mampu meraih medali dalam Porprov Jatim. Kenapa bisa sukses? Karena pembinaannya berbasis kelompok usia sesuai regulasi turnamen.
Hal tersebut menjadi bukti konkret kalau dengan aturan yang jelas, prestasi bisa diukir! Kalau futsal aja bisa, cabor lain harusnya juga bisa kalau didukung Perda yang mumpuni.
Disporapar Janji Gercep: Raperda Olahraga Jadi Prioritas 2026!
Menanggapi desakan dari SIWO PWI dan DPRD, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Fathorrachman, ngasih kabar baik.
Beliau memastikan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan penyusunan Raperda Penyelenggaraan Olahraga sebagai program prioritas untuk tahun 2026. Wah, akhirnya ada progress nih, Brother and Sister!
“Usulan ini memang erat kaitannya dengan pembiayaan. Tapi kami tegaskan, pembentukan Raperda Olahraga akan menjadi program prioritas tahun depan,” tegas Fathorrachman.
Meskipun ada kendala pembiayaan, komitmen untuk menjadikan Raperda ini prioritas di tahun 2026 adalah angin segar. Artinya, pemerintah daerah nggak tutup mata dan telinga terhadap kebutuhan ini.
Dengan adanya perda ini nantinya, diharapkan kebijakan pembangunan olahraga di Pamekasan dapat berjalan lebih terarah, terstruktur, dan mampu mendorong lahirnya atlet-atlet potensial dari daerah.
Ini adalah harapan besar bagi para pegiat olahraga, pelatih, dan tentunya, para atlet muda Pamekasan. Perda ini bukan cuma secarik kertas, tapi pondasi untuk masa depan olahraga Pamekasan yang lebih cerah dan berprestasi.
Semoga proses penyusunan Raperda ini bisa berjalan lancar dan sesuai target ya, Brother and Sister! Agar atlet-atlet Pamekasan bisa punya payung hukum yang kuat untuk terus berprestasi dan membanggakan daerah, bahkan Indonesia!