Inversi Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nagrak 2 Prima Rasa yang berada di bawah naungan Yayasan Garuda Kencana Raharja, di Desa Nagrak, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mempelajari praktik terbaik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam aspek penyajian makanan yang inovatif dan menarik bagi penerima manfaat.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur meninjau secara langsung proses pengelolaan makanan, mulai dari tahap persiapan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian kepada para siswa. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah penerapan sistem prasmanan dalam penyajian menu MBG, yang dinilai mampu memberikan pengalaman makan yang lebih menyenangkan dan variatif bagi anak-anak.
Kepala SPPG Nagrak 2 Prima Rasa menjelaskan bahwa sistem prasmanan memungkinkan siswa untuk memilih makanan sesuai dengan selera mereka, namun tetap dalam koridor menu yang telah disusun berdasarkan standar gizi yang ditetapkan. Dengan demikian, selain memenuhi kebutuhan nutrisi, pendekatan ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar mengenal berbagai jenis makanan sehat.
Setelah meninjau SPPG Nagrak 2, Wakil Gubernur melanjutkan kunjungan ke Yayasan Kabar Baik yang menaungi jenjang pendidikan taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama. Di lokasi tersebut, ia menyaksikan secara langsung implementasi penyajian MBG dengan sistem prasmanan kepada para siswa.
Kehadiran Wakil Gubernur disambut oleh Kepala Sekolah SMP Kabar Baik, Stephan Chandra, serta Kepala Sekolah SD Yakaba, Veleriana Nainggolan. Dalam kesempatan tersebut, ia berdialog dengan para tenaga pendidik dan pengelola program mengenai tantangan serta manfaat dari penerapan sistem penyajian tersebut.
Wakil Gubernur Idah menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan banyak pembelajaran berharga, terutama dalam hal inovasi penyajian makanan yang dapat meningkatkan minat makan siswa. Menurutnya, variasi dalam penyajian merupakan faktor penting dalam menjaga antusiasme anak-anak terhadap program MBG.
“Penyajian secara prasmanan ini memiliki daya tarik tersendiri. Anak-anak terlihat lebih antusias karena mereka dapat memilih makanan secara langsung. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi pelaksanaan program MBG di Gorontalo agar lebih variatif dan tidak monoton,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa inovasi dalam penyajian makanan tidak hanya berdampak pada peningkatan selera makan, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan kebiasaan makan yang lebih baik. Anak-anak menjadi lebih terbuka untuk mencoba berbagai jenis makanan sehat, sehingga pola konsumsi gizi seimbang dapat terbentuk sejak dini.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur menilai bahwa di tengah perhatian publik terhadap pelaksanaan program MBG secara nasional, inovasi seperti sistem prasmanan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.
Dengan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan, program MBG diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih optimal. Namun demikian, ia juga mengakui bahwa penerapan sistem prasmanan memerlukan perencanaan yang matang, terutama dari sisi biaya dan pengelolaan.
Dibandingkan dengan metode distribusi menggunakan kemasan atau ompreng, sistem ini membutuhkan sumber daya yang lebih besar, baik dari segi tenaga kerja maupun pengaturan logistik.
“Memang terdapat tantangan dari sisi efektivitas dan pembiayaan. Akan tetapi, jika direncanakan dengan baik, sistem ini tetap dapat diterapkan sebagai alternatif yang positif. Tidak harus setiap hari, melainkan dapat dijadwalkan secara berkala, misalnya seminggu sekali,” jelasnya.
Sebagai Ketua Satuan Tugas MBG di Provinsi Gorontalo, Idah menegaskan bahwa hasil kunjungan ini akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dan rujukan dalam pengembangan program di daerahnya. Ia optimistis bahwa inovasi penyajian makanan dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis, program ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan konsentrasi belajar, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Dalam konteks tersebut, inovasi dalam penyajian makanan menjadi aspek yang tidak kalah penting. Selain memastikan kecukupan gizi, program MBG juga perlu memperhatikan aspek psikologis dan kenyamanan penerima manfaat. Penyajian yang menarik dan variatif dapat meningkatkan minat makan serta menciptakan pengalaman yang positif bagi anak-anak.
Kunjungan kerja ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi dan pembelajaran antar daerah dalam meningkatkan kualitas program pemerintah. Dengan saling berbagi praktik terbaik, setiap daerah dapat mengadopsi inovasi yang relevan dengan kondisi lokal, sehingga implementasi program menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya perbaikan dan inovasi dalam pelaksanaan program MBG. Melalui pendekatan yang adaptif dan berbasis kebutuhan masyarakat, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, penguatan kualitas layanan, termasuk dalam aspek penyajian makanan, akan menjadi fokus utama dalam pengembangan program MBG. Dengan dukungan semua pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat, program ini diharapkan dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.