By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Waspada Judi Online, Psikiater Sebut Gejala Awal Kecanduan yang Sering Tak Disadari
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Waspada Judi Online, Psikiater Sebut Gejala Awal Kecanduan yang Sering Tak Disadari

Kesehatan

Waspada Judi Online, Psikiater Sebut Gejala Awal Kecanduan yang Sering Tak Disadari

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
4 Min Read
Refleksi konten iklan judi online pada mata seorang warga di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (3/2/2026). (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Fenomena judi online semakin menjadi perhatian karena berpotensi memicu kecanduan yang berdampak serius pada kesehatan mental dan kehidupan sosial seseorang. Para ahli mengingatkan bahwa ada sejumlah tanda yang bisa menjadi sinyal awal seseorang mulai mengalami kecanduan judi daring.

Dokter spesialis psikiatri subspesialis psikiatri adiksi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Kristiana Siste, menjelaskan bahwa salah satu tanda paling jelas dari kecanduan judi online adalah ketika seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain.

Mengacu pada pedoman International Statistical Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11) dari World Health Organization, ia menyebutkan bahwa gejala utama kecanduan judi adalah hilangnya kendali terhadap perilaku berjudi.

“Artinya tidak mengenal pagi, siang, sore dia sudah bermain judi. Tidak mengenal uangnya sudah habis, dia akan mati-matian untuk mencari uang buat bermain judi. Bahkan sampai ada tindakan kriminal, misalnya mencuri atau mengambil uang, barang orang lain,” katanya di Jakarta, Kamis.

Selain kehilangan kontrol, penderita kecanduan judi juga mulai menjadikan aktivitas tersebut sebagai prioritas utama dalam hidupnya. Mereka rela meninggalkan aktivitas lain demi terus bermain.

“Ada yang sambil naik motor, terus dia minggir dulu untuk melihat website-nya, untuk bermain dulu sebentar terus melanjutkan perjalanan lagi,” katanya.

“Sudah jarang keluar rumah karena mereka yang kecanduan biasanya bermain judi itu dia sendiri, tidak lagi main bareng,” ia menambahkan.

Menurutnya, orang yang telah mengalami kecanduan cenderung terus meningkatkan frekuensi maupun nilai taruhan, meskipun sudah mengalami kerugian nyata.

“Yang tadinya cuma tiga jam bermain judi, jadi sepanjang waktu, 18 jam bermain judi. Ada jam-jam gacor kan yang mereka tahu, itu jadi semakin meningkat perilakunya,” katanya.

Baca Juga :

Anak Muda Wajib Tahu, Nyeri Dada Bisa Jadi Alarm Serangan Jantung
Ribuan Pelajar Ikut Gen Halal Championship, Halal Didorong Jadi Gaya Hidup

Kristiana menjelaskan bahwa rasa senang berlebihan saat memperoleh kemenangan menjadi salah satu pemicu seseorang terus kembali berjudi.

Permainan seperti slot dirancang dengan tampilan visual mencolok serta efek suara yang menarik perhatian. Hal ini dapat memicu peningkatan zat kimia di otak yang disebut dopamin, yaitu senyawa yang berkaitan dengan rasa senang.

“Slot itu kan ada warna-warni yang cerah, pecahan, suara gemericik koin, ada scatter-nya perkalian 2.000, 50.000. Jadi itu meningkatkan zat kimia di dalam otak kita namanya dopamin, ini membuat rasa senang yang berlebihan kalau dia dalam keadaan yang tinggi,” ia menjelaskan.

Dopamin memang juga bisa meningkat saat seseorang berolahraga atau menikmati makanan enak. Namun lonjakan dopamin dari aktivitas tersebut biasanya tidak setinggi ketika seseorang berjudi atau melakukan perilaku berisiko seperti penyalahgunaan narkoba.

Lonjakan dopamin yang tinggi inilah yang kemudian membentuk memori di otak bahwa berjudi dapat memberikan rasa senang yang kuat.

Selain itu, kemenangan dalam perjudian juga dapat menimbulkan keyakinan bahwa judi merupakan cara mudah untuk mendapatkan uang. Hal ini sering memicu ilusi kendali, di mana seseorang merasa memiliki kemampuan khusus untuk menang.

“Menangnya enggak seberapa, tapi dia merasa ‘aku tidak dalam keadaan jago, tidak punya skill aja bisa menang’,” kata Kristiana.

Ia menegaskan bahwa tidak semua orang yang mencoba judi online akan berakhir dengan kecanduan. Namun risiko kecanduan tetap tinggi jika seseorang mulai menunjukkan tanda-tanda kehilangan kontrol, menjadikan judi sebagai prioritas, dan terus meningkatkan aktivitas berjudi.

“Tidak semua orang yang bermain judi online berakhir di kecanduan. Tapi, memang sangat berisiko tinggi mengalami kecanduan kalau sudah ada tiga hal tadi,” Tutup dr. Kristiana.

You Might Also Like

Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban
Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
TAGGED:Judi OnlinePsikiater
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Waspada Kanker Ginjal, Penyakit “Silent” yang Diam-Diam Mengancam
Next Article CEO Kelme bersama jajaran menggelar Press Conference di Plaza Utara, Gelora Bung Karno, Jakarta. (12/3/2026). Kelme dan PSSI Resmi Perkenalkan Jersey Baru Timnas Indonesia, Ini Harganya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Dulu Numpang Listrik Saudara, Kini Rumah Markamah Terang Berkat Bantuan Gratis Bahlil

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

KesehatanTerkini

Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting

4 weeks ago
Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index