INVERSI.ID – Nyeri dada pada usia muda sering dianggap sepele oleh banyak orang. Banyak anak muda mengira bahwa nyeri dada hanya disebabkan oleh masalah otot atau sendi. Padahal, nyeri dada pada usia muda bisa menjadi gejala awal gangguan jantung, bahkan ketika seseorang masih berusia 20–30 tahun. Jika diabaikan, kondisi ini dapat berakibat fatal dan mengancam jiwa. Selain karena masalah musculoskeletal (otot dan tulang dada), nyeri dada juga dapat dipicu oleh gangguan pencernaan, masalah paru-paru, kelainan irama jantung, hingga penyakit jantung bawaan.
Fakta bahwa nyeri dada pada usia muda bisa menandakan gangguan serius membuat masyarakat harus lebih waspada. Risiko akan semakin tinggi jika seseorang memiliki kebiasaan merokok, menderita obesitas, mengalami kolesterol atau tekanan darah tinggi, serta memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Faktor-faktor tersebut bisa mempercepat kerusakan pembuluh darah, meski usia masih tergolong muda.
Lebih lanjut, nyeri dada pada usia muda sering kali menjadi alasan pasien datang ke rumah sakit. Menurut Dr dr Pudjo Rahasto, SpJP (K), FIHA, FSCAI, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung Intervensi Mayapada Hospital Tangerang, keluhan nyeri dada di usia muda bukanlah hal yang bisa dianggap enteng.
“Tak jarang pasien muda datang dengan keluhan nyeri dada, jantung berdebar, atau sesak napas. Hasil evaluasi sering menunjukkan ada kelainan irama jantung atau gangguan pembuluh darah yang cukup serius,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (29/9/2025).
Deteksi Dini Melalui Chest Pain Unit
Untuk mencegah risiko lebih lanjut, setiap orang yang mengalami nyeri dada dianjurkan segera memeriksakan diri. Mayapada Hospital menyediakan layanan Chest Pain Unit yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan evaluasi cepat. Unit ini melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pengecekan tanda vital, rekam jantung (EKG), hingga konsultasi dengan dokter.
Menariknya, layanan ini diberikan secara gratis jika hasil evaluasi awal tidak menunjukkan adanya gangguan jantung. Namun, jika terindikasi ada masalah serius, pasien akan langsung mendapatkan rujukan cepat ke dokter spesialis atau subspesialis untuk penanganan lebih lanjut sesuai standar medis.
Chest Pain Unit merupakan bagian dari Cardiovascular Center Mayapada Hospital, yang sudah terintegrasi dengan layanan Cardiac Emergency 24 jam. Jika hasil pemeriksaan mengarah pada serangan jantung, tim medis siap melakukan tindakan darurat berupa Primary PCI (pemasangan ring) dengan standar door-to-balloon time di bawah 90 menit. Protokol ini merupakan standar emas internasional dalam penanganan serangan jantung, yang bertujuan menyelamatkan nyawa pasien dengan mempercepat pemulihan aliran darah ke jantung.
Layanan Jantung Terpadu dan Teknologi Modern
Selain layanan darurat, Cardiovascular Center Mayapada Hospital juga menangani pasien jantung secara komprehensif. Layanan yang tersedia mencakup pencegahan, deteksi dini, diagnosis, intervensi, hingga tindakan bedah dan rehabilitasi. Semua proses ini didukung oleh tim dokter multidisiplin berpengalaman serta teknologi medis mutakhir yang mengikuti standar internasional.
Untuk memudahkan akses masyarakat, Mayapada Hospital juga menghadirkan aplikasi MyCare. Aplikasi ini memungkinkan pasien membuat janji konsultasi langsung melalui smartphone. Selain itu, MyCare menyediakan artikel kesehatan seputar jantung, tips gaya hidup sehat, hingga fitur pemantauan kesehatan personal. Aplikasi ini juga dapat terhubung dengan Health Access dan Google Fit, sehingga pengguna bisa memantau langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga indeks massa tubuh (BMI).
Dengan adanya layanan terpadu seperti ini, masyarakat diharapkan tidak lagi menunda pemeriksaan ketika mengalami nyeri dada, terutama di usia muda. Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi lebih serius, sekaligus melindungi kualitas hidup di masa depan.
Nyeri dada pada usia muda bukan sekadar keluhan biasa, melainkan bisa menjadi gejala awal dari penyakit jantung. Risiko semakin tinggi jika ada faktor gaya hidup tidak sehat dan riwayat keluarga. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan lebih peduli terhadap gejala ini dengan melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan, salah satunya melalui layanan Chest Pain Unit di Mayapada Hospital. Dengan deteksi dini dan penanganan cepat, risiko komplikasi berbahaya dapat ditekan, dan peluang hidup sehat lebih lama akan semakin besar.