By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Target PNBP Minerba 2026 Naik Jadi Rp134 Triliun, Kementerian ESDM Optimistis Meski Produksi Dipangkas
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Target PNBP Minerba 2026 Naik Jadi Rp134 Triliun, Kementerian ESDM Optimistis Meski Produksi Dipangkas

Ekonomi

Target PNBP Minerba 2026 Naik Jadi Rp134 Triliun, Kementerian ESDM Optimistis Meski Produksi Dipangkas

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
4 months ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi. Kementerian ESDM targetkan PNBP minerba 2026 capai Rp134 triliun. (Dok. Kementerian ESDM)
Ilustrasi. Kementerian ESDM targetkan PNBP minerba 2026 capai Rp134 triliun. (Dok. Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan target penerimaan negara bukan pajak dari sektor mineral dan batu bara pada tahun 2026 sebesar Rp134 triliun.

Target ini mencerminkan optimisme pemerintah dalam menjaga kontribusi sektor pertambangan terhadap keuangan negara, meskipun terdapat kebijakan pengendalian produksi komoditas strategis seperti batu bara dan nikel melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya tahun 2026.

Target PNBP minerba tahun 2026 tersebut lebih tinggi dibandingkan target tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp124,7 triliun. Kenaikan target ini menunjukkan keyakinan pemerintah bahwa penerimaan negara dari sektor pertambangan masih dapat ditingkatkan melalui berbagai instrumen kebijakan, tidak hanya bergantung pada volume produksi semata, tetapi juga pada faktor harga dan tata kelola.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menilai kondisi pasar komoditas global menjadi salah satu penopang utama dalam pencapaian target tersebut. Sejumlah komoditas mineral menunjukkan tren harga yang menguat, sehingga memberikan ruang bagi negara untuk meningkatkan penerimaan meskipun produksi dibatasi demi menjaga keseimbangan pasar.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa kenaikan harga beberapa komoditas tambang menjadi faktor penting dalam perhitungan target PNBP 2026. Ia menyebutkan bahwa harga timah, nikel, dan emas mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga diharapkan dapat mendukung penerimaan negara.

Tri Winarno menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan aspek harga komoditas. Menurutnya, upaya penguatan pengawasan serta pembenahan tata kelola sektor minerba menjadi kunci dalam memastikan target PNBP dapat tercapai secara berkelanjutan. Pemerintah berupaya meminimalkan potensi kebocoran penerimaan melalui peningkatan kepatuhan pelaku usaha dan penegakan regulasi.

Ia juga menekankan bahwa optimalisasi penerimaan negara dari sektor minerba harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memastikan kewajiban keuangan perusahaan tambang terpenuhi, pemerintah juga berfokus pada transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya alam agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh negara.

Dalam menghadapi dinamika pasar global, Kementerian ESDM menyiapkan berbagai skenario antisipatif. Tri Winarno menyatakan bahwa pemerintah akan menyiapkan langkah alternatif apabila harga komoditas mengalami penurunan atau bergerak stagnan. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas penerimaan negara di tengah ketidakpastian ekonomi internasional.

Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa realisasi PNBP sektor minerba pada tahun 2025 mencapai Rp138,37 triliun. Angka tersebut melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp127,44 triliun. Capaian ini memperlihatkan peran strategis sektor pertambangan dalam menopang penerimaan negara.

Baca Juga :

Interupsi Paripurna dari PAN yang Minta Banjir Sumbar Jadi Bencana Nasional
100 Ribu Lebih Pengendara Ditegur dan Ditilang Saat Operasi Zebra di Bojonegoro

Namun demikian, secara keseluruhan PNBP sektor ESDM pada 2025 tercatat sebesar Rp243,41 triliun. Realisasi tersebut masih berada di bawah target APBN 2025 yang dipatok sebesar Rp255,5 triliun. Pemerintah menilai selisih tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi harga energi serta dinamika produksi yang terjadi sepanjang tahun.

Dalam konteks kebijakan 2026, Kementerian ESDM sebelumnya telah mengumumkan rencana pemangkasan produksi batu bara nasional. Produksi batu bara ditargetkan turun menjadi sekitar 600 juta ton, atau berkurang hampir 200 juta ton dibandingkan realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai sekitar 790 juta ton.

Kebijakan pengendalian produksi ini bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan harga batu bara di pasar global, sekaligus mendukung agenda transisi energi dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan. Pemerintah menilai kebijakan tersebut tidak akan mengganggu penerimaan negara apabila diimbangi dengan strategi harga dan perbaikan tata kelola.

Dengan kombinasi antara tren harga komoditas yang positif, penguatan pengawasan, serta pembenahan tata kelola sektor pertambangan, Kementerian ESDM optimistis target PNBP minerba sebesar Rp134 triliun pada 2026 dapat tercapai.

Pemerintah menegaskan bahwa sektor minerba akan tetap menjadi salah satu pilar penting penerimaan negara, sekaligus diarahkan menuju pengelolaan yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Baca Juga : https://inversi.id/kementerian-esdm-dorong-green-industry-dpr-nilai-stop-impor-solar-perkuat-kemandirian-energi-nasional/

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
TAGGED:Bahlil LahadaliaDari Rakyat Untuk RakyatESDMKementerian ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article FIFA Series 2026. (Foto : FIFA/PSSI) FIFA Series 2026 Diperluas: 48 Tim dari Enam Konfederasi Siap Berlaga di 12 Grup
Next Article Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters) Ketegangan Greenland Memanas, Uni Eropa Siapkan Opsi Balasan atas Ancaman Tarif Donald Trump
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Ekonomi

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

7 days ago
Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index