Jakarta –
Drama besar terjadi di puncak pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah dua hari pasar saham dihantam badai hingga terpaksa melakukan penghentian perdagangan (trading halt) sebanyak dua kali, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, membuat pengumuman mengejutkan: ia mengundurkan diri dari jabatannya.
Langkah dramatis ini diumumkan langsung oleh Iman di Media Center BEI, Jakarta, pada Jumat (30/01/2026). Ia secara tegas menyatakan pengunduran dirinya adalah bentuk pertanggungjawaban pribadi atas gejolak pasar yang terjadi.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri,” ujar Iman dalam konferensi pers singkat yang menegangkan, tanpa sesi tanya-jawab.
Pengunduran diri ini terjadi tepat saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Setelah ambruk dalam dua hari perdagangan sebelumnya, pada Jumat pagi, IHSG dibuka melesat 88,88 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.321,08.
Ironisnya, seolah merespons positif “pengorbanan” sang direktur utama, pasar terus merangkak naik. Tercatat di pasar bursa, 15 menit setelah perdagangan dibuka, IHSG bahkan melompat lebih tinggi hingga 170,57 poin (2,07%) ke level 8.402,77.
Iman Rachman sendiri tampaknya berharap keputusannya menjadi tumbal bagi pemulihan pasar. Dengan nada pasrah, ia berharap langkahnya menjadi yang terbaik bagi masa depan bursa.
“Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” ucapnya.
Kini, kursi pimpinan BEI untuk sementara akan kosong. Iman menjelaskan bahwa proses administrasi akan berjalan sesuai Anggaran Dasar (AD) perusahaan. “Nanti akan ada sementara PLT (Pelaksana Tugas) yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif Direktur Utama yang baru,” tutupnya.
Pengunduran diri Iman Rachman ini menjadi puncak dari dua hari yang penuh gejolak di pasar modal Indonesia, sekaligus menjadi penanda babak baru yang penuh tanda tanya bagi para investor dan pelaku pasar.