INVERSI.ID – Gangguan pendengaran tidak selalu identik dengan usia lanjut. Pada kenyataannya, masalah pendengaran tipe konduktif dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa muda.
Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher SUP Nasional Dr Ciptomangunkusumo, Dr. dr. Harim Priyono, SpTHTBKL, Subsp. Oto (K), menjelaskan bahwa gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika gelombang suara terhambat sebelum mencapai organ pendengaran utama di telinga bagian dalam.
“Gangguan pendengaran tipe konduktif adalah gangguan yang disebabkan halangan rambatan gelombang suara untuk mencapai organ pendengaran yang disebut rumah siput atau koklea,” kata Harim dalam webinar yang diikuti dari Jakarta, Jumat.
Koklea sendiri memiliki peran penting dalam proses pendengaran. Organ ini bertugas mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yang kemudian diteruskan ke saraf pendengaran, sehingga otak dapat mengenali dan memahami suara yang didengar.
Sebelum mencapai koklea, suara harus melewati beberapa bagian telinga. Apabila terdapat hambatan pada jalur tersebut, maka suara tidak dapat diteruskan secara optimal ke organ pendengaran.
Secara anatomi, telinga manusia terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Gangguan pendengaran tipe konduktif umumnya terjadi akibat masalah pada telinga luar atau telinga tengah yang berfungsi menghantarkan suara menuju telinga dalam.
Hambatan pada jalur suara tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah penumpukan serumen atau kotoran telinga, infeksi pada liang telinga, hingga kelainan struktur telinga yang bersifat bawaan.
Harim menambahkan bahwa gangguan pendengaran konduktif dapat berkembang secara perlahan maupun muncul secara tiba-tiba.
Salah satu contoh yang cukup sering terjadi adalah penumpukan serumen yang menyerap air setelah seseorang mandi. Kondisi tersebut dapat membuat liang telinga tersumbat sehingga kemampuan mendengar terasa menurun secara mendadak.
Selain itu, gangguan pada saluran tuba eustachius di telinga tengah juga dapat menimbulkan sensasi telinga terasa penuh atau tertekan. Kondisi ini sering dialami saat seseorang berada di pesawat atau di daerah dengan ketinggian tertentu seperti pegunungan.
Meski demikian, Harim menjelaskan bahwa sebagian besar gangguan pendengaran tipe konduktif bersifat sementara. Dengan penanganan yang tepat melalui pengobatan maupun tindakan medis, kondisi tersebut umumnya dapat diatasi.