By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Mei Mulai Membara. BMKG Warning Gelombang Panas Hantam RI, Puncaknya Agustus–September
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mei Mulai Membara. BMKG Warning Gelombang Panas Hantam RI, Puncaknya Agustus–September

KesehatanTerkini

Mei Mulai Membara. BMKG Warning Gelombang Panas Hantam RI, Puncaknya Agustus–September

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 months ago
Share
4 Min Read
(Ilustrasi) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan Indonesia bersiap menghadapi ancaman cuaca panas ekstrem yang diprediksi mulai terasa sejak Mei 2026 dan akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September mendatang. (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Indonesia bersiap menghadapi ancaman cuaca panas ekstrem yang diprediksi mulai terasa sejak Mei 2026 dan akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, kondisi ini bukan sekadar cuaca biasa, melainkan fase awal musim kemarau yang berpotensi memicu berbagai risiko kesehatan hingga gangguan aktivitas harian.

BMKG memprediksi puncak suhu panas mulai terjadi pada Mei 2026 seiring semakin meluasnya wilayah yang masuk musim kemarau. Data menunjukkan sekitar 7 persen Zona Musim (ZOM) telah lebih dulu mengalami kemarau sejak April.

Keluhan masyarakat pun mulai ramai di media sosial. “Mau main keluar rumah males ya panas banget cuaca,” tulis akun @saa. Atau, “Rill apalagi di cuaca yang panas ini makin puanasss,” ungkap akun @hay*.

BMKG menjelaskan, suhu panas ekstrem ini dipicu oleh kombinasi faktor atmosfer. Salah satunya adalah dominasi angin timuran dari Australia yang bersifat kering. Aliran angin ini menghambat pembentukan awan hujan, sehingga sinar matahari langsung menyinari permukaan bumi tanpa banyak penghalang.

Selain itu, posisi semu matahari yang masih berada dekat wilayah Indonesia bagian utara turut memperkuat intensitas panas yang dirasakan masyarakat, terutama pada siang hari. Meski demikian, BMKG mencatat fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) masih berpotensi memicu hujan lebat di beberapa wilayah dalam waktu tertentu.

Suhu Tembus 36 Derajat Lebih

Data terbaru BMKG menunjukkan suhu maksimum harian di berbagai daerah sudah mencapai level tinggi. Pada 27 April 2026, sejumlah wilayah mencatat suhu di atas 35 derajat Celsius dengan wilayah Medan mencatat suhu tertinggi mencapai 36,8 derajat Celsius.

Berikut adalah rincian data suhu maksimum yang dihimpun oleh berbagai stasiun meteorologi BMKG:

Daftar Suhu Maksimum Harian Wilayah Indonesia (27 April 2026)
Lokasi Stasiun Pengamatan Suhu (Celsius)

Balai Besar MKG Wilayah I, Medan, Sumatera Utara 36,8
Stamet III Malikussaleh, Aceh Utara, Aceh 36,6
Balai Besar MKG Wilayah II, Ciputat, Banten 36,2
Stageof Deli Serdang, Deli Serdang, Sumatera Utara 36,0
Stamet Mutiara Sis-Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah 35,9
Stageof Lampung Utara, Lampung Utara, Lampung 35,6
Stamet Maritim Serang, Serang, Banten 35,6
Stamet Budiarto, Curug, Banten 35,5
Staklim Banten, Tangerang, Banten 35,4
Stamet Rendani, Manokwari, Papua Barat 35,4
Stamet Maritim Panjang, Bandar Lampung, Lampung 35,3
Stamet Beringin, Barito Utara, Kalimantan Tengah 35,1
Stamet Pangsuma, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat 35,0
Suryadarma TNI AU, Subang, Jawa Barat 35,0
Halim Perdanakusuma TNI AU, Jakarta Timur, DKI Jakarta 35,0
Pos Meteorologi Penggung, Cirebon, Jawa Barat 35,0
Stamet Kertajati, Majalengka, Jawa Barat 34,8
Staklim Jambi, Muaro Jambi, Jambi 34,8
Taman Alat Digital Staklim Sumsel, Palembang, Sumatera Selatan 34,8

Baca Juga :

Profil dan Biodata Amir Halid, Rektor UNU Gorontalo Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
Kontroversi 7 Film Indonesia yang Paling Banyak Dihujat

Meski panas sudah terasa saat ini, BMKG menegaskan kondisi terburuk belum terjadi. Puncak musim kemarau diprediksi baru akan berlangsung pada Agustus hingga September 2026, yang berpotensi membawa suhu lebih ekstrem, kekeringan, hingga peningkatan risiko kebakaran lahan.

Situasi ini menjadi alarm dini bagi masyarakat untuk mulai beradaptasi sejak sekarang. BMKG mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak paparan panas, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Langkah antisipasi yang disarankan antara lain menjaga asupan cairan tubuh, menghindari aktivitas luar ruangan saat siang hari, dan menggunakan pelindung seperti topi atau payung

Dengan tren suhu yang terus meningkat, Indonesia kini memasuki fase kritis awal kemarau. Jika tidak diantisipasi, gelombang panas ini bukan hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang serius.

You Might Also Like

Keajaiban Curacao! Poin Bersejarah Lahir dari Tangan Emas Eloy Room
Sabetan Samurai Biru! Ueda Ukir Sejarah, Jepang Bantai Tunisia 4-0
Total Football Mengamuk! Belanda Bantai Swedia 5-1
Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok
HUT Jakarta ke-499, MRT Terapkan Tarif Rp1 di Tanggal Tertentu
TAGGED:BMKGCuaca panas
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 7.500 Lapangan Kerja Baru! Proyek Raksasa Gresik Jadi Jawaban Ancaman PHK
Next Article Foto : Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogjogan Silma 2 di Kabupaten Bogor (Sumber : bgn.go.id) Layanan Gizi Nasional! Sosio-Ekonomi & Antusiasme Publik di SPPG Jogjogan Silma 2
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Senjata Rahasia Jerman Meledak! Undav Antar Der Panzer Lolos Grup

19 hours ago
Pildun 2026Terkini

Cunha Selamatkan Ancelotti! Brasil Mengamuk 3-0

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Pochettino Sulap Timnas AS Jadi Monster Piala Dunia!

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Harapan Palsu Skotlandia, Kutukan Lama Muncul Lagi

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index