By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Telinga Tiba-tiba Tersumbat? Bisa Jadi Gangguan Pendengaran Konduktif
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Telinga Tiba-tiba Tersumbat? Bisa Jadi Gangguan Pendengaran Konduktif

Kesehatan

Telinga Tiba-tiba Tersumbat? Bisa Jadi Gangguan Pendengaran Konduktif

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
Dokter spesialis THT memeriksa kesehatan pendengaran siiswa. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Gangguan pendengaran tidak selalu identik dengan usia lanjut. Pada kenyataannya, masalah pendengaran tipe konduktif dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa muda.

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher SUP Nasional Dr Ciptomangunkusumo, Dr. dr. Harim Priyono, SpTHTBKL, Subsp. Oto (K), menjelaskan bahwa gangguan pendengaran konduktif terjadi ketika gelombang suara terhambat sebelum mencapai organ pendengaran utama di telinga bagian dalam.

“Gangguan pendengaran tipe konduktif adalah gangguan yang disebabkan halangan rambatan gelombang suara untuk mencapai organ pendengaran yang disebut rumah siput atau koklea,” kata Harim dalam webinar yang diikuti dari Jakarta, Jumat.

Koklea sendiri memiliki peran penting dalam proses pendengaran. Organ ini bertugas mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yang kemudian diteruskan ke saraf pendengaran, sehingga otak dapat mengenali dan memahami suara yang didengar.

Sebelum mencapai koklea, suara harus melewati beberapa bagian telinga. Apabila terdapat hambatan pada jalur tersebut, maka suara tidak dapat diteruskan secara optimal ke organ pendengaran.

Secara anatomi, telinga manusia terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Gangguan pendengaran tipe konduktif umumnya terjadi akibat masalah pada telinga luar atau telinga tengah yang berfungsi menghantarkan suara menuju telinga dalam.

Hambatan pada jalur suara tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah penumpukan serumen atau kotoran telinga, infeksi pada liang telinga, hingga kelainan struktur telinga yang bersifat bawaan.

Harim menambahkan bahwa gangguan pendengaran konduktif dapat berkembang secara perlahan maupun muncul secara tiba-tiba.

Salah satu contoh yang cukup sering terjadi adalah penumpukan serumen yang menyerap air setelah seseorang mandi. Kondisi tersebut dapat membuat liang telinga tersumbat sehingga kemampuan mendengar terasa menurun secara mendadak.

Baca Juga :

Tren Tone Up Cream ala Idol K-Pop, Rahasia Kulit Glowing Tanpa Ribet
Badan Bahasa Perkuat Literasi dan Pemberdayaan Perempuan Melalui Jalur Pendidikan

Selain itu, gangguan pada saluran tuba eustachius di telinga tengah juga dapat menimbulkan sensasi telinga terasa penuh atau tertekan. Kondisi ini sering dialami saat seseorang berada di pesawat atau di daerah dengan ketinggian tertentu seperti pegunungan.

Meski demikian, Harim menjelaskan bahwa sebagian besar gangguan pendengaran tipe konduktif bersifat sementara. Dengan penanganan yang tepat melalui pengobatan maupun tindakan medis, kondisi tersebut umumnya dapat diatasi.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Kesehatan Telingatips kesehatan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Subsidi Kendaraan Listrik Satu Jalan Menuju Kedaulatan Energi
Next Article Tanggapi Gugatan Masyarakat ke MK, Banggar DPR Sebut Anggaran Program MBG Konstitusional
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index