By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Akademisi Unej Imbau Warga Tidak Panic Buying BBM di Tengah Isu Selat Hormuz
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Akademisi Unej Imbau Warga Tidak Panic Buying BBM di Tengah Isu Selat Hormuz

Ekonomi

Akademisi Unej Imbau Warga Tidak Panic Buying BBM di Tengah Isu Selat Hormuz

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
4 Min Read
Pengamat kebijakan publik Universitas Jember Hermanto Rohman. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Akademisi Universitas Jember (Unej), Hermanto Rohman, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau aksi borong bahan bakar minyak (BBM). Ia meminta publik tetap tenang dan mempercayakan pemerintah dalam mengatasi potensi dampak konflik di Timur Tengah terhadap distribusi energi.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul munculnya antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kondisi itu terjadi setelah beredarnya isu kelangkaan BBM yang memicu kepanikan sebagian masyarakat.

Menurut Hermanto, ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz memang kerap menimbulkan kekhawatiran terkait pasokan energi global. Meski demikian, masyarakat diminta tidak bereaksi berlebihan.

“Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz kerap memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kelangkaan BBM, namun kami mengimbau publik untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong,” katanya di Jember, Minggu.

Ia juga menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebutkan bahwa stok BBM nasional aman untuk 21 hari ke depan. Menurut Hermanto, pernyataan tersebut kerap disalahartikan oleh masyarakat.

“Peraturan BPH Migas Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penyediaan Cadangan Operasional Bahan Bakar Minyak menyebutkan bahwa Pemegang Izin Usaha wajib menyediakan Cadangan Operasional BBM dengan cakupan waktu paling singkat selama 23 hari,” tuturnya.

Hermanto menjelaskan bahwa indikator stok 21 hari bukan berarti bahan bakar akan habis setelah periode tersebut. Angka tersebut hanya menunjukkan kapasitas teknis cadangan apabila tidak ada pengisian ulang sama sekali.

“Stok 21 hari itu adalah indikator teknis jika tangki penyimpanan dalam kondisi penuh tanpa ada pengisian ulang sama sekali. Faktanya, distribusi dan produksi di kilang domestik berjalan secara kontinu setiap hari, sehingga tangki tersebut terus terisi kembali secara otomatis,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa potensi penutupan Selat Hormuz memang dapat memengaruhi proses produksi BBM Pertamina. Namun, sumber pasokan bahan baku minyak Indonesia tidak hanya berasal dari kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :

Profil Val The Consultant, Penyalur Babysister Anak Aghnia Punjabi
Mahfud MD Bolehkan Tempat Ibadah Bicara Politik, Asal Inspiratif!

“Saat ini impor minyak mentah Indonesia dari Arab Saudi sekitar 20 persen dari keseluruhan, namun Indonesia juga mengimpor dari Amerika, Rusia, negara negara Amerika latin, China , Nigeria maupun Angola,” ujarnya.

Hermanto menilai dampak penutupan jalur strategis tersebut terhadap ketersediaan BBM di Indonesia tidak akan seburuk yang dikhawatirkan. Pasalnya, struktur pengadaan minyak mentah Indonesia telah memiliki sumber yang beragam.

Ia menambahkan bahwa Pertamina memperoleh bahan baku minyak dari berbagai negara, sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada kawasan Arab.

“Pertamina tidak hanya bergantung pada negara-negara Arab. Sumber bahan baku tersebar mulai dari Amerika Serikat, Rusia, Amerika Latin, hingga China dan Singapura. Keragaman sumber itu menjadi bantalan agar pasokan dalam negeri tetap aman meskipun ada gangguan di satu jalur distribusi internasional,” katanya.

Meski begitu, Hermanto tidak menampik bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah berpotensi memicu dampak ekonomi global. Berdasarkan pengalaman dari konflik di Irak dan Yaman, gangguan di Selat Hormuz dapat mendorong kenaikan harga minyak dunia sekitar 10 hingga 20 persen.

Namun ia menegaskan bahwa potensi kenaikan harga berbeda dengan isu kelangkaan barang. Menurutnya, tantangan yang mungkin muncul lebih berkaitan dengan penyesuaian harga, bukan hilangnya stok BBM di SPBU.

“Oleh karena itu, ‘panic buying’ justru akan menciptakan kekacauan distribusi yang sebenarnya tidak perlu terjadi,” katanya.

Ia menilai pemerintah bersama Pertamina telah memiliki mekanisme manajemen krisis yang cukup matang untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah situasi global yang dinamis.

“Saya imbau masyarakat tetap tenang dan jangan panic buying, serta berdoa. Percayakan hal itu kepada pemerintah untuk mencari solusi yang terbaik,” ucap dosen FISIP Unej itu.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:bbmSelat Hormuz
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Destinasi Wisata Bali Siap Sambut Wisatawan
Next Article Tiga WNI Hilang Usai Ledakan Kapal di Selat Hormuz, Kemlu RI Desak Investigasi Lengkap
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index