By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Di Tengah Gejolak Harga Energi, UKM Buktikan Kompor Listrik Lebih Hemat dari LPG
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Di Tengah Gejolak Harga Energi, UKM Buktikan Kompor Listrik Lebih Hemat dari LPG

Ekonomi

Di Tengah Gejolak Harga Energi, UKM Buktikan Kompor Listrik Lebih Hemat dari LPG

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 months ago
Share
4 Min Read
Konsumen memasak menggunakan kompor listrik induksi di Kelurahan Ampenan Tengah, Mataram, NTB, beberapa waktu lalu. PLN melalui program electrifying lifestyle atau gaya hidup modern mendorong penggunaan energi listrik bersih berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk aktivitas sehari-hari. (Foto, Antara/Ahmad Subaidi)
SHARE

JAKARTA – Di tengah lonjakan harga energi global dan naiknya biaya hidup, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) mulai membuktikan kompor listrik bukan sekadar alternatif, tetapi solusi nyata yang lebih hemat dan efisien dibanding LPG.

Testimoni langsung dari pelaku usaha menjadi bukti kuat bahwa kekhawatiran publik soal biaya listrik yang membengkak ternyata tidak terbukti. Pemilik usaha martabak di Jakarta, Andi Arif, mengaku justru merasakan efisiensi sejak beralih ke kompor listrik.

“Dari sisi operasional kenaikan tagihan listriknya hanya sekitar Rp30.000 per bulan,” ujarnya di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (10/4).

Menurutnya, angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan pengeluaran rutin membeli gas yang harganya fluktuatif dan terus meningkat.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan kompor listrik menghilangkan kebutuhan membeli tabung gas baru, yang selama ini menjadi beban tambahan bagi pelaku usaha kecil.

Hemat Nyata, Bukan Sekadar Wacana

Pengalaman serupa dirasakan oleh pelaku UMKM katering rumahan di Tangerang Selatan, Siti Sarah (45), yang menyebut peralihan ke kompor listrik langsung berdampak pada efisiensi usahanya.

“Sejak pakai kompor listrik, pengeluaran untuk energi masak jadi lebih stabil dan murah, sisa uangnya bisa buat tambahan modal bahan baku. Masaknya juga lebih cepat dan bersih, saya jadi lebih produktif terima banyak pesanan tiap hari,” ujarnya.

Testimoni ini memperlihatkan bahwa penghematan bukan hanya terjadi di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha di lapangan.Biaya produksi yang lebih rendah membuat margin keuntungan meningkat, sekaligus membuka peluang ekspansi usaha.

Baca Juga :

Halving Bitcoin! Ekonomi Deflasi & Literasi Finansial Digital Generasi Muda
Kolaborasi PUBG Mobile dengan Spy X Family, Simak Tanggal Rilis hingga Level Gim

Selain soal biaya, kompor listrik juga menawarkan keunggulan dari sisi teknologi dan kenyamanan.

Hevy Prasmawati, seorang ibu rumah tangga, menilai kompor listrik memiliki panas yang lebih stabil dan merata, sehingga hasil masakan lebih presisi.

Ia juga mengapresiasi fitur pintar seperti mode otomatis untuk berbagai jenis masakan, mulai dari menggoreng hingga mengukus.

“Kompor listrik kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan solusi nyata untuk tetap hemat di tengah tantangan energi dunia,” kata Hevy.

Dengan daya sekitar 1.300 watt, penggunaan kompor listrik tetap efisien karena proses memasak lebih cepat, sehingga konsumsi listrik tetap terkendali.

Selama ini, salah satu keraguan masyarakat adalah anggapan bahwa kompor listrik akan membuat tagihan listrik melonjak.

Namun fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya, kenaikan biaya listrik sangat kecil, sementara penghematan dari sisi energi jauh lebih besar.

Narasi ini menjadi penting untuk mematahkan skeptisisme publik, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang selama ini bergantung pada LPG.

Pemerintah juga mulai mendorong penggunaan kompor listrik sebagai bagian dari efisiensi energi nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan gas, dan menyebut kompor listrik sebagai alternatif di tengah lonjakan harga minyak global.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menegaskan bahwa dari sisi negara, transisi ke kompor listrik justru lebih ekonomis dibandingkan subsidi LPG impor.

“Kami sudah hitung, masih akan lebih murah (transisi ke kompor listrik) daripada mengimpor LPG,” ujarnya.

Bahkan, berdasarkan perhitungan PLN pada 2022, konversi kompor LPG ke kompor listrik mampu menghemat APBN hingga Rp330 miliar per tahun untuk 300 ribu keluarga penerima manfaat.

Hal ini menjadi penting mengingat Indonesia masih mengimpor sekitar 75 persen kebutuhan LPG, yang harganya sangat bergantung pada fluktuasi minyak dunia.

Pengalaman para pelaku UKM kini menjadi bukti nyata bahwa transisi energi bisa dimulai dari dapur rumah tangga.

Dengan biaya operasional yang lebih hemat, proses memasak yang lebih cepat, serta teknologi yang lebih modern, kompor listrik mulai dilihat sebagai solusi praktis dan ekonomis di tengah krisis energi global.

Bagi banyak pelaku usaha kecil, keputusan beralih ke kompor listrik bukan lagi sekadar pilihan, melainkan strategi bertahan dan berkembang di tengah tekanan biaya hidup.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:Bahlil LahadaliaKompor listrikLPGUKM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article “Sudah Kaya Masih Minta Subsidi?” Ini Teguran Prabowo
Next Article Aceh Urung Pulih! Pemerintah Siapkan Perpanjangan Dana Otsus 3 Tahun untuk Bangkit Total
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index