By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: “Sudah Kaya Masih Minta Subsidi?” Ini Teguran Prabowo
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » “Sudah Kaya Masih Minta Subsidi?” Ini Teguran Prabowo

Ekonomi

“Sudah Kaya Masih Minta Subsidi?” Ini Teguran Prabowo

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
4 Min Read
Presiden Prabowo Subianto di Raker Kabinet Merah Putih, Rabu (8/4/2026) tegaskan keberpihakan kepada rakyat. (Foto, Dok BPMI)
SHARE

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada kelompok masyarakat mampu agar tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dalam arahannya di hadapan Kabinet Merah Putih, Prabowo menegaskan bahwa subsidi adalah hak rakyat kecil, bukan untuk dinikmati kalangan kaya apalagi kendaraan mewah.

“Yang orang-orang kuat, orang-orang kaya, ya, kalau mau pakai bensin yang mahal dia harus bayar harga pasar. Lu udah kaya minta subsidi lagi, ya, enggak lah, yang kami bela rakyat miskin,” tegas Prabowo, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/4/2026).

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat pemerintah untuk membangun tekanan sosial dan moral di tengah masyarakat, agar distribusi subsidi energi benar-benar tepat sasaran.

Presiden menegaskan bahwa di tengah lonjakan harga minyak dunia, pemerintah tetap berkomitmen menjaga BBM subsidi untuk kelompok rentan.

“Untuk BBM yang bersubsidi kami akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita,” ujarnya.

Dalam framing kebijakan ini, penggunaan BBM subsidi oleh kalangan mampu bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi juga dipandang sebagai ketidakadilan social —bahkan bentuk “perampasan” hak masyarakat kecil.

Ketika mobil-mobil mewah masih mengantre di SPBU subsidi, pesan yang ingin ditegaskan pemerintah adalah jelas, subsidi negara tidak boleh salah sasaran.

Pemerintah mendorong agar masyarakat mampu menggunakan BBM non-subsidi yang mengikuti mekanisme harga pasar.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk keadilan, di mana kelompok dengan daya beli tinggi membayar energi sesuai harga sebenarnya, sementara negara tetap melindungi kelompok rentan dari tekanan ekonomi.

Baca Juga :

Konflik AS-Iran Mereda, Menkeu Sebut APBN Berpeluang Lebih Longgar
Kronologi Kebakaran Toko Bingkai Mampang, Diduga karena Ledakan Kompresor

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian konsumsi energi dalam jangka pendek, terutama menghadapi situasi global yang tidak menentu.

“Sebagian langkah-langkah sudah kita umumkan, untuk kita kendalikan konsumsi daripada bahan bakar untuk jangka pendek ini… yang saya anggap kritis adalah satu tahun ke depan ini,” kata Prabowo.

Satu Tahun Kritis, Pemerintah Siap

Presiden menilai 12 bulan ke depan sebagai periode krusial bagi ketahanan energi nasional. Meski demikian, ia optimistis Indonesia memiliki kekuatan untuk melewati fase tersebut.

“Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat… intinya sekarang kita siap, kita kuat menghadapi satu tahun ini,” tegasnya.

Dalam konteks ini, pengendalian konsumsi BBM—termasuk penertiban penggunaan subsidi—menjadi langkah penting agar anggaran negara tidak terbebani dan tetap berpihak pada rakyat kecil.

Selain kebijakan jangka pendek, Prabowo juga menekankan pentingnya memanfaatkan sumber daya alam Indonesia untuk energi alternatif.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dari berbagai komoditas seperti kelapa sawit, jagung, hingga singkong yang dapat diolah menjadi bahan bakar pengganti minyak.

“Cadangan-cadangan kita sangat besar… dari batu bara kita bisa menghasilkan solar, kita bisa menghasilkan bensin dari batu bara, singkong, jagung,” ujarnya.

Pernyataan Presiden ini tidak hanya bersifat kebijakan, tetapi juga membangun kesadaran publikcbahwa penggunaan BBM subsidi oleh kalangan mampu adalah tindakan yang tidak etis.

Di tengah kondisi global yang penuh tekanan, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah subsidi benar-benar sampai ke mereka yang membutuhkan, bukan justru dinikmati oleh yang sudah mampu.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman
TAGGED:BBM SubsidiKabinet Merah PutihPrabowo Subianto
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati (Sumber : www.bgn.go.id) Smart Greenhouse BRIN Perkuat Ketahanan Pangan, Dukung Sukses Program MBG
Next Article Di Tengah Gejolak Harga Energi, UKM Buktikan Kompor Listrik Lebih Hemat dari LPG
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

1 week ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
EkonomiTerkini

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index