Jakarta – Mengawali tahun buku 2026, PT Timah Tbk (TINS) berhasil mencatatkan performa gemilang. Emiten pertambangan pelat merah ini sukses membukukan pertumbuhan laba bersih di atas 100%, sebuah angka yang jauh melampaui target perencanaan awal perusahaan.
Lonjakan kinerja ini dipicu kuat oleh tren harga komoditas timah global yang terus merangkak naik. Berdasarkan data Trading Economics, harga timah saat ini menyentuh level US$53.698 per ton. Angka ini mencerminkan kenaikan harian sebesar 6,75% dan pertumbuhan signifikan sebesar 15,33% hanya dalam kurun waktu sepekan.
Direktur Produksi dan Komersial TINS, Ilhamsyah Mahendra, mengungkapkan bahwa meskipun harga pasar dunia masih fluktuatif, arah pergerakannya menunjukkan tren penguatan yang konsisten. Momentum ini memberikan dampak instan pada performa operasional dan finansial perseroan sepanjang Januari 2026.
Menurut Ilham, salah satu faktor utama penggerak harga adalah ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan global. Ia menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan sektor teknologi menjadi mesin utama penarik permintaan timah.
“Permintaan dari sektor teknologi seperti artificial intelligence (AI), semikonduktor, dan pembangunan data center meningkat pesat dalam dua tahun terakhir,” papar Ilham.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kondisi pasokan yang relatif stagnan di pasar global menciptakan defisit yang mendorong kenaikan harga.
“Jadi defisit demand-nya tumbuh cukup pesat, sedangkan suplai agak stagnan. Nah, ini membuat salah satu key drivers bahwa harga tumbuh cukup signifikan,” terangnya.
Untuk tahun ini, anggota BUMN Holding Industri Pertambangan (MIND ID) tersebut mematok target produksi sebesar 30.000 metrik ton. Ilham memproyeksikan harga timah dunia akan stabil di kisaran US$45.000 hingga US$48.000 per ton hingga akhir kuartal pertama tahun ini.
Menanggapi capaian laba yang melonjak tajam, Ilham menegaskan bahwa tren kenaikan harga telah membantu realisasi laba bersih melampaui ekspektasi perusahaan.
“Kenaikan harga komoditas juga mendorong pertumbuhan laba bersih signifikan di Januari, di atas 100% dari yang kami rencanakan,” ujar Ilhamsyah.
Menghadapi sisa tahun 2026, PT Timah akan menempuh langkah agresif melalui optimalisasi teknologi dan peningkatan efisiensi. Sinergi dengan para pemangku kepentingan, terutama dari sisi regulasi, juga dinilai semakin solid untuk mendukung kelancaran operasional.
“Kami cukup optimistis karena selain tren harga yang positif, konsolidasi internal dan komunikasi dengan stakeholders terutama dari sisi regulasi ini jauh lebih baik sehingga semua sisi mendukung kinerja operasional PT Timah,” tuturnya.