By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Dulu Dihina, Kini Terbukti! Bahlil Pasang Badan Sikat Mafia LPG Demi Harga Adil untuk Rakyat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dulu Dihina, Kini Terbukti! Bahlil Pasang Badan Sikat Mafia LPG Demi Harga Adil untuk Rakyat

EkonomiPolitik

Dulu Dihina, Kini Terbukti! Bahlil Pasang Badan Sikat Mafia LPG Demi Harga Adil untuk Rakyat

Nicholas
By
Nicholas
1 month ago
Share
3 Min Read
SHARE

JAKARTA — Narasi lama yang sempat menyudutkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kini mulai runtuh satu per satu. Kebijakan penertiban distribusi LPG 3 kg yang dulu dituding menyusahkan rakyat, justru terbukti sebagai langkah penting untuk melindungi masyarakat dari permainan mafia energi.

Fakta terbaru dari kepolisian menjadi titik balik yang sulit dibantah. Polri mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi dengan total kerugian negara mencapai Rp243 miliar. Angka ini bukan sekadar statistik, tapi bukti nyata bahwa selama ini ada praktik sistematis yang merugikan rakyat kecil—mulai dari penimbunan hingga penjualan di atas harga seharusnya.

Di sinilah kebijakan Bahlil yang dulu ramai dikritik menemukan relevansinya. Sejak awal, Bahlil menegaskan bahwa distribusi LPG 3 kg harus tepat sasaran dan harga tetap terjangkau. Ia bahkan memastikan bahwa harga LPG subsidi tidak akan naik, meski harga energi non-subsidi melonjak di pasar global.

Namun di lapangan, realitasnya berbeda.

Harga LPG 3 kg yang seharusnya berada di kisaran Rp18 ribu justru kerap melambung hingga Rp25 ribu. Selisih inilah yang kini diduga kuat menjadi “ladang basah” bagi para pemain ilegal yang memanfaatkan celah distribusi.

Publik pun diingatkan kembali pada fase awal kebijakan penertiban yang dilakukan Kementerian ESDM. Saat itu, langkah pengawasan diperketat, jalur distribusi dibenahi, dan praktik penyaluran ilegal mulai disentuh.

Responsnya? Tidak sedikit yang menggiring opini negatif.

Kebijakan tersebut dituding mempersulit akses masyarakat, bahkan dianggap tidak berpihak pada rakyat. Namun kini, dengan terbongkarnya ratusan kasus oleh aparat penegak hukum, narasi itu justru berbalik arah.

Penertiban yang dulu dipersoalkan, ternyata menyasar masalah yang selama ini tersembunyi.

Baca Juga :

Bobotoh Padati Stadion Persib, Bojan : Bagus Dukungan Seperti Ini
Kisah Parkir Liar di Balik Tarif Parkir 150 Ribu di Masjid Istiqlal Jakarta

Mafia LPG yang bermain di balik distribusi kini mulai terungkap. Praktik penimbunan, pengoplosan, hingga penjualan di atas harga eceran tertinggi terbukti nyata dan berdampak langsung pada melonjaknya harga di tingkat konsumen.

Artinya, ketika harga di lapangan mahal, itu bukan semata kebijakan pemerintah—melainkan ulah pihak-pihak yang mengambil keuntungan di tengah subsidi negara.

Langkah Bahlil yang tetap menahan harga LPG 3 kg di tengah tekanan global juga mempertegas posisi pemerintah. Di saat harga energi dunia bergejolak, kebijakan ini menjadi bantalan agar masyarakat kecil tetap terlindungi.

Kini pertanyaannya berbalik ke publik: siapa yang benar-benar membela rakyat?

Apakah mereka yang sejak awal berupaya menata distribusi agar harga Rp18 ribu benar-benar sampai ke masyarakat? Atau justru pihak yang diuntungkan dari sistem yang bocor dan harga yang melambung hingga Rp25 ribu?

Dengan terbongkarnya kerugian negara hingga Rp243 miliar, satu hal menjadi jelas: masalah utamanya bukan pada kebijakan penertiban, tapi pada praktik mafia yang selama ini dibiarkan bermain.

Kini, ketika fakta hukum sudah berbicara, narasi lama tak lagi punya pijakan. Jika sebelumnnya, kebijakan Menteri Bahlil dianggap menyulitkan, akhir-akhir ini malah justru terbukti sebagai upaya menyelamatkan.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:Bahlil LahadaliaLPG 3 kgMenteri ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Harga Timah Dunia Melambung, PT Timah (TINS) Cetak Lonjakan Laba di Awal 2026. (Foto: Generated AI) Harga Timah Dunia Melambung, PT Timah (TINS) Cetak Lonjakan Laba di Awal 2026
Next Article Saatnya Pindah ke Kompor Listrik. Solusi Paling Rasional Saat Harga Gas Dunia Makin Ganas
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index