By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Bapanas Bongkar Penyebab Harga Minyakita Melonjak, Bukan Karena Stok Langka
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bapanas Bongkar Penyebab Harga Minyakita Melonjak, Bukan Karena Stok Langka

Ekonomi

Bapanas Bongkar Penyebab Harga Minyakita Melonjak, Bukan Karena Stok Langka

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
3 Min Read
Minyak Kita. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan bahan baku untuk minyak goreng kemasan rakyat merek Minyakita masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Pemerintah menegaskan tidak ada alasan bagi pelaku usaha menjual Minyakita melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengatakan lonjakan harga Minyakita yang terjadi di sejumlah daerah bukan dipicu oleh keterbatasan stok, melainkan persoalan distribusi yang dinilai belum terkendali dengan baik.

“Produksi cukup, bahan baku aman. Jadi kalau harga naik, itu bukan soal pasokan, tetapi distribusi yang tidak dikendalikan,” katanya di Jakarta, Rabu.

Pemerintah sendiri telah menetapkan HET Minyakita sebesar Rp15.700 per liter. Namun, di sejumlah wilayah harga produk tersebut justru melambung hingga menyentuh Rp20 ribu sampai Rp22 ribu per liter.

Sarwo menegaskan tidak ada faktor, termasuk kondisi global, yang bisa dijadikan alasan untuk menaikkan harga Minyakita di atas ketentuan pemerintah.

Menurutnya, pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi fenomena tersebut. Bapanas bersama Satuan Tugas Pangan Polri dan Kementerian Pertanian siap mengambil langkah tegas terhadap pelaku usaha yang diduga memainkan harga di pasar.

Dalam rapat koordinasi yang digelar secara hybrid bersama produsen Minyakita dan Satgas Pangan daerah pada Selasa (21/4), ditemukan adanya ketidaksesuaian antara kondisi pasokan dan harga jual di lapangan.

Padahal, stok minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) domestik saat ini mencapai 5,7 juta ton. Namun di beberapa daerah dengan distribusi yang relatif lancar seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali, harga Minyakita tetap berada di level tinggi.

“Produsen harus bertanggung jawab sampai ke tangan konsumen. Jika ada distributor yang memainkan harga, harus ditindak tegas,” ujarnya.

Baca Juga :

Bambang Susantono: IKN Jadi Copy Paste Finlandia, Negara Bahagia Nomor Satu Dunia
Biodata dan Profil Pemain Sinetron Doa Di Langit Malam

Selain persoalan distribusi, pemerintah juga menyoroti masih adanya pelaku usaha yang belum menjalankan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) untuk Minyakita. Kondisi ini dinilai dapat memicu potensi kelangkaan hingga spekulasi harga di pasaran.

“DMO bukan pilihan, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi,” tegas Sarwo.

Untuk memperketat pengawasan, Satgas Pangan Polri telah mengerahkan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus di berbagai daerah guna memantau langsung kondisi pasar. Pengawasan dilakukan mulai dari tingkat pengecer hingga rantai distribusi produsen.

Bapanas menilai pengendalian harga dan distribusi Minyakita menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Pemerintah juga memastikan stok nasional tetap aman dan membuka ruang koordinasi dengan pelaku usaha agar kebijakan pengendalian harga bisa berjalan lebih efektif.

Masyarakat pun diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah memastikan distribusi Minyakita akan terus dibenahi agar harga kembali sesuai HET yang telah ditetapkan.

“Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tidak kekurangan pangan, harga terjangkau, dan distribusi berjalan adil,” kata Sarwo.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:harga minyakMinyaksembako
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Merah Putih Jadi Ujian Transparansi Pemerintah
Next Article Debut di Lapangan Tanah Liat Merah, Aldila/Janice Optimistis di Madrid Open
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index