By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Rp118 Triliun Subsidi Bocor. Pakar Dukung Menteri ESDM Perketat BBM Demi Melawan Mafia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rp118 Triliun Subsidi Bocor. Pakar Dukung Menteri ESDM Perketat BBM Demi Melawan Mafia

Ekonomi

Rp118 Triliun Subsidi Bocor. Pakar Dukung Menteri ESDM Perketat BBM Demi Melawan Mafia

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 weeks ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai sistem subsidi energi saat ini masih penuh celah untuk dinikmati kelompok yang tidak berhak. Kebocoran subsidi energi disebut sudah memasuki tahap darurat dengan nilai mencapai Rp118,7 triliun hanya hingga Maret 2026. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA — Kebocoran subsidi energi disebut sudah memasuki tahap darurat. Nilainya bahkan mencapai Rp118,7 triliun hanya hingga Maret 2026. Pakar kebijakan publik mendesak pemerintah segera memperketat aturan distribusi BBM subsidi dan memperkuat pengawasan digital agar uang negara tidak terus dirampok mafia energi.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai sistem subsidi energi saat ini masih penuh celah sehingga banyak dinikmati kelompok yang tidak berhak.

Ia mengibaratkan subsidi BBM seperti air yang dituangkan ke tangki bocor. Tujuannya untuk membantu rakyat, tetapi justru mengalir ke pihak lain.

“Mobil pribadi kelompok menengah atas tetap bisa menikmati harga BBM subsidi. Pelangsir dan pengecer tidak resmi bisa mengambil keuntungan dari selisih harga,” ujar Achmad dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, besarnya angka subsidi yang bocor menjadi bukti bahwa pembenahan sistem distribusi sudah tidak bisa ditunda lagi. Apalagi, data aparat penegak hukum menunjukkan praktik penyelewengan BBM subsidi masih marak terjadi.

Dalam waktu singkat, ratusan pelaku penyalahgunaan BBM subsidi telah ditangkap. Sedikitnya 330 tersangka kasus penyelewengan BBM subsidi diamankan aparat, mulai dari pelangsir hingga mafia distribusi.

Kasus tersebut dinilai memperkuat urgensi kebijakan pengetatan distribusi BBM yang selama ini didorong Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Achmad menegaskan, menambah anggaran subsidi bukan solusi bila kebocoran distribusi tidak ditutup.

“Kebocoran tersebut mencakup desain subsidi berbasis barang, distribusi kuota yang kurang transparan, pengawasan konsumsi yang lemah, hingga komunikasi publik yang sering terlambat,” katanya.

Baca Juga :

Pendaki yang Tewas Imbas Erupsi Gunung Marapi Bertambah jadi 13 Orang
Wujudkan Indonesia Emas 2045, Otorita IKN dan 9 Universitas Kerja Sama di Bidang Pendidikan

Ia mengungkapkan realisasi subsidi dan kompensasi energi hingga Maret 2026 mencapai Rp118,7 triliun atau sekitar 26,6 persen dari total pagu APBN 2026. Angka itu terdiri dari kompensasi Rp66,5 triliun dan subsidi Rp52,5 triliun.

“Ini bukan angka kecil. Ini sinyal bahwa energi bukan lagi sekadar isu harga di pompa bensin, tetapi persoalan ketahanan fiskal negara,” tegasnya.

Achmad juga menyoroti lemahnya transparansi distribusi BBM subsidi yang memicu kepanikan masyarakat di sejumlah daerah. Salah satunya terjadi di Palangka Raya saat warga kesulitan mendapatkan Pertalite.

Situasi diperparah setelah 13 SPBU Pertamina beralih menjadi SPBU Signature sejak 1 Mei 2026 sehingga tidak lagi menjual BBM subsidi.

“Publik tidak hanya membutuhkan stok, tetapi juga kepastian. Tanpa transparansi, antrean akan berubah menjadi kepanikan,” ujarnya.

Ia mengingatkan pengurangan kuota Pertalite dan solar subsidi tahun 2026 berpotensi memperburuk kondisi di lapangan jika distribusi tidak diawasi ketat.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu segera memperkuat sistem digital pengawasan BBM subsidi, mulai dari QR code, pencatatan kendaraan, hingga pemantauan distribusi secara real time agar subsidi benar-benar diterima rakyat kecil, bukan mafia.

“Inilah kesalahan umum dalam kebijakan energi: negara sering menghitung subsidi dari atas, sementara masyarakat merasakan dampaknya dari bawah,” pungkas Achmad.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:Achmad Nur HidayatKevocoran subsidi BBMMafia BBM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article CNG Bisa Hemat APBN Rp130 Triliun, Indonesia Mulai Tinggalkan LPG Impor
Next Article Sejumlah warga menerima bantuan makan bergizi gratis (MBG) di lokasi banjir di RT 05/RW 08, Jalan Jembatan Gantung, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto : ANTARA/Luthfia Miranda Putri) Evaluasi Tata Kelola PSN! Urgensi Operasional Program MBG
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index