By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Menkeu Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Menkeu Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen

Ekonomi

Menkeu Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen

Jack
By
Jack
4 weeks ago
Share
3 Min Read
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I-2026 menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat masih berada dalam kondisi kuat.

Menurut Purbaya, konsumsi rumah tangga menjadi faktor terbesar yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun ini.

“Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan,” kata Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dipahami berdasarkan kontribusi setiap komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan metode tersebut, terlihat jelas bahwa belanja masyarakat masih menjadi penggerak utama roda ekonomi nasional.

“Kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian. Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Data menunjukkan konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi sebesar 2,94 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat peningkatan konsumsi masyarakat dipicu oleh tingginya mobilitas warga selama periode libur nasional dan hari besar keagamaan, seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Tak hanya itu, sejumlah stimulus pemerintah juga dinilai ikut mendongkrak belanja masyarakat. Beberapa kebijakan tersebut meliputi diskon tiket transportasi, pencairan THR dan gaji ke-14, hingga kebijakan suku bunga acuan atau BI rate yang dipertahankan di level 4,75 persen.

Selain konsumsi rumah tangga, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turut memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan angka mencapai 1,79 persen. Investasi tersebut berasal dari proyek pemerintah maupun sektor swasta yang mendukung prioritas pembangunan nasional.

Baca Juga :

Misteri Penusuk Imam Musala Uswatun Hasanah di Kebon Jeruk Terungkap
AHM Best Student 2025 Panen Startup Inovatif SDGs!

Di sisi lain, belanja pemerintah juga menjadi motor penggerak ekonomi dengan kontribusi sebesar 1,26 persen dan pertumbuhan mencapai 21,81 persen pada triwulan I-2026.

Purbaya mengatakan peningkatan belanja pemerintah di awal tahun merupakan bagian dari strategi percepatan realisasi anggaran negara agar dampaknya bisa dirasakan masyarakat lebih cepat dan merata.

Menurutnya, pola belanja yang sebelumnya cenderung menumpuk di akhir tahun kini diubah agar penyerapan anggaran dilakukan sejak awal tahun guna mendukung aktivitas ekonomi nasional secara optimal.

Pemerintah pun terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Langkah tersebut dilakukan melalui percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga serta pelaksanaan berbagai program prioritas nasional sejak awal tahun berjalan.

You Might Also Like

Saat Negara Lain Krisis, Indonesia Justru Jadi Raksasa Energi Baru
Luar Biasa! Sumur Baru PHR Langsung Semburkan 835 Barel per Hari
Bongkar Tambang Emas Ilegal! Ketegasan ESDM Selamatkan Kekayaan Negara di Gunung Botak
Saat Stempel Negara Diduga Dijual: Jejak Rp14,55 Miliar di Imigrasi
Tak Naik Meski Kurs Tertekan, Harga Pertamax Stabil Jadi Bukti Keberpihakan Pemerintah
TAGGED:Daya BeliMenkeuPertumbuhan EkonomiPurbaya
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Mahasiswa Diajak Kenali Peluang Kerja di Balik Layar Industri Sepak Bola
Next Article Trump Banjir Pujian, Xi Langsung Ancam Soal Taiwan!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Presiden Prabowo Subianto melantik empat pejabat negara baru di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026. (Foto: Dok. Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Lantik Empat Pejabat Negara Baru di Istana Negara

Nusantara Kian Benderang! ESDM Kejar 173 Ribu Pelanggan Listrik Baru pada 2026

120 Ribu Liter Disita! Kasus Tanker Solar Subsidi Bongkar Celah Mafia BBM

Dari Sumur Rakyat ke Energi Nasional! Produksi Minyak Tembus 1.500 Barel per Hari

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

6 days ago
Ekonomi

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

6 days ago
Ekonomi

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

6 days ago
EkonomiTerkini

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index