INVERSI.ID – Pemerintah terus mendorong perluasan pasar ekspor produk Indonesia ke berbagai negara, termasuk China, di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan Kementerian Perdagangan tetap fokus membuka peluang pasar baru demi menjaga pertumbuhan perdagangan nasional.
“Yang jelas kami di Kementerian Perdagangan berupaya untuk terus-menerus melakukan ekspansi terhadap potensi pasar yang ada. Kami melihat China sebagai salah satu negara mitra perdagangan terbesar kita, dengan nilai perdagangan dengan Indonesia sekitar 160 juta dolar AS dan kami melihat ini pasar yang sangat luas,” kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri kepada ANTARA di Beijing, Selasa.
Roro diketahui menghadiri ajang Salon International de l’Alimentation (SIAL) Shanghai 2026 yang berlangsung pada 18-20 Mei 2026. Pameran tersebut menjadi salah satu expo makanan terbesar di dunia dan diikuti banyak pelaku industri pangan internasional.
Selain menghadiri pameran, Wamendag juga ikut dalam Forum Bisnis Indonesia-China yang mempertemukan sekitar 30 pelaku usaha dari Indonesia dan China untuk memperkuat kerja sama perdagangan kedua negara.
Di sisi lain, pelemahan rupiah masih menjadi perhatian pasar. Pada penutupan perdagangan Selasa (19/5), nilai tukar rupiah melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.706 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.668 per dolar AS. Sementara kurs JISDOR Bank Indonesia juga turun ke level Rp17.719 per dolar AS.
Meski begitu, pemerintah tetap optimistis menjaga hubungan dagang strategis dengan China agar peluang ekspor Indonesia terus meningkat.
“Arahan Bapak Presiden adalah salah satu tugas kami bagaimana kita tetap bisa menjaga hubungan bilateral yang baik dengan negara-negara lain, termasuk mitra strategis kami salah satunya adalah China. Kami berharap melalui keterlibatan di SIAL Shanghai, kemudian juga di forum bisnis maka ada kerja sama ‘B2B’,” tambah Roro.
Menurut Roro, pemerintah juga menggandeng Kementerian Pertanian untuk memperkuat ekspor produk pertanian bernilai tambah yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
“Di sini kami juga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, sehingga kami fokus terhadap produk-produk pertanian bernilai tambah untuk para petani kita di Indonesia,” ungkap Roro.
Salah satu komoditas yang kini menjadi sorotan pasar ekspor adalah durian Indonesia. Dalam forum bisnis tersebut, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Aditya Pradewo mempromosikan potensi besar durian Indonesia di pasar China.
“Kami berfokus pada petani, perkebunan, pembinaan pembibitan penanganan kebun hingga proses pengemasan yang benar termasuk membantu akses bagi delapan perusahaan agar bisa ekspor durian beku ke China,” kata Aditya.
Ia menjelaskan, Indonesia bersama General Administration of Customs of China (GACC) telah menandatangani protokol ekspor durian beku sejak 25 Mei 2025. Saat ini sudah ada delapan perusahaan Indonesia yang lolos verifikasi untuk mengekspor produk tersebut ke China.
“Kami mendorong protokol untuk durian beku bisa lolos ke pasar China dan dan kami harap juga pemerintah bisa ikut mendukung agar durian segar kita bisa diloloskan ke China,” ungkap Aditya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi durian nasional pada 2024 mencapai 1,96 juta ton atau menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Indonesia juga memiliki 114 varietas durian yang berpotensi besar menembus pasar internasional.
Sementara itu, nilai impor durian China mencapai 6,9 miliar dolar AS dan hingga kini masih didominasi Malaysia serta Vietnam. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasar ekspor durian.
“Dalam periode Januari-April 2026, sudah 4 ton durian beku yang dikirim ke China sedangkan secara total, sudah ada 250 kontainer durian dengan nilai Rp750 miliar yang sudah diekspor ke berbagai negara dan 80 persen dari jumlah tersebut adalah untuk petani sehingga mudah-mudahan bisa memakmurkan petani kita,” ungkap Aditya.