MADIUN – Kebahagiaan sederhana kini menyelimuti ratusan keluarga kurang mampu di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Setelah bertahun-tahun hidup dengan sambungan listrik dari tetangga maupun kerabat, mereka akhirnya bisa menikmati listrik mandiri berkat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di pertengahan Mei lalu.
Program yang menjadi bagian dari upaya pemerataan energi nasional tersebut menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat kecil. Tidak hanya menghadirkan penerangan yang layak, bantuan ini juga membuka harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup dan ekonomi keluarga di pelosok daerah.
Salah satu penerima manfaat adalah Karno (70), warga Desa Pacinan, Kelurahan Balerejo, Kabupaten Madiun. Untuk pertama kalinya sejak rumahnya berdiri, ia kini memiliki sambungan listrik sendiri.
“Rasanya senang sekali, sebelumnya listrik menyambung dari rumah keluarga, bersyukur sekarang dapat bantuan pasang listrik gratis dari pemerintah, bisa pasang pompa air, ngga nimba dari sumur lagi,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Karno yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan, meteran listrik bukan sekadar perangkat yang menempel di dinding rumah. Baginya, itu adalah simbol kemandirian yang selama ini hanya menjadi impian.
“Dulu numpang listrik dari keluarga. Sudah lama ingin punya sendiri, tapi selalu belum kesampaian,” ungkapnya.
Kisah serupa juga dialami Simpen (63), warga Desa Pacinan. Selama bertahun-tahun, kondisi ekonomi membuatnya belum mampu memasang listrik mandiri dan harus bergantung pada sambungan dari tetangga.
“Selama ini, sejak rumah ini dibangun, listriknya masih menyambung dari tetangga. Untuk memasang meteran sendiri masih nabung, Alhamdulillah dapat bantuan pasang listrik gratis,” ujarnya lirih.
Harapan Karno, Simpen, dan ratusan warga lainnya akhirnya terwujud melalui Program BPBL yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM di Kabupaten Madiun.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata pemerataan akses energi yang menyasar masyarakat kurang mampu agar dapat menikmati layanan listrik yang aman, legal, dan mandiri.
Penasihat DWP Kementerian ESDM, Sri Suparni Bahlil, menegaskan bahwa listrik bukan sekadar fasilitas penerangan, melainkan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat.
“Listrik itu kebutuhan dasar. Ketika rumah memiliki akses listrik yang aman dan mandiri, banyak hal yang ikut berubah. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman, aktivitas keluarga menjadi lebih baik, dan masyarakat bisa hidup lebih tenang,” ujarnya.
Melalui Program BPBL, sebanyak 513 rumah tangga di Kabupaten Madiun** menerima bantuan sambungan listrik baru. Khusus di Kelurahan Balerejo, 257 rumah kini telah menikmati akses listrik mandiri dan seluruh sambungan telah beroperasi.
Dampaknya mulai terasa dalam kehidupan sehari-hari warga. Anak-anak dapat belajar lebih nyaman pada malam hari, aktivitas rumah tangga menjadi lebih mudah, dan masyarakat tidak lagi bergantung pada sambungan listrik dari pihak lain.
Menjelang malam, suasana di lingkungan penerima manfaat pun tampak berbeda. Lampu-lampu rumah menyala terang, anak-anak bermain dengan riang, sementara para orang tua duduk santai di teras rumah menikmati perubahan yang selama ini mereka nantikan.
Bagi banyak keluarga di Kabupaten Madiun, program ini bukan hanya soal listrik yang menyala. Lebih dari itu, BPBL menjadi simbol hadirnya negara dalam membawa keadilan energi hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.