ATLANTA – Timnas Inggris nyaris menjadi korban kejutan terbesar di babak knockout Piala Dunia 2026. Menghadapi Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) yang hanya menempati peringkat ke-46 dunia, pasukan Thomas Tuchel harus bekerja keras sebelum akhirnya menang dramatis 2-1 di Atlanta Stadium, Atlanta, AS, Rabu (1/7/2026), berkat dua gol telat sang kapten Harry Kane.
Kemenangan Inggris tidak diraih dengan mudah. DR Kongo tampil berani di bawah arahan Sébastien Desabre dan bahkan sempat membuat salah satu favorit juara itu berada di ambang eliminasi.
DR Kongo mengejutkan Inggris lewat perubahan formasi menjadi 4-4-2 yang efektif mengganggu skema pressing tinggi The Three Lions. Pergerakan para gelandang dan bek sayap membuat lini tengah Inggris kehilangan keseimbangan, sementara para penyerang lawan berkali-kali menemukan ruang kosong.
Masalah itu langsung terlihat ketika Brian Cipenga membawa DR Kongo unggul lebih dulu. Berawal dari umpan silang Chancel Mbemba, Cipenga melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi sempurna oleh Jordan Pickford. Stadion yang dipenuhi hampir 70 ribu pendukung Inggris seketika terdiam.
Situasi semakin sulit bagi Inggris. Jude Bellingham sempat menerima kartu kuning dan terlihat berdebat dengan Tuchel saat jeda pendinginan. Bahkan DR Kongo hampir menggandakan keunggulan andaikan peluang emas Yoane Wissa tidak membentur tiang gawang menjelang turun minum.
Di sisi lain, penampilan gemilang kiper Lionel Mpasi membuat Inggris frustrasi. Penjaga gawang Le Havre itu berkali-kali menggagalkan sundulan Bellingham maupun peluang Kane, termasuk penyelamatan penting tepat sebelum babak pertama berakhir.
Tuchel akhirnya melakukan perubahan penting dengan memasukkan Bukayo Saka, Anthony Gordon, dan Eberechi Eze. Pergantian itu mengubah ritme permainan Inggris. Gordon mengirim umpan silang yang disambut sundulan Kane untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-75.
Sepuluh menit kemudian, Gordon kembali menjadi kreator. Kali ini Kane melepaskan tendangan keras ke atap gawang untuk memastikan kemenangan 2-1 sekaligus membawa Inggris melaju ke babak 16 besar.
“Kami terus percaya. Ketika pertandingan menjadi sulit, jangan kehilangan kesabaran dan keyakinan. Penyelamatan Mpasi luar biasa, tetapi saya memberi kredit penuh kepada mentalitas para pemain,” ujar Thomas Tuchel.
Kane juga mengakui DR Kongo memberikan perlawanan sengit. “Anda harus tetap sabar dalam pertandingan seperti ini. Sepak bola fase knockout selalu menghadirkan tekanan yang lebih besar. Mungkin ini permainan terbaik kami di turnamen sejauh ini. Berikutnya kami akan bermain tandang melawan Meksiko, dan itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Di fase ini kami harus mampu berjuang keras untuk meraih hasil,” kata sang kapten.
Meski berhasil lolos dari ancaman kejutan besar, performa Inggris masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Tuchel perlu memperbaiki organisasi pressing dan penguasaan bola jika ingin melewati tantangan yang jauh lebih berat saat menghadapi tuan rumah bersama, Meksiko, di Stadion Azteca.