LOS ANGELES – Langkah Spanyol di babak 32 besar Piala Dunia 2026 nyaris tanpa hambatan. Tim asuhan Luis de la Fuente tampil begitu dominan saat membantai Austria 3-0 di Stadion Los Angeles, AS, Kamis (2/7), sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar dengan cara yang sangat meyakinkan.
Kemenangan ini menjadi penanda kebangkitan La Furia Roja. Setelah sempat menuai keraguan sepanjang fase grup, Spanyol akhirnya menunjukkan identitas permainan mereka yang sesungguhnya: menguasai bola, menyerang tanpa henti, dan nyaris tak memberi ruang bagi lawan.
Dua gol Mikel Oyarzabal serta satu gol Pedro Porro memastikan Austria tak berkutik sepanjang pertandingan. Spanyol bahkan mencatatkan penguasaan bola mencapai 64 persen, melepaskan 23 tembakan dengan 10 di antaranya mengarah ke gawang.
“Kami tampil hampir sempurna,” ujar Luis de la Fuente usai pertandingan. Kemenangan tersebut juga menjadi kemenangan pertama Spanyol di fase gugur Piala Dunia sejak mereka menjadi juara dunia pada 2010.
Tak hanya lini depan yang tampil tajam, pertahanan Spanyol pun sangat solid. Untuk keempat pertandingan beruntun mereka sukses mencatatkan clean sheet. Penjaga gawang Unai Simón bahkan memecahkan rekor milik Iker Casillas pada Piala Dunia 2010 sebagai kiper Spanyol dengan durasi nirbobol terpanjang di ajang tersebut.
Duet bek tengah Pau Cubarsí dan Aymeric Laport kembali tampil kokoh meredam seluruh ancaman Austria.
Sejak awal laga, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Baru 59 detik pertandingan berjalan, Lamine Yamal sudah mengancam lewat serangan balik cepat yang menjadi sinyal bahwa Spanyol tak ingin memberi kesempatan Austria berkembang.
Meski Austria sempat memberi ancaman melalui Konrad Laimer, Marcel Sabitzer, dan Michael Gregoritsch, dominasi Spanyol semakin terasa setelah pertengahan babak pertama.
Gol pembuka lahir pada menit ke-36. Umpan matang Pedri diteruskan Marc Cucurella dengan umpan mendatar yang diselesaikan tanpa kesalahan oleh Mikel Oyarzabal.
Memasuki babak kedua, Austria berusaha bangkit, tetapi justru semakin tertekan. Peluang emas Sasa Kalajdzic lewat sundulan gagal menemui sasaran.
Tak lama berselang, Spanyol menggandakan keunggulan. Serangan rapi dari lini tengah diakhiri umpan tarik Álex Baena yang disambar Pedro Porro untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Pesta Spanyol ditutup kembali oleh Oyarzabal. Serangan dibangun sejak kaki Unai Simón, mengalir cepat melewati lini tengah sebelum umpan terukur membuka ruang bagi Oyarzabal yang dengan tenang menaklukkan Schlager sekaligus mencetak gol keduanya.
Pelatih Austria, Ralf Rangnick, mengakui kualitas lawannya. “Kami masih mampu bersaing hingga skor 2-0, tetapi lawan kami memang istimewa. Sangat sulit menghadapi mereka selama 90 menit,” kata Rangnick.
Dengan kemenangan telak tersebut, Spanyol melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi pemenang laga Portugal kontra Kroasia. Jika mampu mempertahankan performa impresif ini, La Furia Roja kembali menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara Piala Dunia 2026.