JAKARTA – Perburuan Golden Boot atau Sepatu Emas Piala Dunia 2026 menjadi salah satu cerita paling menarik sepanjang turnamen. Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya yang biasanya didominasi satu pemain, kali ini empat penyerang terbaik dunia masih bersaing ketat hingga fase akhir kompetisi.
Saat ini, Lionel Messi (Argentina) memimpin daftar pencetak gol dengan delapan gol. Tepat di belakangnya ada Kylian Mbappe (Prancis) dan Erling Haaland (Norwegia) yang sama-sama mengoleksi tujuh gol, sementara kapten Inggris Harry Kane telah mencetak enam gol.
Persaingan ini dinilai luar biasa karena jumlah gol tersebut pada Piala Dunia sebelumnya sudah cukup untuk mengamankan gelar pencetak gol terbanyak. Kane menjadi peraih Golden Boot Piala Dunia 2018 di Rusia hanya dengan enam gol, sedangkan Miroslav Klose (Jerman) dan Thomas Muller (Jerman) masing-masing memenanginya dengan lima gol pada edisi 2006 dan 2010. Bahkan delapan gol Mbappe di Piala Dunia Qatar 2022 sempat dianggap sebagai pencapaian istimewa.
Kini, delapan gol justru menjadi standar baru dalam perebutan Sepatu Emas.
Messi juga masuk ke daftar pemain elite yang pernah mencetak sedikitnya delapan gol dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelumnya, hanya delapan legenda yang mampu melakukannya, yakni Just Fontaine, Sandor Kocsis, Gerd Muller, Ademir, Eusebio, Guillermo Stabile, Ronaldo Nazario, dan Kylian Mbappe. Mbappe, Haaland, dan Kane bahkan masih berpeluang menyusul, bahkan menembus dua digit gol sebelum turnamen berakhir.
Penentuan peraih Golden Boot tidak hanya berdasarkan jumlah gol. Jika jumlah gol sama, penilaian berikutnya adalah jumlah assist, kemudian jumlah menit bermain. Saat ini Mbappe unggul dengan dua assist, sedangkan Messi dan Kane masing-masing memiliki satu assist. Haaland belum mencatat assist, tetapi memiliki rasio gol per menit terbaik di antara empat kandidat.
Dari sisi performa individu, Mbappe kembali menjadi mesin gol Prancis dengan tujuh gol dan dua assist. Ia juga berpeluang menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak sedikitnya delapan gol di dua edisi Piala Dunia yang berbeda.
Haaland tampil luar biasa pada debutnya di Piala Dunia bersama Norwegia. Tujuh gol ia cetak hanya dalam 360 menit bermain dengan tingkat konversi peluang hampir 39 persen, menjadikannya penyerang paling efisien di antara para pesaing.
Sementara itu, Messi yang kini berusia 39 tahun kembali membuktikan kualitasnya. Delapan gol yang dicetaknya lahir dari penampilan konsisten sebagai pemimpin Argentina. Menariknya, ia tetap menjadi top skor sementara meski gagal mengeksekusi dua tendangan penalti.
Harry Kane juga belum menyerah. Peraih Golden Boot Piala Dunia 2018 itu telah mengoleksi enam gol dan satu assist. Pengalaman serta ketajamannya di kotak penalti membuat kapten Inggris tersebut tetap menjadi ancaman hingga pertandingan terakhir.
Pastinya, persaingan Golden Boot Piala Dunia 2026 menjadi salah satu yang paling sengit sepanjang sejarah. Empat striker kelas dunia masih memiliki peluang yang sama besar untuk mengangkat Sepatu Emas. Namun pada akhirnya, trofi yang paling diimpikan setiap pemain tetaplah mengangkat Piala Dunia pada partai final 19 Juli 2026.