By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Dari Limbah Menjadi Laba, UMKM Semarang yang Ubah Kayu Terbuang Jadi Produk Bernilai
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dari Limbah Menjadi Laba, UMKM Semarang yang Ubah Kayu Terbuang Jadi Produk Bernilai

Ekonomi

Dari Limbah Menjadi Laba, UMKM Semarang yang Ubah Kayu Terbuang Jadi Produk Bernilai

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
5 Min Read
SHARE

inversi.id – Di tengah kesadaran yang semakin meningkat akan pentingnya menjaga lingkungan, inovasi yang berfokus pada pemanfaatan limbah sebagai sumber daya baru menjadi salah satu solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menguntungkan secara ekonomi. Salah satu contoh inspiratif datang dari Anita Egyanti, pemilik Abe Kreasi, sebuah usaha yang berlokasi di Kota Semarang. Dimulai dari keprihatinannya terhadap banyaknya limbah kayu yang terbuang sia-sia, Anita berhasil mengubah sampah menjadi sebuah produk kerajinan tangan bernilai tinggi.

Sejak didirikan pada 2019, Abe Kreasi menjadi bukti nyata bagaimana sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat berinovasi dengan memanfaatkan limbah kayu jati yang biasanya hanya berakhir sebagai sampah atau bahkan dibakar. Anita dengan cermat mengolah limbah tersebut menjadi berbagai produk unik dan fungsional, seperti pot, kotak tisu, hingga berbagai jenis kerajinan lainnya.

Desain geometris yang digunakan dalam produk Abe Kreasi menambah daya tarik tersendiri. Tidak hanya menawarkan estetika, tetapi juga multifungsi, produk-produk tersebut dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan, seperti kotak perhiasan yang bisa dijadikan tempat alat tulis kecil. Dengan menggunakan bahan dasar kayu jati limbah, Anita pun turut berperan dalam menjaga kelestarian hutan, memastikan bahwa setiap potongan kayu yang digunakan memiliki nilai guna yang lebih tinggi.

Tak hanya dari sisi kreativitas, Abe Kreasi juga memperhatikan dampak lingkungan dari bahan-bahan yang digunakan. Finishing water-based yang digunakan pada produk-produknya lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan berbasis minyak, memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan aman bagi penggunanya dan juga tidak merusak lapisan ozon.

Namun, perjalanan Anita tidaklah mulus. Ketersediaan material kayu yang seringkali terbatas menjadi tantangan tersendiri, mengingat ia hanya menggunakan limbah kayu sebagai bahan baku. Meski demikian, dengan kreatifitas dan komitmennya untuk tetap menggunakan limbah, Anita berhasil memecahkan masalah tersebut. Ia menegaskan bahwa meski banyak permintaan untuk menggunakan kayu utuh, ia tetap berprinsip untuk mempertahankan penggunaan limbah sebagai bahan utama dalam setiap produknya.

Salah satu bentuk dukungan yang diterima Anita adalah melalui Rumah BUMN yang dikelola oleh BRI. Dengan berbagai pelatihan, pendampingan, serta fasilitas peralatan yang diberikan, Abe Kreasi dapat berkembang lebih pesat. Pada 2023, Anita menerima alat pemotong kayu dan finishing yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas produk, yang dirasakan jauh lebih berguna daripada sekadar pinjaman uang.

Berkat berbagai upaya dan dukungan tersebut, Abe Kreasi mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang berlangsung di Ice BSD Tangerang. Event ini menjadi kesempatan berharga bagi Anita dan pelaku UMKM lainnya untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar global. Melalui pelatihan, akses pasar, dan pendampingan intensif, Anita mengungkapkan bahwa ia semakin siap untuk menghadapi tantangan pasar internasional.

Dengan berfokus pada kualitas dan nilai tambah dari setiap produk, Abe Kreasi membuktikan bahwa limbah tidak hanya dapat dikelola dengan bijak, tetapi juga menjadi peluang bisnis yang bernilai. “Membeli produk limbah kayu berarti ikut menjaga bumi kita,” ungkap Anita, yang semakin memperkuat pesan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.

BRI, sebagai bagian dari upaya mendukung UMKM Indonesia untuk naik kelas, juga berkomitmen untuk membantu pelaku UMKM lainnya agar dapat bersaing di pasar internasional. Melalui inisiatif strategis ini, lebih banyak pelaku UMKM yang diharapkan dapat meraih keberhasilan di pasar global. Dengan segala dukungan yang ada, termasuk kegiatan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang sukses menarik lebih dari 69 ribu pengunjung dan menghasilkan transaksi lebih dari Rp40 miliar, kita dapat berharap bahwa lebih banyak usaha seperti Abe Kreasi akan muncul dan memberi dampak positif bagi perekonomian dan lingkungan Indonesia.

Baca Juga :

Fakta-fakta Irish Bella Dijodohkan Netizen dengan Abidzar Al Ghifari
Hadirkan Tulus dan Anggun, ‘Snada Indonesia’ Konser Musik Lokal Rasa Internasional

Abe Kreasi adalah contoh nyata bahwa limbah, ketika dikelola dengan baik, bisa menjadi aset berharga yang tidak hanya memberi manfaat ekonomi tetapi juga menjaga kelestarian alam. Inilah saatnya bagi lebih banyak UMKM untuk berpikir kreatif, berinovasi, dan memanfaatkan peluang yang ada demi keberlanjutan lingkungan dan kemajuan ekonomi.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:UMKM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Nintendo Switch 2 Resmi Diumumkan, Mario Kart 9 Siap Menjadi Andalan Baru!
Next Article Film Action Dengan Budget Rendah, Tapi Meledak di Pasaran
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
EkonomiTerkini

Teka-teki Surplus Ekspor RI: Cetak Rekor US$223,9 Miliar, Mengapa Cadangan Devisa Hanya Naik US$15,7 Miliar?

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index