By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Kreatif! Dari Ampas Kopi Menjadi Furnitur Ramah Lingkungan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kreatif! Dari Ampas Kopi Menjadi Furnitur Ramah Lingkungan

EkonomiTerkini

Kreatif! Dari Ampas Kopi Menjadi Furnitur Ramah Lingkungan

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Indonesia, sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia dengan produksi mencapai 774.960 ton pada tahun 2022, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah kopi. Ampas dan kulit kopi yang kaya akan karbon sekitar 54,5% berpotensi meningkatkan emisi karbon dioksida dan metana jika tidak dikelola dengan baik. Namun, di balik tantangan ini, muncul inisiatif inovatif yang mengubah limbah kopi menjadi produk bernilai tinggi, sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.

Program Mandiri Lingkar Hijau, yang diluncurkan oleh Bank Mandiri, berkolaborasi dengan Bell Living Lab perusahaan pengolah limbah cangkang biji kopi asal Bandung dan pemenang utama Wirausaha Muda Mandiri 2023. Inisiatif ini bertujuan mengumpulkan hingga 2,5 ton ampas kopi setiap bulan dan 2 ton kulit kopi per musim hingga September 2025. Limbah tersebut diolah menjadi berbagai material seperti M-Tex Coffee Leather, Kalpa Panels, dan Coffee Board, yang kemudian dikonversi menjadi produk fesyen seperti sepatu, lanyard, dompet, serta furnitur berupa kursi dan meja. Produk-produk ini dipasarkan melalui display di kedai-kedai kopi dan berbagai pameran, memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Teuku Ali Usman, menekankan pentingnya pengolahan limbah kopi sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kelompok Tani Pasir Jirak Kahuripan II, lebih dari 35 kedai kopi di Bandung, dan siswa-siswa SMK 14 Bandung. Pelatihan pengolahan limbah memberikan keterampilan baru, membuka lapangan pekerjaan hijau, dan meningkatkan pendapatan petani kopi hingga 5-10%. Limbah kulit kopi dihargai Rp10.000 per kilogram, sementara upah jasa pengupasan menggunakan mesin pulping sebesar Rp1.000 per kilogram.

Program ini merupakan bagian dari kampanye Mandiri Looping For Life, inisiatif besar Bank Mandiri dalam mengurangi dan memanfaatkan limbah, baik organik maupun anorganik. Sejak awal 2024, kampanye ini telah menghasilkan seragam dari kain daur ulang untuk cabang Bank Mandiri di Singapura dan topi daur ulang untuk pemenang Mandiri Jogja Marathon 2024. Langkah-langkah ini sejalan dengan kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diusung Bank Mandiri, khususnya pilar Sustainability Beyond Banking, yang berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals dan pembentukan ekosistem bisnis berkelanjutan.

Transformasi limbah kopi menjadi produk bernilai tinggi tidak hanya menawarkan solusi bagi permasalahan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Inisiatif seperti Mandiri Lingkar Hijau membuktikan bahwa dengan kolaborasi dan inovasi, limbah dapat diubah menjadi berkah, mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus kesejahteraan sosial.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
TAGGED:Kreatif
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Membangun Infrastruktur Literasi Jadi Kunci Meningkatkan Budaya Baca di Alor
Next Article Limbah Ceker Ayam hingga Kotoran Sapi Menjadi Produk Ramah Lingkungan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah

4 days ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

4 days ago
Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index