INVERSI.ID – Kesehatan mental sering kali tidak menunjukkan gejala yang langsung terlihat, berbeda dengan flu atau demam yang bisa langsung terasa. Gangguan mental bisa datang perlahan dan diam-diam, tanpa disadari penderitanya.
Generasi muda saat ini hidup di tengah tekanan sosial, ekspektasi tinggi, dan paparan media digital yang nyaris tanpa jeda. Kondisi ini membuat mereka menjadi kelompok yang paling rentan terhadap gangguan mental.
Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak sadar bahwa dirinya sebenarnya sedang tidak baik-baik saja.
Berikut beberapa ciri gangguan mental yang sering diabaikan, menurut dr. Tirta, yang dikutip dari berbagai sumber:
1. Kehilangan Minat pada Hal yang Dulu Disukai
Salah satu gejala awal gangguan mental adalah hilangnya minat atau semangat terhadap aktivitas yang dulu menyenangkan. Misalnya, jika kamu sebelumnya senang membuat konten, menggambar, menulis, atau bermain game, lalu tiba-tiba merasa malas atau terbebani, bisa jadi itu adalah tanda anhedonia.
Anhedonia merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan kebahagiaan dari aktivitas yang biasanya menyenangkan.
2. Emosi Tidak Stabil
Apakah kamu pernah tiba-tiba marah, lalu menyesal dalam waktu singkat? Atau merasa sedih dan menangis tanpa tahu sebabnya?
Emosi yang tidak stabil bukan sekadar “baper” atau “drama”. Ini bisa menjadi gejala dari gangguan kecemasan (anxiety) atau depresi. Ketidakstabilan emosi merupakan bentuk respons tubuh dan otak terhadap tekanan mental yang terus-menerus.
3. Overthinking Sampai Menyebabkan Gejala Fisik
Menurut dr. Tirta, banyak anak muda datang ke klinik dengan keluhan fisik seperti sesak napas, mual, pusing, atau jantung berdebar, namun hasil pemeriksaan medis menunjukkan semuanya normal.
Ini adalah ciri dari psikosomatis, yaitu kondisi ketika tekanan psikologis memicu gejala fisik. Otak dan tubuh manusia sangat terhubung. Ketika kamu mengalami overthinking, tubuh bisa merespons seolah sedang dalam ancaman nyata.
4. Gangguan Tidur
Sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidur cukup tetapi tetap merasa lelah keesokan harinya bisa menjadi tanda depresi ringan. Kualitas tidur sangat dipengaruhi oleh kondisi emosional. Pikiran yang kacau atau rasa cemas membuat otak tetap “menyala” meskipun tubuh sedang beristirahat.
5. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial
Jika kamu mendadak lebih suka menyendiri, menghindari keramaian, enggan membalas pesan, atau tidak lagi tertarik untuk bersosialisasi, itu bisa jadi gejala kelelahan emosional. Menarik diri merupakan bentuk mekanisme perlindungan diri yang sering dilakukan tanpa sadar. Namun, hal ini bisa memperburuk kondisi karena kamu kehilangan dukungan sosial (support system).
Jangan Anggap Sepele, Minta Bantuan Bukan Tanda Lemah
Jika kamu merasakan beberapa gejala di atas, penting untuk tidak mengabaikannya. Bicarakan dengan orang yang kamu percaya, atau segera konsultasikan ke tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater.
Seperti yang dikatakan dr. Tirta, mengenali tanda-tanda gangguan mental sejak dini adalah langkah penting untuk mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius.***